<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Siti Zuhro &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/siti-zuhro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2025 23:58:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Siti Zuhro &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BRIN: Pilkada Tak Bisa Diseragamkan, Daerah Bervariasi Butuh Pendekatan Berbeda</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/brin-pilkada-tak-bisa-diseragamkan-daerah-bervariasi-butuh-pendekatan-berbeda/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/brin-pilkada-tak-bisa-diseragamkan-daerah-bervariasi-butuh-pendekatan-berbeda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2025 23:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Zuhro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30955</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai bahwa model pemilihan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211;</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai bahwa model pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak bisa diseragamkan antara satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebab, kata dia, keragaman karakteristik sosial, ekonomi, hingga budaya antar-wilayah menuntut pendekatan yang berbeda, termasuk dalam pelaksanaan pilkada.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">“Daerah itu sangat Bhinneka Tunggal Ika, sangat unik. Provinsi, kabupaten, kota karakteristik kekhasan potensinya itu beda-beda maka kalau diseragamkan itu pasti gagal,” katanya di Jakarta, Kamis (31/7).</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Meski sistem pilkada langsung memiliki kelebihan berupa partisipasi rakyat yang memilih secara langsung, kata dia, dalam praktiknya kerap disalahgunakan oleh elite politik sehingga merusak tujuan demokrasi, seperti maraknya penggunaan praktik politik uang dan mobilisasi massa.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Ketika one man one vote, jangan cuman mengandalkan mobilisasi dengan vote buying. Itu bukan membangun peradaban. Demokrasi itu membangun peradaban. Bukan membangun ketidakberadaban,&#8221; ujarnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ia juga menilai penyelenggaraan pilkada langsung di wilayah-wilayah dengan tingkat pendidikan rendah dan fiskal lemah hanya akan memperburuk keadaan</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Dalam keadaan ekonomi kita seperti ini, pendidikan SDM kita yang masih SMP, bahkan SD, itu menurut saya menistakan. Memberikan uang terus-menerus setiap pilkada itu menistakan masyarakat,&#8221; katanya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Untuk itu, dia memandang daerah-daerah tertentu yang belum siap secara ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) maka mekanisme pilkada melalui DPRD dapat dipertimbangkan ulang.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Jadi maka kalau ada daerah yang seperti Jakarta mumpuni untuk dilakukan pilkada langsung, silakan. Tapi yang tidak mumpuni karena fiskalnya rendah, ekonominya potensinya juga rendah, pendidikan SDM sebagian besar juga itu tidak eligible, gitu ya,&#8221; ucapnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Dia memandang apabila pilkada dipilih melalui DPRD maka dapat mengurangi potensi yang kiranya muncul di tengah masyarakat dan menekan biaya pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Sehingga kelebihan-kelebihan dari dipilih melalui DPRD itu harus menonjol. Orang yang akan dipilih menjadi kepala daerah, wakilnya mungkin diseleksi sendiri gitu, itu betul-betul mumpuni berdasarkan kriteria,&#8221; ujarnya.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ia mengemukakan pentingnya DPRD memilih calon kepala daerah yang terbaik.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">&#8220;Sehingga DPRD memilihnya itu the best among the best, bukan the best among the worst. Bukan dipilih karena baik di antara yang jelek-jelek, bukan,&#8221; katanya.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/brin-pilkada-tak-bisa-diseragamkan-daerah-bervariasi-butuh-pendekatan-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti Menilai Anies Bidik Kursi Gubernur Jakarta untuk Modal Pilpres 2029</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/peneliti-menilai-anies-bidik-kursi-gubernur-jakarta-untuk-modal-pilpres-2029/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/peneliti-menilai-anies-bidik-kursi-gubernur-jakarta-untuk-modal-pilpres-2029/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jun 2024 02:30:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Zuhro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=10441</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Peneliti politik senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Siti Zuhro menilai Anies Baswedan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Peneliti politik senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Siti Zuhro menilai Anies Baswedan kembali membidik kursi Gubernur Jakarta dengan mengikuti Pilkada Jakarta 2024, sebagai modal untuk ikut kembali di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) selanjutnya pada tahun 2029.</p>
<p>Dia menilai tidak ada penolakan dari Anies setelah mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPW Jakarta untuk maju di Pilkada. Artinya, kata dia, fenomena tersebut tersebut merupakan gayung bersambut antara kedua pihak.</p>
<p>&#8220;Atau mungkin lebih dari satu partai nanti yang ingin mengusung Anies dan dalam hal ini Anies sebagai mantan Gubernur satu periode,&#8221; kata Siti Zuhro saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (14/6/2024).</p>
<p>Dalam perspektif politisi, dia menilai Anies memanfaatkan kesempatan yang ada tersebut demi mempertahankan pamornya dalam beberapa tahun mendatang. Karena jika tidak muncul ke permukaan, menurutnya publik bisa saja melupakan sosok tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah tidak menjabat dan sebagainya mungkin dilupakan, selain itu Anies juga kan bukan ketua umum partai politik, dia kan perseorangan,&#8221; katanya.</p>
<p>Di samping itu, dia juga berpendapat bahwa Jakarta akan tetap menjadi barometer politik nasional dalam beberapa waktu ke depan walaupun ibu kota telah berpindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).</p>
<p>Baru-baru ini, nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep pun diisukan bakal mendampingi Anies sebagai bakal calon wakil Gubernur Jakarta. Dia pun mengatakan bahwa kemungkinan yang ada tersebut lumrah terjadi dalam dunia politik yang memiliki orientasi kekuasaan.</p>
<p>&#8220;Tapi kan belum tentu seperti itu, seperti menyongsong Pilpres ada koalisi yang bubar, yang dijodohkan bubar, ini hanya baru simulasi saja,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/peneliti-menilai-anies-bidik-kursi-gubernur-jakarta-untuk-modal-pilpres-2029/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
