<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>teror seks virtual &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/teror-seks-virtual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 May 2025 00:11:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>teror seks virtual &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terbongkar, Sindikat Kakak-Adik di Balik Teror Seks Virtual</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/terbongkar-sindikat-kakak-adik-di-balik-teror-seks-virtual/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/terbongkar-sindikat-kakak-adik-di-balik-teror-seks-virtual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 15:04:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kakak adik]]></category>
		<category><![CDATA[sindikat]]></category>
		<category><![CDATA[terbongkar]]></category>
		<category><![CDATA[teror seks virtual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=27445</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta – Malam itu, BP tengah bersantai membuka aplikasi Bigo ketika sebuah akun bernama Fariosa menyapa ramah. Profil&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable] @[84rem]/thread:pt-(--header-height)">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="ff59a90d-9121-44ab-bc2e-0a07958f188a" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p class="" data-start="144" data-end="516"><strong data-start="144" data-end="155">Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> – Malam itu, BP tengah bersantai membuka aplikasi Bigo ketika sebuah akun bernama <em data-start="238" data-end="247">Fariosa</em> menyapa ramah. Profil perempuan muda dengan rambut panjang dan senyum merekah itu langsung menggodanya untuk membalas. Tak lama, percakapan berpindah tautan ke Telegram. Nama akun di sana: <em data-start="455" data-end="475">Babyfariosa (REAL)</em>. Satu panggilan video berujung petaka.</p>
<p class="" data-start="518" data-end="898">Korban BP, seperti puluhan lainnya, tertipu untuk melakukan video call seks (VCS). Tanpa sadar, wajah dan tubuhnya direkam. Tak butuh lama, video itu berubah jadi senjata. Ancaman datang lewat WhatsApp: kirim uang atau aib tersebar ke kantor. BP yang panik langsung mentransfer Rp 3,3 juta ke rekening yang diarahkan. Tapi, teror tak berhenti. Permintaan uang terus berdatangan.</p>
<p class="" data-start="900" data-end="1094">Kasus ini menjadi bagian dari pola kejahatan digital yang kian jamak di Indonesia: <em data-start="983" data-end="995">sextortion</em>. Kali ini, aktornya ternyata bukan sindikat antarnegara, melainkan kakak-beradik asal Palembang.</p>
<p class="" data-start="1096" data-end="1142"><b>Rekam dan Ancam</b></p>
<p class="" data-start="1144" data-end="1413">MD (25), sang adik, adalah otak operasional. Dialah yang membuat akun Bigo dan Telegram palsu, lalu mengundang korban untuk video call seksual. Satu ponsel untuk menelepon, satu lagi merekam. Ia pula yang mengatur ancaman dan mengelola rekening penampung uang korban.</p>
<p class="" data-start="1415" data-end="1612">Sedangkan I (27), kakaknya yang kini buron, memprofil korban lebih dalam. Ia yang mengirim video ancaman ke kantor korban—dengan satu tujuan: membuat ketakutan meningkat, uang pun mengalir deras.</p>
<p class="" data-start="1614" data-end="1801">“Dari awal 2024, mereka sudah kantongi ratusan juta dari sejumlah korban,” kata AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Kasubdit 4 Siber Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers, Selasa (6/5).</p>
<p class="" data-start="1803" data-end="2055">MD ditangkap pada Jumat (25/4/2025) sore di kediamannya kawasan Sepuluh Ulu, Jakabaring, Palembang. Polisi menyita ponsel, rekening, dan perangkat lainnya sebagai barang bukti. Ia dijerat Pasal 45 ayat (10) jo Pasal 27B ayat 2 UU ITE, dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.</p>
<p class="" data-start="2057" data-end="2080"><strong data-start="2057" data-end="2080">Banyak Korban</strong></p>
<p class="" data-start="2082" data-end="2328">Apa yang menimpa BP bukan kasus tunggal. Korban pemerasan seksual daring seperti ini diperkirakan sudah ratusan. Pada 2019, Direktorat Siber Bareskrim Polri juga menangkap SF, operator akun Facebook palsu yang menawarkan layanan VCS sejak 2018.</p>
<p class="" data-start="2330" data-end="2572">Ia dibantu AY dan VB, dua rekan yang masing-masing berperan sebagai operator akun dan pemilik rekening penampung. Dengan modus serupa, mereka mencatut foto perempuan dari internet, menggoda korban untuk video call, lalu merekam dan memeras.</p>
<p class="" data-start="2574" data-end="2695">“Motifnya uang. Hasilnya dipakai beli jam tangan dan ponsel,” ujar AKBP Zahwani Pandra Arsyad, dari Divisi Humas Polri.</p>
<p class="" data-start="2697" data-end="2733"><strong data-start="2697" data-end="2733">Berujung Teror</strong></p>
<p class="" data-start="2735" data-end="2999">Fenomena <em data-start="2744" data-end="2756">sextortion</em> makin marak seiring makin banyaknya pengguna media sosial dan layanan VCS. Para pelaku memanfaatkan celah psikologis korban: rasa malu, panik, dan takut kehilangan reputasi. Dengan modal akun palsu dan ponsel pintar, jebakan pun dijalankan.</p>
<p class="" data-start="3001" data-end="3159">Para penyidik kini memperluas penyelidikan. Tak hanya memburu pelaku lain, tapi juga menelisik jaringan rekening dan perangkat yang dipakai untuk kejahatan.</p>
<p class="" data-start="3161" data-end="3271">“Sindikat ini tak lagi main-main. Mereka paham digital, licin, dan berpindah-pindah,” kata seorang penyidik.</p>
<p class="" data-start="3273" data-end="3428">Sementara itu, para korban hanya bisa berharap satu hal: jangan sampai video yang direkam dalam kesendirian, berubah menjadi hukuman sosial seumur hidup. (imh)</p>
</div>
<p data-start="3273" data-end="3428">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/terbongkar-sindikat-kakak-adik-di-balik-teror-seks-virtual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
