<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uji Kompetensi Wartawan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/uji-kompetensi-wartawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Nov 2024 01:41:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Uji Kompetensi Wartawan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketum SMSI Resmi Buka UKW 53 Labuhanbatu Bersama UPDM</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketum-smsi-resmi-buka-ukw-53-labuhanbatu-bersama-updm/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketum-smsi-resmi-buka-ukw-53-labuhanbatu-bersama-updm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2024 01:41:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Firdaus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum SMSI]]></category>
		<category><![CDATA[Labuhanbatu]]></category>
		<category><![CDATA[SMSI]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Kompetensi Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[UKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=19925</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Rantauprapat &#8211; Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 53 atas kerja sama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Rantauprapat &#8211;</strong> Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 53 atas kerja sama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan LUKW Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM) Jakarta, resmi digelar di Permata Hall, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat-Sabtu (22-23/11).</p>
<p>Adapun UKW ini diikuti 29 orang peserta dengan 3 kelas jenjang muda, dan 2 kelas madya.</p>
<p>Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus M.Si, bersama Ketua LUKW, Dr H. Muhammad Saifulloh M.Si.</p>
<p>Firdaus dalam arahan dan bimbingannya, menyebut sebuah media saat ini harus cerdas, terutama dalam menempatkan setiap masalah.</p>
<p>&#8220;Wartawan harus menjadi wasit kebenaran, wasit kebaikan di tengah-tengah publik. Ibarat seorang prajurit yang berperang di tengah hutan, dia tahu dari belang warnanya ular itu, dia tahu kadar racunnya.&#8221;</p>
<p>Dia menyebut wartawan juga harus seperti itu. &#8220;Wartawan harus bisa mengukur persoalan. Saat ini media sudah tidak punya nilai ekonomis,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8220;Media ini harus berubah. Ada UU Digitalisasi, misalnya; Penyiaran itu di bawah Komdigi. Jurnalistik itu profesional, bukan hanya untuk kepentingan pribadi semata. Tapi juga untuk bangsa dan negara. Kita SMSI harus tetap profesional, terutama tetap memfasilitasi UKW selain PWI dan organisasi lainnya,&#8221; sambung Firdaus.</p>
<p>Ketua LUKW UPDM, H. Muhammad Saifulloh, dalam sambutannya, mengatakan UKW merupakan sebuah langkah maping yang dimiliki seorang wartawan.</p>
<p>&#8220;Wartawan itu berhak diberi predikat kompeten. Kompetensi merupakan hak dan kewenangan untuk menulis berita. Dalam menulis berita harus punya kompeten,&#8221; ucap Saifullah.</p>
<p>Dekan Fikom UPDM ini juga menyebut, pihaknya telah mengusulkan bahwa wartawan online juga harus dilihat klasifikasinya dalam hal tingkat keterbacaannya (berita, media).</p>
<p>&#8220;Tidak hanya kompeten (wartawan), tapi tingkat keterbacaannya (berita, media) jangan sampai rendah. Hal ini terlihat di beberapa daerah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Misalnya, berita di Labuhanbatu tidak hanya dibaca oleh masyarakat Labuhanbatu saja, tapi juga khalayak ramai di daerah lain, bahkan nasional,&#8221; ungkap Saifullah.</p>
<p>&#8220;Kita juga akan intens menerapkan pelatihan-pelatihan, bagaimana berita itu keren dan tinggi tingkat keterbacaannya. Khususnya bagi wartawan dan media-media online di daerah. Akhirnya, selamat mengikuti UKW, semoga lulus dan kompeten,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupuli didampingi Ketua SMSI Labuhanbatu Raya Teguh AP Sitorus, yang sekaligus Panitia UKW Kabupaten Labuhambatu, turut memberi apreaiasi terselenggaranya UKW perdana SMSI di daerah itu.</p>
<p>&#8220;Terima kasih atas kerja keras Ketua SMSI Labuhanbatu, bersama seluruh pengurus. Yang sudah bersusah payah mengupayakan persiapan UKW perdana di Sumut,&#8221; tutur Erris.</p>
<p>Erris berharap tingkat kelulusan UKW Labuhanbatu bisa mencapai 100 persen. &#8220;Kemarin (Kamis 21/11) seluruh peserta juga sudah mengikuti pelatihan sekaligus Pra UKW yang disampaikan Penasihat SMSI Sumut Austin Tumengkol sebagai pemateri. Semoga semua peserta bisa kompeten,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&#8220;Saya merasa bangga, Ketua Umum SMSI, Bapak Firdaus bisa hadir langsung membuka acara ini. Selamat datang di Labuhambatu Pak,&#8221; sapa Ketua SMSI Labuhanbatu Raya, Teguh AP Sitorus.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-19926 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/11/IMG-20241123-WA0002.jpg" alt="" width="900" height="506" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/11/IMG-20241123-WA0002.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/11/IMG-20241123-WA0002-300x169.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/11/IMG-20241123-WA0002-1024x576.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/11/IMG-20241123-WA0002-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p>Dikatakan Teguh, dirinya bersama unsur pengurus memang tengah bersusah payah menggelar UKW di daerah itu. &#8220;Setelah berkomunikasi intens bersama Ketua SMSI Sumut, SMSI Pusat dan pihak UPDM, kami lega UKW bisa terselenggara,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Kegitan ini atas dorongan berbagai pihak, termasuk support yang diberikan Pemkab Labuhanbatu, Forkopimda dan para Penasihat dan mitra kami,&#8221; sebut Teguh.</p>
<p>Terlebih, kata Teguh, banyak yang bertanya apakah para wartawan di Labuhanbatu sudah mengikuti UKW khususnya bagi para pengurus. &#8220;Untuk itulah, kami semakin bersemangat untuk mewujudkan UKW di daerah ini.&#8221;</p>
<p>Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda Labuhanbatu, di antaranya mewakili Pj Bupati Labuhanbatu, Perwakilan Kodim 0209, Polres Labuhanbatu, PN Labuhanbatu, dan undangan lainnya.</p>
<p>Turut hadir dalam penyelenggaraan UKW, Sekretaris SMSI Sumut Ariadi, Penasihat Austin Tumengkol, Penasihat Hendra Sitepu, Kabid Pendidikan dan Pelatihan Agus Utama.</p>
<p>*(<em>Kabid Pendidikan dan Pelatihan</em><br />
<em>Agus Utama)*</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketum-smsi-resmi-buka-ukw-53-labuhanbatu-bersama-updm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Misteri dalam Proses Kreatif Menulis Jurnalistik</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ada-misteri-dalam-proses-kreatif-menulis-jurnalistik/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ada-misteri-dalam-proses-kreatif-menulis-jurnalistik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 05:48:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Kompetensi Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[UKW]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan Senior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15671</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Merauke &#8211; Dalam proses kreatif menulis jurnalistik selalu ada misteri yang sulit dijelaskan. Tetapi misteri itu bisa&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Merauke &#8211;</strong> Dalam proses kreatif menulis jurnalistik selalu ada misteri yang sulit dijelaskan. Tetapi misteri itu bisa dirasakan.</p>
<p>Demikian penjelasan Mohammad Nasir wartawan senior Harian Kompas (1989- 2018), ketika menguji kompetensi wartawan (UKW) yang difasilitasi Dewan Pers di Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (7/9/2024).</p>
<p>Menurut Nasir yang sedang menguji mata uji menyunting atau mengedit berita tulisan sendiri, peserta uji jangan mengira berita yang sudah ditulis sendiri tidak bisa diedit.</p>
<p>Setiap editor yang membacanya akan menemukan bagian yang perlu disunting supaya tulisan menjadi lebih baik.</p>
<p>“Walaupun tulisan sendiri kalau dibaca ulang, pasti ada yang perlu diedit, diperbaiki. Hasilnya harus lebih baik. Mari kita temukan,” pinta Nasir kepada peserta UKW.</p>
<p>Perbaikan bisa dilakukan pada pemilihan kata, struktur kalimat, logika bahasa, memperkaya tulisan dengan pengamatan, dan referensi.</p>
<p>“Letak misterinya di mana? Di sini kita bisa merasakan,” kata Nasir yang juga pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.</p>
<p><strong>Dimensi Tempat dan Waktu</strong></p>
<p>Ketika kita menulis berita di rumah misalnya, lalu tulisannya kita bawa ke redaksi atau ke tempat lain dan dibaca kembali, kita akan merasa ada bagian tulisan yang kurang pas dan perlu diedit.</p>
<p>Begitu juga ketika dibaca ulang sendiri pada waktu berbeda, mungkin terbesit pikiran untuk mengubah tulisan, karena ada yang perlu diubah.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-15672 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240907-WA0018-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240907-WA0018-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240907-WA0018-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240907-WA0018-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240907-WA0018.jpg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Misalnya tulisan jurnalistik ditulis tengah malam, ketika dibaca kembali siang hari, kadang-kadang diperlukan perubahan, atau editing.</p>
<p>“Beda waktu, beda tempat, beda pikiran, beda tulisan. Di sinilah letak misteri menulis,” tutur Nasir.</p>
<p>“Mungkin sudut pandang tulisannya kurang tepat, pemilihan kata kurang pas, atau ada informasi yang perlu ditambahkan. Bahkan kadang-kadang tulisan dirombak total,” kata Nasir yang tengah menguji di kelas peserta dari Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ada-misteri-dalam-proses-kreatif-menulis-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Kesan dan Harapan para Peserta UKW di Provinsi NTB</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-kesan-dan-harapan-para-peserta-ukw-di-provinsi-ntb/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-kesan-dan-harapan-para-peserta-ukw-di-provinsi-ntb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2024 04:44:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Kompetensi Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[UKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=8960</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Mataram &#8211; Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi NTB pada hari kedua berjalan lancar dan penuh keseruan;&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Mataram</strong> &#8211; Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi NTB pada hari kedua berjalan lancar dan penuh keseruan; para peserta kelas satu muda satu menyelesaikan dua modul dari sepuluh modul yang diujikan dengan antusias. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 Mei 2024, di Golden Palace Hotel, dengan modul membangun jejaring dan simulasi wawancara tatap muka.</p>
<p>Salah satu peserta UKW, Heriman dari Kabupaten Bima, mengucapkan rasa syukurnya, &#8220;Alhamdulillah, saya dan kelompok satu pada jenjang muda sudah menyelesaikan tugas dalam memenuhi uji kompetensi wartawan tahun 2024 ini. Semoga semua anggota mendapatkan hasil yang terbaik. Kita sudah berusaha dan kita menunggu hasil. UKW ini membantu kita memahami jurnalistik lebih dalam dan menjadi bekal untuk menjadi jurnalis yang lebih baik di masa depan,&#8221; ucapnya.</p>
<figure id="attachment_8963" aria-describedby="caption-attachment-8963" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-8963 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0000-1024x770.jpg" alt="" width="640" height="481" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0000-1024x770.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0000-300x226.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0000-768x578.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0000.jpg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-8963" class="wp-caption-text">Agus , Wawan dan Heriman peserta UKW</figcaption></figure>
<p>Hal ini juga diperkuat oleh Wawan, yang menambahkan bahwa UKW semakin memantapkan bekal pers dalam bekerja, &#8220;Bismillah, kita sudah berusaha dan sekarang kita tunggu hasil terbaiknya. Apapun hasilnya, itu sudah menjadi perjalanan dan akhir terbaik dari Allah SWT,&#8221; kata Wawan sambil tersenyum puas.</p>
<p>Lanjut Wawan mengatakan, &#8220;Kita hanya mengetahui jurnalistik dari permukaannya; UKW ini membantu kita memahaminya lebih dalam. Walaupun belum tuntas, paling tidak UKW memberikan ilmu dasar dan kunci kompetensi jurnalis yang menjadi cikal bakal untuk menjadi jurnalis yang lebih baik di masa depan.&#8221;</p>
<p>Agus Afriyanto, salah satu peserta lainnya, memberikan penjelasan dan apresiasi atas penyelenggaraan UKW ini, &#8220;Terima kasih atas ilmu yang diberikan selama dua hari mengikuti UKW. Kita mendapatkan banyak tambahan ilmu, terutama di bidang undang-undang. Ternyata membuat berita tidak semudah dan sembarangan; semua diatur dalam Undang-Undang Pers dan Peraturan Dewan Pers. Dengan UKW ini, kita diharapkan menjadi wartawan yang lebih baik,&#8221; kata Agus.</p>
<figure id="attachment_8961" aria-describedby="caption-attachment-8961" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8961 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0004-1024x770.jpg" alt="" width="640" height="481" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0004-1024x770.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0004-300x226.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0004-768x578.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240519-WA0004.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-8961" class="wp-caption-text">Penguji UKW Anas Syahirul Alim sedang menjelaskan materi ujian</figcaption></figure>
<p>Hari kedua Uji Kompetensi Wartawan menunjukkan antusiasme dan semangat para peserta untuk menjadi jurnalis yang profesional dan kompeten. Kegiatan ini memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan bertanggung jawab.</p>
<p>(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-kesan-dan-harapan-para-peserta-ukw-di-provinsi-ntb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKW Tingkat Nasional Digelar di Kota Mataram NTB</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ukw-tingkat-nasional-digelar-di-kota-mataram-ntb/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ukw-tingkat-nasional-digelar-di-kota-mataram-ntb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2024 07:24:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Kompetensi Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[UKW]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=8921</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Mataram &#8211; Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Nasional di Provinsi NTB secara resmi dibuka oleh Asep Setiawan,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Mataram</strong> &#8211; Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Nasional di Provinsi NTB secara resmi dibuka oleh Asep Setiawan, Anggota Dewan Pers, di Aula Lantai Tiga, Hotel Golden Palace, Mataram, Provinsi NTB pada Jumat, 17 Mei 2024.</p>
<p>Hadir dalam acara tersebut Tim Penguji Dewan Pers, Pengurus PWI Provinsi NTB, Pengurus PWI Se-Provinsi NTB, dan peserta UKW dari PWI, Unitomo, serta IJTI. Dalam kesempatan itu, Acep memberikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh peserta untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan sikap dalam menjalankan tugas jurnalistik.</p>
<p>&#8220;Kegiatan UKW ini merupakan agenda dan anjuran Dewan Pers untuk dilakukan secara nasional. Terima kasih kepada Lembaga UKW dan para penguji, serta peserta UKW dari PWI, Unitomo, dan IJTI yang telah hadir dan mempersiapkan sebaik mungkin untuk kesuksesan acara. Mudah-mudahan kehadiran peserta dalam jumlah besar tetap konsisten sampai selesai,&#8221; ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_8922" aria-describedby="caption-attachment-8922" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8922 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0025-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0025-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0025-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0025-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0025.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-8922" class="wp-caption-text">Keterangan Gambar :<br />Sesi uji materi wawancara dengan nara sumber Penguji dari PWI, Anas Syahirul Alim</figcaption></figure>
<p>Kemudian, Acep menguraikan kondisi terkini dunia pers. Menurutnya, ada tantangan besar dalam dunia pers. Undang-Undang secara tegas menyatakan bahwa pers adalah profesi dan wartawan dilindungi oleh undang-undang. &#8220;UU Pers No. 40 Tahun 1999 melindungi wartawan dan tugasnya. Wartawan berhak mendapatkan tugas sesuai fungsinya, termasuk kompetensi dan perlindungan dalam kasus hukum,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pers ditugaskan sesuai fungsi dan berkompetensi, termasuk dalam pengungkapan kasus dan menghadapi kasus; semuanya sudah ada dalam Undang-Undang Pers. &#8220;Kini ada rancangan undang-undang yang akan mengurangi fungsi pers. Kami sudah ada datanya dan menolak RUU Penyiaran yang sekarang sedang diproses di DPR RI karena ada dua masalah, yaitu ada pasal yang melarang media untuk menayangkan hasil liputan investigasi dan RUU Penyiaran ini mengambil kewenangan penyelesaian sengketa pers dari Dewan Pers,&#8221; tegasnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-8923 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0023-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0023-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0023-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0023-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/05/IMG-20240518-WA0023.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Acep mengajak pers untuk profesional dalam tugas jurnalistik. Dengan adanya Pelatihan Jurnalistik dan UKW ini, ketidakprofesionalan dapat dihapus. &#8220;PR kita semua untuk semangat mengikuti uji kompetensi, kita adalah kelompok profesional,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Acep juga menekankan bahwa wartawan tidak hanya ada di Lombok, NTB, dan Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Amerika Latin. Pekerjaan pers sama seperti pekerjaan profesional lainnya; oleh karena itu, tugas wartawan adalah menjalankan profesi berdasarkan pengetahuan tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan perundang-undangan yang terkait.</p>
<p>&#8220;Hal kedua, tambah Acep, adalah menjaga sikap. Kami mohon ada apresiasi atas sikap sebagai wartawan yang profesional. Kami berharap Dewan Pers pada uji kompetensi hari ini bisa menumbuhkan profesionalisme yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,&#8221; tutupnya.</p>
<p>(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ukw-tingkat-nasional-digelar-di-kota-mataram-ntb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
