<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sarnadi Adam &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/sarnadi-adam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 09:59:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Sarnadi Adam &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wagub DKI Buka Pameran Tunggal Lukisan Sarnadi Adam Bertajuk &#8220;Dari Betawi untuk Jakarta&#8221;</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/wagub-dki-buka-pameran-tunggal-lukisan-sarnadi-adam-bertajuk-dari-betawi-untuk-jakarta/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/wagub-dki-buka-pameran-tunggal-lukisan-sarnadi-adam-bertajuk-dari-betawi-untuk-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 09:59:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Maestro Pelukis Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[Sarnadi Adam]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub DKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29380</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membuka pameran tunggal lukisan Sarnadi Adam yang bertajuk &#8216;Dari&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membuka pameran tunggal lukisan Sarnadi Adam yang bertajuk &#8216;Dari Betawi untuk Jakarta&#8217; di Pendopo Balai Kota, pada Senin (23/6/2025). Sebanyak 28 karya lukisan dipamerkan sang maestro asal Betawi, mulai 23-30 Juni 2025, yang masih dalam rangkaian HUT kota Jakarta ke-498.</p>
<p>&#8220;Jujur, saya baru bertemu beliau sekitar tiga bulan lalu. Saat pertama masuk ruang kerja, saya melihat tidak ada lukisan di dinding. Lalu saya mencari tahu, apakah ada pelukis Betawi dengan gaya khas Betawi. Ternyata ada. Anak Betawi yang menjadi pelukis memang banyak, tapi yang menampilkan gaya Betawi tidak banyak. Saya pribadi suka karena karyanya memiliki karakter dan ciri khas yang kuat,” ungkap Rano, dalam sambutan pembukaan pameran.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-29383 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0060-1024x840.jpg" alt="" width="640" height="525" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0060-1024x840.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0060-300x246.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0060-768x630.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0060.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Dirinya menambahkan, Pemerintah Provinsi Jakarta akan lebih sering menghadirkan pameran seni serupa di Balai Kota sebagai upaya pelestarian budaya Betawi yang menjadi identitas lokal Jakarta. Bahkan, dirinya akan membuat galeri seni di pendopo Balai Kota.</p>
<p>Menurut Rano, hasil karya Sarnadi Adam yang menampilkan tema Betawi itu memiliki karakter dan ciri khas kekuatan roh budaya. Karenanya, wajar jika Sarnadi telah diundang pameran ke berbagai kota lain di belahan dunia.</p>
<p>Rano menambahkan, kegiatan pameran lukisan Betawi ini merupakan yang perdana digelar di Balai Kota dan tidak akan menjadi terakhir. Ke depan, dipastikan akan dilakukan kegiatan serupa dengan mengajak seniman Betawi lainnya.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan ini masyarakat tahu, ternyata orang Jakarta atau anak Betawi juga ada yang menjadi maestro lukis,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-29382 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0061-1024x847.jpg" alt="" width="640" height="529" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0061-1024x847.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0061-300x248.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0061-768x635.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0061.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Sementara itu, Sarnadi Adam mengaku mulai menekuni seni lukis dengan mengangkat tema Betawi sejak 45 tahun lalu. Hasil dari karyanya pernah dipamerkan di berbagai kota dunia seperti Amsterdam, New York, Boston serta berbagai kota di Swedia, Swiss Belgia dan Perancis.</p>
<p>Ia merasa sangat terhormat bisa diundang untuk menggelar pameran ke Balai Kota oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan ini menjadi yang pertama dalam sejarah hidupnya selama menjadi pelukis diberikan kesempatan untuk tampil di Balaikota, Jakarta.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-29381 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0062-1024x811.jpg" alt="" width="640" height="507" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0062-1024x811.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0062-300x238.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0062-768x608.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0062-1536x1216.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250623-WA0062.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Usai pameran ini tiga lukisan di antaranya akan diserahkan untuk dipajang di ruang Waki Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bang Rano yang telah memberikan kesempatan saya untuk pameran di pendopo Balai Kota DKI Jakarta, ini merupakan sejarah bukan saja buat Jakarta, tapi juga untuk Indonesia,&#8221; pungkas Sarnadi Adam.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/wagub-dki-buka-pameran-tunggal-lukisan-sarnadi-adam-bertajuk-dari-betawi-untuk-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Betawi dalam Goresan Lukisan Sarnadi Adam, Kental Suasana Kehidupan Jakarta</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/jejak-betawi-dalam-goresan-lukisan-sarnadi-adam-kental-suasana-kehidupan-jakarta/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/jejak-betawi-dalam-goresan-lukisan-sarnadi-adam-kental-suasana-kehidupan-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2024 12:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Jurnalis Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Maestro Pelukis Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Sarnadi Adam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=14854</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; T-Space yang berada di Bintaro sektor 9, Tangerang Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Kini, tempat&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; T-Space yang berada di Bintaro sektor 9, Tangerang Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Kini, tempat community building itu dihiasi oleh pameran lukisan karya pelukis maestro Betawi bernama Sarnadi Adam.</p>
<p>Pameran yang berlangsung sejak 10 Juli sampai 25 Agustus 2024 ini, mengusung tema &#8220;Dari Betawi Untuk Jakarta&#8221; dengan memamerkan sebanyak 22 lukisan. Walhasil, masyarakat, pengunjung, hingga penikmat seni, diajak bernostalgia, melihat Betawi dalam bingkai lukisan.</p>
<p>Karya lukisan pelukis berusia 68 tahun yang dihadirkan dalam pameran, merupakan karya-karya seninya yang ia buat selama ini. Lukisan yang dipamerkan, seluruhnya berjumlah 22 buah yang dipajang di dinding T-Space milik penyanyi Tompi itu.</p>
<p>Saat ditemui oleh Forum Jurnalis Betawi (FJB), pada Minggu (25/8), Sarnadi menyampaikan bahwa karya lukisannya tersebut terinspirasi dan selalu fokus berasal dari kehidupan berkesenian dan kebudayaan masyarakat Betawi.</p>
<p>Goresan tangan karya sang maestro asli Betawi ini tidak pernah melepaskan budaya masyarakat Jakarta dalam setiap karyanya. Nuansa dalam setiap lukisan yang dihadirkannya itu menampilkan suasana Jakarta tempo dulu.</p>
<p>&#8220;Lukisan-lukisan dalam kanvas ini kebanyakan objek perempuan. Semua karya ini terinspirasi ketika saya masih remaja atau anak-anak sehingga kenangan itu membekas dengan situasi Jakarta yang sudah sangat berbeda seperti sekarang,&#8221; kata Sarnadi Adam.</p>
<p>Lebih jauh ia menjelaskan bahwa dirinya selalu menonjolkan warna-warna cerah dan menarik perhatian yang banyak didominasi warna kuning, merah dan hijau dalam setiap karya lukisannya.</p>
<p>Misalnya lukisan Palang Pintu bersama para ulama dengan latar belakang hijau pepohonan. Ada juga lukisan dialog para penari wanita di antaranya penari Cokek Betawi hingga ondel-ondel yang menjadi ikon Jakarta.</p>
<p>Begitu juga lukisan tentang kehidupan perjalanan seseorang yang jadi penari dengan refleksi gaya hidup mengubah gaya berpakaiannya. Lalu ada lukisan kehidupan para perempuan berhijab yang tampak sedang kondangan, dilatari rindangnya pepohonan sebagai suasana perkampungan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-14855 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG_20240825_191843-1024x859.jpg" alt="" width="640" height="537" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG_20240825_191843-1024x859.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG_20240825_191843-300x252.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG_20240825_191843-768x644.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG_20240825_191843.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Saat ditanya mengenai lukisan mana yang paling disukai dan memiliki harga jual tertinggi, maestro yang mulai berkarya sejak 1975 itu mengungkap bahwa lukisan palang pintu adalah termahal yang dipamerkan saat ini.</p>
<p>&#8220;Lukisan paling mahal itu ada di atas yakni Palang Pintu bernilai Rp100 juta. Nilai tersebut karena sulitnya proses gagasan, proses dasarnya. Jadi bukan dari ukuran juga dari lamanya melukis,&#8221; beber seniman asli Betawi tersebut.</p>
<p>Dengan imajinasi dan kreasinya di kanvas, dirinya menginginkan seni dan budaya Betawi tetap eksis meski Jakarta semakin berkembang menjadi salah satu kota global dengan kehidupan modern. Terlebih lagi akan menjadi DKJ (Daerah Khusus Jakarta).</p>
<p>&#8220;Maka dari itu, untuk mengembangkan dan menjaga keeksisan seni dan budaya Betawi, khususnya melukis, kami melakukan workshop ke anak-anak berbakat dan mereka antusias karena merasa dijadikan seorang Betawi. Ini jugasupaya budaya Betawi jadi core-nya<br />
Jakarta,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perjalanan Sarnadi Adam Menjadi Maestro Pelukis Betawi</strong></p>
<p>Sarnadi adam mulai menjejaki dunia seni lukis sejak 1975. Kemudian memulai pameran lukisan tunggal pertamanya pada 1982 dan pameran perdana di mancanegara pada 1999 ketika melakukan ekshibisi pertama di Amsterdam, Belanda.</p>
<p>Berkat pameran bersama di Belanda tersebut, dosen seni rupa di Universitas Jakarta itu juga pernah pameran di beberapa kota di Amerika Serikat di antaranya New York, New Jersey dan juga Boston.</p>
<p>Karya Sarnadi Adam juga pernah dipamerkan di sejumlah negara lain, mulai dari Jerman, Prancis, Swedia, Belgia, Luxemburg, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Korea Selatan, hingga Cina. Selain bentuk eksistensi diri, pameran itu juga tanggung jawab sebagai pelukis, baik untuk pameran yang bersifat seremonial maupun sosial.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-14857 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240825-WA0050.jpg" alt="" width="900" height="405" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240825-WA0050.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240825-WA0050-300x135.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240825-WA0050-1024x461.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240825-WA0050-768x346.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240825-WA0050-1536x691.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p>Berkat keberhasilan tersebut, Sarnadi diganjar sejumlah penghargaan dalam bidang seni di antaranya tiga kali meraih Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Gus Dur pada 2000, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 dan Presiden Joko Widodo pada 2017.(*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/jejak-betawi-dalam-goresan-lukisan-sarnadi-adam-kental-suasana-kehidupan-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
