<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Swasembada Pangan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/swasembada-pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Dec 2024 05:32:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Swasembada Pangan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dukung Swasembada Pangan, Wamendagri Bima Arya Tinjau Dua Titik Irigasi di Lampung</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dukung-swasembada-pangan-wamendagri-bima-arya-tinjau-dua-titik-irigasi-di-lampung/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dukung-swasembada-pangan-wamendagri-bima-arya-tinjau-dua-titik-irigasi-di-lampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Dec 2024 05:32:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Arya Sugiarto]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Wamendagri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=21861</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Pringsewu – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengunjungi dua titik irigasi di Provinsi Lampung&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Pringsewu –</strong> Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengunjungi dua titik irigasi di Provinsi Lampung guna mendukung program swasembada pangan. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah irigasi di Desa Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung.</p>
<p>Di Desa Lugusari, Bima berdialog dengan warga terkait masalah irigasi yang memengaruhi produktivitas pertanian. Ia menegaskan pentingnya peran irigasi untuk meningkatkan hasil pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Pemerintah mencatat ada 3 juta hektare lahan sawah yang membutuhkan perbaikan irigasi.</p>
<p>“Memang target swasembada ini kan dua tahun lagi, kita selain cetak sawah, ini juga strategi Pak Menko [Pangan] sekarang memaksimalkan irigasi yang selama ini enggak terawat, rusak. Ini hitung-hitungan kita seluruh Indonesia bisa 3 juta hektare. Ada anggaran sekitar 12 triliun dari Menko Pangan melalui [Kementerian] PU untuk rehabilitasi irigasi ini,” ujar Bima, Sabtu (28/12/2024).</p>
<p>Ia mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk menyusun pendataan kebutuhan rehabilitasi secara lengkap dan terperinci. Data harus mencakup luas wilayah, masalah yang dihadapi, dan dampak yang diharapkan dari perbaikan.</p>
<p>“Ada hitungannya ya, luasan yang terairi berapa, kemudian bisa tanam berapa kali, panen berapa kali. Dari hitung-hitungan itu harusnya kita bisa swasembada pangan. Sekarang mudah-mudahan ini bisa cepat. Sebenarnya Menko Pangan minta Kemendagri mendorong semua bupati, wali kota, menyampaikan usulannya,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, warga Desa Lugusari berharap pintu air diperbaiki agar distribusi air kembali normal. Saat ini, warga hanya mampu panen satu kali setahun dengan hasil sekitar 5,7 ton.</p>
<p>Adapun lokasi kedua yang dikunjungi Bima adalah Bendungan Way Sekampung di Pekon Pamenang dalam kecamatan yang sama. Dalam dialog singkat di lapangan, petani setempat, khususnya petani penggarap, mengeluhkan kesulitan air meski sudah memasuki musim hujan. Masalah ini telah terjadi sejak 2007. Diharapkan perbaikan irigasi dapat meningkatkan debit air untuk mendukung program swasembada pangan.</p>
<p>Bima lantas menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan para menteri untuk bersinergi dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia pun menyoroti perbedaan masalah irigasi di tiap daerah, seperti konversi area irigasi menjadi kolam ikan, pintu irigasi yang rusak, dan sedimentasi.</p>
<p>“Di sini saya bersyukur mendapatkan langsung informasi dari para petani bahwa tidak mengalir yang dari Tanggamus di Bendungan Way Tebu, begitu ya. Kemudian tidak merasakan juga daerah Sekampung dari sana ya, padahal ini kan daerah tinggi mungkin ya. Jadi saya nanti, Pak Bupati jam 9 ini, kita akan rapat dengan Pak Menko Pangan nanti kita angkat untuk diprioritaskan,” terangnya.</p>
<p>Ia meminta Bupati Pringsewu dan pihak terkait melengkapi data kebutuhan perbaikan irigasi, baik untuk mendukung swasembada pangan beras maupun komoditas lain seperti ikan konsumsi.</p>
<p>“Ya, nanti diajukan saja datanya. Mana yang nanti untuk swasembada pangan beras, mana yang mendukung untuk pangan yang lain seperti ikan,” pungkasnya.</p>
<p>(*/Rendy)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dukung-swasembada-pangan-wamendagri-bima-arya-tinjau-dua-titik-irigasi-di-lampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Percepat Swasembada Pangan, Wamendagri Bima Arya Pacu Revitalisasi Irigasi di Daerah</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/percepat-swasembada-pangan-wamendagri-bima-arya-pacu-revitalisasi-irigasi-di-daerah/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/percepat-swasembada-pangan-wamendagri-bima-arya-pacu-revitalisasi-irigasi-di-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 12:53:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Arya Sugiarto]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Wamendagri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=21616</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan komitmen pihaknya untuk mempercepat pencapaian swasembada&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan komitmen pihaknya untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional melalui pembangunan dan revitalisasi sistem irigasi di daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan domestik.</p>
<p>&#8220;Kami di Kemendagri hanya membantu mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pelaksanaannya sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing,&#8221; ujarnya dalam rapat dengan seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi se-Indonesia secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (23/12/2024).</p>
<p>Menurut data dari Kemenko Pangan, Bima menunjukkan tren luas panen dan produktivitas padi yang stagnan, bahkan cenderung menurun sejak 2019. Dengan rata-rata produktivitas 5 ton per hektare dan luas panen stagnan di angka 10 juta hektare, ia menilai perbaikan irigasi merupakan solusi penting untuk mendorong peningkatan produksi.</p>
<p>Bima juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp144 triliun untuk program ketahanan pangan. Dari total tersebut, dana khusus untuk pembangunan dan revitalisasi irigasi diperkirakan berada di kisaran Rp12 triliun hingga Rp15 triliun. Ia menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki sekitar 2,6–3 juta hektare lahan sawah yang irigasinya belum optimal.</p>
<p>&#8220;Bapak Menko [Pangan] sampaikan angka 12 triliun [rupiah] mungkin ada penambahan sekitar 2 triliun [rupiah], jadi 14 atau 15 triliun [rupiah]. Nah, angka inilah yang kemudian akan dialokasikan untuk membangun lahan-lahan yang memerlukan revitalisasi irigasi tadi,&#8221; terang Bima.</p>
<p>Untuk itu, Bima meminta pemerintah daerah (Pemda) segera menginventarisasi dan melaporkan data terkait lahan sawah yang membutuhkan revitalisasi atau diprioritaskan dibangun irigasi. Ia menjelaskan bahwa data akurat terkait kondisi irigasi menjadi elemen kunci untuk memaksimalkan penggunaan anggaran.</p>
<p>&#8220;Tentu data-datanya diharapkan bisa sudah update begitu ya. Dan siap untuk dikunjungi apabila Pak Menko [Pangan] memutuskan untuk melihat langsung kondisinya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Bima menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara Pemda, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, dan kementerian terkait lainnya. Pendekatan ini bertujuan memastikan revitalisasi irigasi berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan. Ia berharap, dengan langkah ini target swasembada pangan dapat lebih cepat tercapai melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p>&#8220;Karena itu, kami meminta masukannya dari Pak Sekda, Ibu Sekda, Bapak/Ibu sekalian. Nanti kita minta kerja samanya untuk sesegera mungkin meng-input data-data ini,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>(*/Rendy)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/percepat-swasembada-pangan-wamendagri-bima-arya-pacu-revitalisasi-irigasi-di-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Palas Giat Pemupukan Pertama Tanaman Jagung</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/wujudkan-swasembada-pangan-polres-palas-giat-pemupukan-pertama-tanaman-jagung/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/wujudkan-swasembada-pangan-polres-palas-giat-pemupukan-pertama-tanaman-jagung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 11:31:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Palas]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Jagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=18967</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Palas &#8211; Pemupukan yang berimbang serta kebutuhan air yang cukup dalam menanam jagung, diharapkan bisa meningkatkan hasil&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Palas &#8211;</strong> Pemupukan yang berimbang serta kebutuhan air yang cukup dalam menanam jagung, diharapkan bisa meningkatkan hasil dari produksi jagung yang maksimal. Hari ini, Sabtu (09/11/2024) sekira pukul 09.00 sampai dengan selesai. Personil Kepolisian Resor Padang Lawas (Polres Palas) bersama PPL Dinas Pertanian Kabupaten Palas Melaksanakan pemupukan pertama dengan menggunakan pupuk urea PETRO pada tanaman Jagung di Lahan Ketahanan Pangan (Ketapang) Polres Palas.</p>
<p>Terlihat Personil yang mengikuti kegiatan Waka Polres Palas, Kompol Sugianto, Spd., Ps. Kabag Sumda, AKP Sintong Simanjuntak., Kasat Lantas, AKP Tongan Siregar SH., Kasat Reskrim, AKP Raden Saleh Harahap., Kasat Binmas, AKP Rahmad Saleh Nainggolan, SH., Ps. Kasiwas, Aipda Adiyuda., Personil Polres Palas serta PPL Dinas Pertanian Kabupaten Palas</p>
<p>Kapolres Palas AKBP Diari Astetika, SIK., yang diwakilkan Wakapolres Palas, Kompol Sugianto, S.Pd, mengatakan melakukan pemupukan terhadap tanaman jagung yang baru,&#8221; Tanaman Jagung dilahan Ketapang Polres Palas ini dilakukan pemupukan yang sudah masuk usia tanam seminggu, &#8221; katanya.</p>
<p>Dikatakan Kompol Sugianto, bahwa pemupukan dan pengairan tanaman jagung, keduanya harus dilakukan secara tepat dan sesuai tahapan dan takaran yang benar, Pemupukan jagung seperti ini harus benar &#8211; benar memperhatikan dosis, cara dan waktu pemupukan sehingga diperoleh hasil pemupukan yang efektik.</p>
<p>&#8220;Sedang untuk air, juga harus diperhatikan sistem pengairannya sehingga tanaman jagung akan selalu cukup untuk terpenuhi kebutuhan akan air, &#8221; jelas Wakapolres Palas Kompol Sugianto.</p>
<p>Sementara Kasi Humas Polres Palas, Iptu Arwansyah Batubara lebih lanjut mengatakan, Kami akan terus mendukung kegiatan ini sebagai program ketahanan pangan dan sebagai bentuk kepedulian Polres Palas enuju swasembada pangan Berkelanjutan, Sehingga kedepan nya Polres Palas dan Polsek jajaran serta masyarakat yang ada di Kabupaten Palas menjadi Mandiri Berketahanan Pangan, ujarnya.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya menjadi sumber pangan lokal yang berkelanjutan tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat nantinya. Keberhasilan ini akan dirasakan dengan sendirinya, Sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada ketahanan Pangan dan Ekonomi. Kegiatan pemupukan berjalan dengan aman dan baik&#8221;. Tutur Iptu Arwansyah Batubara. (081)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/wujudkan-swasembada-pangan-polres-palas-giat-pemupukan-pertama-tanaman-jagung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
