<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sumut &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/sumut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jul 2025 02:04:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Sumut &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Luncurkan Aplikasi Eco Cycle, PTPN Dorong Circular Economy di Industri Perkebunan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/luncurkan-aplikasi-eco-cycle-ptpn-dorong-circular-economy-di-industri-perkebunan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/luncurkan-aplikasi-eco-cycle-ptpn-dorong-circular-economy-di-industri-perkebunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 02:03:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PTPN]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29976</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Holding Perkebunan PTPN III (Persero) baru saja meluncurkan aplikasi Eco Cycle, sebuah inovasi digital berbasis&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; </strong>Holding Perkebunan PTPN III (Persero) baru saja meluncurkan aplikasi Eco Cycle, sebuah inovasi digital berbasis prinsip circular economy yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah di industri perkebunan, khususnya pada sektor kelapa sawit, karet, dan tebu. Peluncuran aplikasi ini berlangsung di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pagar Merbau, Regional II Sumatera Utara, akhir pekan lalu.</p>
<p>Aplikasi ini dirancang untuk mendukung efisiensi pengelolaan limbah organik sekaligus membuka peluang komersialisasi residu kebun dan pabrik. Selain itu, Eco Cycle memungkinkan pemantauan data secara real-time, menciptakan tata kelola limbah yang lebih akuntabel dan terintegrasi.</p>
<p>Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna yang hadir langsung dalam peluncuran menyatakan bahwa Eco Cycle menjadi salah satu bagian dalam transformasi industri perkebunan menuju arah yang lebih hijau dan efisien. Ia menekankan bahwa teknologi ini selain sebagai alat bantu pelaporan, tetapi juga sebuah sistem yang menyatukan aspek lingkungan, operasional, dan ekonomi dalam satu platform digital.</p>
<p>“Eco Cycle akan menjadi soko guru pengelolaan limbah berbasis data. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata tanggung jawab lingkungan dari PTPN,” ujar Denaldy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (09/07).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-29978 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250710-WA0009-1024x682.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250710-WA0009-1024x682.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250710-WA0009-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250710-WA0009-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250710-WA0009-1536x1023.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250710-WA0009.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Sementara itu Ugun Untaryo yang hadir mewakili Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa penerapan Eco Cycle di lingkungan PalmCo akan menjadi lompatan besar dalam digitalisasi pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular. Dengan sistem yang terintegrasi, pengambilan keputusan di lapangan dinilainya akan jauh lebih cepat dan tepat, khususnya dalam mengelola sisa produksi seperti tandan kosong, limbah cair (palm oil mill effluent), hingga abu boiler.</p>
<p>“Dengan Eco Cycle, kami bisa memantau secara menyeluruh titik-titik penghasil limbah dan langsung menganalisis potensi pemanfaatannya. Ini membuka ruang besar bagi pengembangan energi alternatif, efisiensi biaya, dan potensi komersialisasi limbah,” terang Ugun.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa aplikasi ini akan memperkuat posisi PalmCo dalam aspek ESG (Environmental, Social, Governance), serta mendukung pencapaian Proper Emas dan sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca. Eco Cycle juga disebutnya sebagai langkah konkret untuk mendukung strategi dekarbonisasi PTPN Group dalam menghadapi tantangan industri masa kini.</p>
<p>“Sebagai salah satu subholding di bawah naungan PTPN III (Persero), kami menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Dunia usaha kini bergerak ke arah yang lebih hijau, lebih efisien, dan lebih bertanggung jawab secara sosial maupun lingkungan,” jelasnya.</p>
<p>Ugun juga menilai bahwa pemilihan PKS Pagar Merbau sebagai lokasi peluncuran sangat tepat. “Kebun Pagar Merbau yang menjadi tuan rumah peluncuran ini kami pandang sangat ideal. Selain memiliki potensi besar, kebun ini juga menunjukkan semangat transformasi yang tinggi. Seluruh jajaran di sini telah bersiap dan menyambut inisiatif ini dengan antusias,” ujarnya.</p>
<p>Peluncuran Eco Cycle juga menjadi momentum kolaborasi lintas entitas di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. Aplikasi ini dirancang untuk bisa diimplementasikan di lingkungan PTPN baik PalmCo dengan komoditas utama sawit, PTPN I SupportingCo yang menangani komoditas karet dan lainnya, serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang berfokus pada komoditas tebu.</p>
<p>Sebelumnya, PTPN IV PalmCo telah mencatatkan sejumlah pencapaian dalam aspek pengelolaan lingkungan, termasuk keberhasilan meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Perusahaan juga disebut sebagai pelat merah pertama di sektor perkebunan yang siap melangkah ke perdagangan karbon domestik melalui pemanfaatan residu sawit sebagai sumber energi alternatif.</p>
<p>Dengan peluncuran Eco Cycle, PTPN Group semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi industri berbasis keberlanjutan, sekaligus menjawab arah kebijakan nasional menuju ekonomi hijau dan target Net Zero Emission pada 2060. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/luncurkan-aplikasi-eco-cycle-ptpn-dorong-circular-economy-di-industri-perkebunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jusuf Kalla Sebut Polemik 4 Pulau di Aceh Jadi Pembelajaran bagi Pemerintah</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/jusuf-kalla-sebut-polemik-4-pulau-di-aceh-jadi-pembelajaran-bagi-pemerintah/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/jusuf-kalla-sebut-polemik-4-pulau-di-aceh-jadi-pembelajaran-bagi-pemerintah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 07:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29206</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa polemik empat pulau Aceh akan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa polemik empat pulau Aceh akan menjadi pembelajaran yang baik bagi pemerintah, khususnya dalam pengambilan kebijakan tentang Aceh.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla usai menerima kunjungan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud di kediaman pribadinya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2025) malam.</p>
<p>&#8220;Jadi, bagi kita semua, ini pembelajaran. Ini kasus yang pertama setelah 20 tahun yang lalu bahwa apabila ingin mengambil keputusan, kita membaca betul Undang-Undang Aceh, MoU Helsinki, karena di situ jelas. Apabila ingin membuat keputusan atau apa saja yang berhubungan dengan Aceh harus dengan sepengetahuan dan konsultasi serta persetujuan dengan pemerintah Aceh, tetapi ini tidak dilakukan,&#8221; kata JK, sapaan akrab Jusuf Kalla.</p>
<p>JK juga menekankan pentingnya memahami sejarah serta memahami undang-undang yang ada sebelum mengambil kebijakan atau tindakan.</p>
<p>Pada kesempatan itu, JK juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran yang telah bertindak cepat dalam penyelesaian persoalan polemik empat pulau tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Presiden, terima kasih Mendagri, dan juga justru Wakil Ketua DPR Pak Dasco, yang memimpin pertemuan ini. Da tentu juga mempunyai pandangan yang baik tentunya,&#8221; tutur JK.</p>
<p>Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud mengunjungi kediaman JK setelah pemerintah mengembalikan status Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek ke dalam wilayah administratif Provinsi Aceh.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Malik menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah bertindak cepat untuk menyelesaikan polemik antara Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara soal empat pulau tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya sebagai Wali Nanggroe Aceh mengucapkan alhamdulillah, syukur alhamdulillah atas sudah selesainya masalah polemik empat pulau yang berlaku baru-baru ini. Dengan ini saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Presiden, kepada petinggi-petinggi kita yang menyelesaikan masalahnya, termasuk juga Pak Mendagri,&#8221; ujar Tengku Malik.</p>
<p>Malik mengaku sempat khawatir pemerintah salah langkah dalam mengambil keputusan tersebut. Namun, hal yang dikhawatirkan itu tidak terjadi dan dia yakin masyarakat Aceh senang dengan keputusan Presiden soal empat pulau tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya cukup senang sekali karena masalahnya sudah diselesaikan dan ini suatu keputusan yang bijaksana. Kalau tidak, saya yang khawatirkan bahwa ada kejadian gejolak lagi di antara Sumatera Utara dan Aceh,&#8221; tuturnya</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada JK yang telah membantu menyelesaikan persoalan tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Jusuf Kalla sudah jauh-jauh hari berhubungan dengan kami. Beliau juga membantu menyelesaikan persoalan ini,&#8221; tuturnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/jusuf-kalla-sebut-polemik-4-pulau-di-aceh-jadi-pembelajaran-bagi-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
