<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Survei &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/survei/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2024 11:46:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Survei &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Survey Indikator Pilbup Majalengka Oktober 2024: Elektabilitas Eman-Dena 64,6 %, Karna-Koko 30,1%</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/hasil-survey-indikator-pilbup-majalengka-oktober-2024-elektabilitas-eman-dena-646-karna-koko-301/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/hasil-survey-indikator-pilbup-majalengka-oktober-2024-elektabilitas-eman-dena-646-karna-koko-301/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Nov 2024 11:46:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Indikator Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Survei]]></category>
		<category><![CDATA[Pilbup]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=18883</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia melakukan survey pada Pilkada Kabupaten Majalengka di periode16-19 Oktober 2024.&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; </strong>Lembaga Survey Indikator Politik Indonesia melakukan survey pada Pilkada Kabupaten Majalengka di periode16-19 Oktober 2024. Adapun hasil surveynya bahwa tingkat Elektabilitas Eman Suherman-Dena sebesar 64,6 %, sedangkan Karna-Koko sebesar 30,1%.</p>
<p>Hasil survey per oktober tersebut dapat dilihat secara grafis bahwa Paslon Eman-Dena memiliki Tren Menanjak jika dibandingkan hasil survey pada bulan September yaitu sebesar 53, 2%. Sedangkan paslon Karna Koko berdasarkan grafik hasil survey eletabilitasnya cenderung menurun, dimana pada bulan september hasil survey paslon Karna-Koko sebesar 34,9 %.</p>
<p>Berdasarkan data survey tersebut selama sebulan dari september 2024 hingga oktober 2024, bahwa Paslon Eman-Dena elektebilitas naik sebanyak 11,4%, sedangkan paslon Karna-Koko mengalami penurunan elektabilitas sebesar 4,8 %.</p>
<p>Faktor terbesar responden dalam memilih pasangan Eman-Dena yaitu perhatiannya terhadap masyarakat. Sebesar 30,1% Responden menyatakan bahwa Paslon Eman-Dena memiliki perhatian terhasap masyarakat.</p>
<p>Pada survey kali ini responden pada simulasi surat suara yang menjawab tidak tahu atau rahasia hanya sebesar 3,8 Persen. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/hasil-survey-indikator-pilbup-majalengka-oktober-2024-elektabilitas-eman-dena-646-karna-koko-301/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei TBRC : Pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma Ungguli Dua Paslon di Pilkada NTT</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/survei-tbrc-pasangan-melki-lakalena-johni-asadoma-ungguli-dua-paslon-di-pilkada-ntt/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/survei-tbrc-pasangan-melki-lakalena-johni-asadoma-ungguli-dua-paslon-di-pilkada-ntt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2024 10:31:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=17426</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, NTT &#8211; Timur Barat Research Center (TBRC) telah melakukan survei untuk mengukur preferensi politik masyarakat Nusa Tenggara&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, NTT &#8211; </strong>Timur Barat Research Center (TBRC) telah melakukan survei untuk mengukur preferensi politik masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menjelang Pilkada 2024. Diketahui, KPU NTT telah resmi menetapkan tiga pasangan calon gubernur yang akan bersaing dalam Pilkada Tahun 2024.</p>
<p>Ketiga pasangan calon tersebut adalah Melki Lakalena dan Johni Asadoma, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, serta Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto.</p>
<p>&#8220;Responden yang terpilih diambil dari populasi seluruh warga NTT yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada NTT, yang berjumlah 3.988.372 pemilih, dengan syarat telah memiliki hak pilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas,&#8221; kata Direktur Eksekutif Timur Barat Research Center Johanes Romeo dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).</p>
<p>Johanes menyatakan, penelitian ini sangat penting untuk memahami preferensi politik masyarakat NTT menjelang Pilkada. Dalam survei yang dilakukan oleh TBRC, sampel yang diambil sebanyak 1.400 orang dengan menggunakan metode multistage.</p>
<p>&#8220;Dan memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,62% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling. Pelaksanaan survei berlangsung dari tanggal 24 September hingga 6 Oktober 2024, di 21 kabupaten dan satu kota di NTT,&#8221; kata Johanes.</p>
<p>Sementara itu, Johanes menyatakan, hasil temuan survei menunjukkan bahwa sebanyak 70,2% masyarakat Nusa Tenggara Timur mengetahui akan diadakannya Pilkada pada bulan November. Adapun, terkait popularitas atau keterkenalan ketiga pasangan calon, hasilnya menunjukkan bahwa ketiganya cukup dikenal masyarakat.</p>
<p>Namun, tingkat pengenalan publik tertinggi tercatat pada pasangan Melki Lakalena dan Johni Asadoma, dengan angka mencapai 83,2%. Hal ini didorong oleh popularitas mantan Kapolda NTT, Johni Asadoma, yang mendampingi Melki Lakalena sebagai calon wakil gubernur.</p>
<p>&#8220;Kemudian, pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto menempati urutan kedua dengan tingkat popularitas 70,6%, sementara pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu berada di urutan ketiga dengan tingkat popularitas 56,7%,&#8221; kata Johanes.</p>
<p>Dari hasil survei juga terungkap bahwa pasangan Melki Lakalena dan Johni Asadoma adalah yang paling disukai masyarakat NTT. Di mana sebanyak 88,7% responden menyatakan suka dan percaya bahwa pasangan ini mampu memimpin NTT dengan lebih baik.</p>
<p>Sementara itu, tingkat kesukaan masyarakat terhadap pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu mencapai 57,8%, dan pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mendapatkan tingkat kesukaan 54,6%.</p>
<p>Survei ini juga memetakan tingkat kesadaran dan pemilihan publik terhadap para calon melalui beberapa aspek. Pertama, pada aspek Top of Mind atau Spontaneous Awareness, tingkat elektabilitas pasangan Melki Lakalena dan Johni Asadoma mencapai 34,2%, sedangkan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto mencapai 27,4%, dan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu mencapai 19,6%.</p>
<p>Responden yang tidak memilih tercatat sebesar 18,8%. Pada aspek Aided Awareness, di mana responden diberikan bantuan gambar dan nama ketiga pasangan calon di kartu suara, hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Melki Lakalena dan Johni Asadoma mencapai tingkat keterpilihan 40,8%. Pasangan Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto memperoleh 33,4%, sedangkan pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu mendapatkan 20,1%.</p>
<p>Responden yang tidak memilih berjumlah 5,7%. Selain itu, survei ini juga mengukur kemantapan responden dalam pilihan kepala daerah saat survei dibandingkan dengan pilihan di bilik suara. Hasilnya menunjukkan bahwa 67,2% responden tidak akan mengubah pilihan mereka, sedangkan 27,6% menyatakan akan merubah pilihan setelah mengetahui visi dan misi pasangan calon saat kampanye. Kemudian, sebanyak 5,2% responden memilih untuk tidak mengungkapkan pilihan mereka.</p>
<p>Dalam survei juga ditemukan sejumlah permasalahan yang menjadi keluhan masyarakat NTT, di mana 75,7% responden mengungkapkan bahwa mereka menghadapi isu-isu serius seperti kemiskinan, keterbatasan sarana prasarana dan infrastruktur transportasi, dan risiko kelaparan.</p>
<p>&#8220;Selain itu, tingkat kesehatan yang rendah, serta sumber daya manusia yang kurang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi yang lamban. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kepala daerah NTT yang terpilih di masa mendatang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>(*/Ahmad Zarkasi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/survei-tbrc-pasangan-melki-lakalena-johni-asadoma-ungguli-dua-paslon-di-pilkada-ntt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei Terkini Pilgub Kaltim: Rudy Mas&#8217;ud-Seno Aji Makin Tak Terkejar Tembus 66,1 Persen</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/survei-terkini-pilgub-kaltim-rudy-masud-seno-aji-makin-tak-terkejar-tembus-661-persen/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/survei-terkini-pilgub-kaltim-rudy-masud-seno-aji-makin-tak-terkejar-tembus-661-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 08:10:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[LSI]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=17361</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Samarinda &#8211; Laboratorium Suara Indonesia (LSI) telah melakukan survei kedua terkait elektabilitas dua pasangan calon Gubernur dan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Samarinda &#8211;</strong> Laboratorium Suara Indonesia (LSI) telah melakukan survei kedua terkait elektabilitas dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), yaitu petahana Isran Noor &#8211; Hadi Mulyadi dan penantang mereka, Rudy Mas&#8217;ud- Seno Aji.</p>
<p>Survei ini memberikan gambaran jelas mengenai kekuatan elektoral masing-masing pasangan dalam menghadapi kontestasi politik di Provinsi Kaltim. Terutama bagi petahana yang didukung oleh PDI Perjuangan, sementara pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji diusung oleh koalisi partai besar.</p>
<p>&#8220;Hasil survei tingkat elektabilitas atau tingkat keterpilihan oleh publik terhadap para kedua Pasangan Calon Kepala Daerah Kaltim dipetakan melalui beberapa aspek, yakni Top of Mind, Spontaneous Awareness, serta Aided Awareness,&#8221; kata Direktur Eksekutif LSI Albertus Dino dalam keterangannya, Senin (7/10/2024).</p>
<p>Dino menjelaskan, Aspek Top of Mind merupakan satu nama yang disebut pertama kali oleh responden. Aspek Spontaneous Awareness merupakan satu atau lebih nama yang disebut setelah yang pertama.</p>
<p>Sementara aspek aided awareness merupakan sosok atau nama yang disebut setelah responden dibantu dengan daftar nama. Hasil Survei pada Aspek Top of Mind merupakan Salah satu paslon yang disebut pertama kali oleh responden.</p>
<p>Ketika Responden diminta untuk memilih paslon sebagai kepala daerah Kalimantan Timur menunjukan pasangan calon Rudy Mas&#8217;ud-Seno Aji paling banyak disebut hingga mencapai 54,1% kemudian pasangan petahana Isran Noor- Hadi Mulyadi disebut sebanyak 25,8% dan yang tidak menyebut kedua paslon tersebut sebanyak 20,1%.</p>
<p>Hasil survei juga menunjukkan kekuatan elektoral kedua paslon dengan simulasi pertanyaan tertutup mengunakan kartu suara bahwa tingkat elektabilitas pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji mencapai 66,1%, jauh mengungguli pasangan petahana Isran Noor &#8211; Hadi Mulyadi yang hanya memperoleh 28,3%. Sementara itu, 5,6% responden memilih untuk tidak memberikan dukungan kepada kedua pasangan.</p>
<p>Pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji tampak mendominasi elektabilitas dengan persentase 66,1%. Angka ini menunjukkan bahwa mereka mendapatkan dukungan signifikan dari masyarakat Kalimantan Timur, yang tampaknya lebih cenderung memilih mereka dibandingkan pasangan petahana.</p>
<p>Hasil survei, lanjut Dino, juga menunjukan potensi kemenangan pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji makin mendekati Hal ini terkait dengan Hasil survei tentang kemantapan pilihan terhadap pasangan calon Kepala Daerah Kaltim disaat pilkada nanti.</p>
<p>&#8220;Dibandingkan pilihan saat survei dilakukan dan diketahui bahwa tingkat kemantapan memilih sebesar 77,6% dan yang menyatakan masih mungkin dapat berubah 22,4%,&#8221; kata Dino.</p>
<p>Sisi lain, Dino mengungkapkan, tentang analisis hasil survei. Perihal ini, popularitas Rudy Mas&#8217;ud sebagai anggota DPR RI dan pengusaha muda sukses di Kaltim menjadi faktor penting di balik elektabilitas tinggi pasangan ini.</p>
<p>Menurutnya, selama masa jabatannya sebagai anggota DPR RI, Rudy dikenal dengan kinerjanya yang banyak memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, keberhasilannya sebagai pengusaha muda juga membuatnya menjadi sorotan di kalangan anak muda.</p>
<p>Sementara itu, Seno Aji, sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur yang aktif turun ke masyarakat, turut menarik simpati warga. Kombinasi kedua tokoh ini menjadi kekuatan utama pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji dalam memenangkan dukungan publik.</p>
<p>Adapun kekalahan telak pasangan petahana Isran Noor &#8211; Hadi Mulyadi menandakan bahwa masyarakat Kalimantan Timur tampaknya telah beralih kepada pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji. Pergeseran ini kemungkinan disebabkan oleh kekecewaan terhadap kepemimpinan petahana atau faktor politik lainnya.</p>
<p>Seperti kesulitan Isran Noor dan Hadi Mulyadi dalam menjaga komunikasi dengan mayoritas partai politik di DPRD Kalimantan Timur. Sementara pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji didukung oleh koalisi gemuk, pasangan petahana hanya didukung oleh PDIP dan Partai Demokrat.</p>
<p>Salah satu faktor penentu keberhasilan pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji adalah citra positif mereka di mata publik. Mereka dipandang sebagai pasangan yang solid dan mampu menawarkan program kerja yang lebih realistis serta sesuai dengan harapan masyarakat.</p>
<p>Di sisi lain, tingkat kepuasan terhadap kinerja pasangan petahana cukup rendah, dengan hanya 40,3% responden yang merasa puas, sedangkan 59,7% lainnya mengaku tidak puas. &#8220;Penurunan daya tarik pasangan petahana, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, cukup mencolok,&#8221; ujar Dino.</p>
<p>Dino mengatakan, meskipun mereka sebelumnya dikenal sebagai tokoh politik Kaltim, popularitas dan akseptabilitas mereka tampaknya menurun di mata publik. Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak terpenuhinya janji-janji program selama masa kepemimpinan mereka, atau perubahan preferensi politik masyarakat yang kini lebih condong kepada pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji.</p>
<p>Diungkapkan, tingkat popularitas pasangan petahana memang masih cukup tinggi, mencapai 84,9%, dibandingkan dengan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji yang berada di angka 80,3%. Namun, tingkat kesukaan dan penerimaan publik terhadap pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji jauh lebih unggul, mencapai 89,7%, sedangkan petahana hanya mendapatkan 52,8%.</p>
<p>Ditambahkan, citra positif dan program kerja yang realistis menjadi kunci keberhasilan pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji dalam merebut hati pemilih. Sebaliknya, pasangan petahana, yang selama ini dikenal sebagai pemimpin politik Kaltim, justru mengalami penurunan popularitas dan akseptabilitas.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa status sebagai petahana tidak lagi menjadi kekuatan utama mereka. Survei ini juga menegaskan bahwa pasangan Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji berhasil unggul dengan elektabilitas 66,1%, jauh meninggalkan pasangan Isran Noor &#8211; Hadi Mulyadi yang hanya meraih 28,3%.</p>
<p>&#8220;Kekalahan ini menandakan penurunan dukungan elektoral bagi petahana, sementara Rudy Mas&#8217;ud &#8211; Seno Aji terus memperkuat posisi mereka sebagai kandidat terdepan dalam Pilkada Kalimantan Timur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 25 September -5 Oktober 2024. Pengambilan sample berdasarkan populasi pemilih tetap di Kaltim dengan menggunakan metode multistage random sampling.</p>
<p>&#8220;Responden survei terdiri dari 800 perempuan dan 850 laki-laki yang tersebar di 7 kabupaten dan 3 kota di Provinsi Kaltim secara proposional. Sementara margin of error kurang lebih 2,41 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,&#8221; ujar Dino.</p>
<p>(*/Ahmad Zarkasi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/survei-terkini-pilgub-kaltim-rudy-masud-seno-aji-makin-tak-terkejar-tembus-661-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
