<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Royan Hidayat &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/royan-hidayat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jul 2024 02:20:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Royan Hidayat &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Gelar Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia dan Partisipasi dalam Hari Bersih-Bersih Nasional dengan Universitas Tarlac, Filipina</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-gelar-sosialisasi-pengajaran-bahasa-indonesia-dan-partisipasi-dalam-hari-bersih-bersih-nasional-dengan-universitas-tarlac-filipina/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-gelar-sosialisasi-pengajaran-bahasa-indonesia-dan-partisipasi-dalam-hari-bersih-bersih-nasional-dengan-universitas-tarlac-filipina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 23:36:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11859</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Dalam upaya memperkuat hubungan antara Filipina dan Indonesia, Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia telah menjadi sebuah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Dalam upaya memperkuat hubungan antara Filipina dan Indonesia, Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia telah menjadi sebuah inisiatif penting. Bahasa merupakan jembatan utama dalam menyampaikan gagasan, nilai, dan ekspresi diri.</p>
<p>Sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarkan pemahaman akan pentingnya memelihara dan mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi yang efektif, serta merangkul keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat internasional diharapkan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian dan kemurnian Bahasa Indonesia.</p>
<p>Momentum Hari Bersih-Bersih Nasional: Membangun Kesadaran Lingkungan Global<br />
Setiap tahun, Hari Bersih-Bersih Nasional menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia dan internasional untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bagi kesejahteraan bersama.</p>
<p>Hari Bersih-Bersih Nasional mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu dalam upaya pelestarian lingkungan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, akan tercipta budaya peduli lingkungan yang kental di kalangan masyarakat internasional, serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.<br />
Pengabdian Masyarakat Internasional di Tarlac, Filipina<br />
Pengabdian masyarakat internasional yang dilaksanakan di Tarlac, Filipina, menggabungkan dua inisiatif utama: sosialisasi pengajaran Bahasa Indonesia dan kesadaran kebersihan.</p>
<p>Melalui program ini, diharapkan masyarakat setempat dapat memperoleh wawasan baru tentang pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.<br />
Sosialisasi pengajaran Bahasa Indonesia di Tarlac bertujuan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Filipina. Para peserta, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, diajak untuk memahami dan mengapresiasi keunikan bahasa serta budaya Indonesia. Ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua negara dan mendorong kerjasama lebih lanjut di berbagai bidang.</p>
<p>Selain itu, kegiatan Hari Bersih-Bersih Nasional yang dilaksanakan di Tarlac menjadi contoh konkret bagaimana partisipasi aktif masyarakat dapat menciptakan perubahan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, guru, dan warga setempat, untuk bersama-sama membersihkan area publik dan menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.<br />
Dalam upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, telah diadakan dua inisiatif penting: Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia dan Hari Bersih-Bersih Nasional di Filipina. Berikut adalah tujuan dari masing-masing kegiatan tersebut:<br />
Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia</p>
<p>1. Mempertahankan dan Meningkatkan Hubungan Bilateral Sosialisasi pengajaran Bahasa Indonesia di Filipina bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara dengan mempromosikan pemahaman budaya dan bahasa. Dengan memahami Bahasa Indonesia, warga Filipina dapat lebih mengenal dan menghargai budaya Indonesia, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat dan harmonis.<br />
2. Peningkatan Kerja Sama Pendidikan Dengan memperkenalkan Bahasa Indonesia di Filipina, diharapkan dapat merangsang kerja sama di bidang pendidikan. Ini termasuk pertukaran pelajar, program beasiswa, dan kolaborasi penelitian antar universitas. Kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua negara, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.<br />
3. Memperluas Peluang Karier Pengetahuan Bahasa Indonesia dapat membuka peluang karier baru bagi warga Filipina dalam berbagai sektor yang terkait dengan hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina, seperti perdagangan, pariwisata, dan diplomasi. Dengan kemampuan berbahasa Indonesia, mereka akan lebih kompetitif dan memiliki keunggulan di pasar kerja internasional.</p>
<p>Kegiatan Hari Bersih-Bersih Nasional di Filipina<br />
1. Peningkatan Kesadaran Lingkungan Kegiatan Hari Bersih-Bersih Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Filipina akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini mencakup pembersihan sungai, pantai, dan jalan-jalan, serta edukasi tentang pentingnya kelestarian lingkungan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.<br />
2. Menggalakkan Partisipasi Masyarakat Melalui kegiatan ini, pemerintah berusaha menggalakkan partisipasi aktif masyarakat, baik individu maupun kelompok, dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Partisipasi aktif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.</p>
<p>Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional yang dilaksanakan di Tarlac, Filipina, telah berhasil diselenggarakan dan memberikan berbagai manfaat signifikan.</p>
<p>Berikut adalah kesimpulan dari kegiatan ini:</p>
<p>1. Bagian Integral dari Program Universitas Pancasakti Tegal Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini merupakan bagian integral dari keseluruhan program di Universitas Pancasakti Tegal, khususnya pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Melalui program ini, universitas berupaya memperluas cakupan pengabdian masyarakat tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, memperkuat komitmen terhadap pendidikan global.</p>
<p>2. Bukti Pelaksanaan dan Pengembangan Kapabilitas Laporan yang dibuat dari kegiatan ini berfungsi sebagai bukti pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Tarlac, Filipina. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan integritas dan kapabilitas dalam mengemban tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di luar negeri. Dokumentasi ini menjadi acuan penting bagi evaluasi dan pengembangan program serupa di masa depan.</p>
<p>3. Penerapan dan Pengembangan Ilmu serta Keterampilan Mahasiswa Kegiatan ini telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu serta keterampilan yang mereka miliki dalam kegiatan pembelajaran di luar kampus dan luar negeri. Mahasiswa dapat merasakan langsung aplikasi praktis dari teori yang dipelajari, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan kolaborasi internasional.</p>
<p>Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional di Tarlac, Filipina, tidak hanya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dan dosen Universitas Pancasakti Tegal. Program ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dapat diintegrasikan dalam konteks global untuk menghasilkan manfaat yang luas dan berkelanjutan.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-gelar-sosialisasi-pengajaran-bahasa-indonesia-dan-partisipasi-dalam-hari-bersih-bersih-nasional-dengan-universitas-tarlac-filipina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Mengajar Bahasa Indonesia dan Mempromosikan Budaya Nusantara di Thailand Selatan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-mengajar-bahasa-indonesia-dan-mempromosikan-budaya-nusantara-di-thailand-selatan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-mengajar-bahasa-indonesia-dan-mempromosikan-budaya-nusantara-di-thailand-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 23:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11864</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Dalam agenda pengabdian Masyarakat internasional, Universitas Pancasakti Tegal melakukan pengajaran Bahasa Indonesia dan juga mempromosikan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Dalam agenda pengabdian Masyarakat internasional, Universitas Pancasakti Tegal melakukan pengajaran Bahasa Indonesia dan juga mempromosikan biudaya Indonesia di kancah internasional. Agenda pengabdian Masyarakat ini bertempat di negara Thailand, tepatnya di Thailand Selatan.</p>
<p>Dalam pengabdian ini, Universitas Pancasakti Tegal mengirimkan 2 mahasiswa dan juga 1 dosen pembimbing lapangan untuk mengajarkan dan mempromosikan tentang Indonesia. Peserta pengabdian Masyarakat internasional ini antara lain Warapa Tohdin, Kewalin Sensulee, dan Ihda Rosdiana, M. Hum.<br />
Kegiatan yang dilakukan ini berlangsung dalam 4 Minggu atau 1 bulan. Dalam 1 bulan lamanya, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan juga DPL yang mengikuti program pengabdian Masyarakat internasional ini.</p>
<p>Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan juga DPL dalam mengajar Bahasa Idonesia dan juga mempromosikan budaya Indonesia di negara Gajah Putih tersebut.</p>
<p><strong>Minggu Pertama: Mendorong Anak-Anak Sai Ngam Tunjukkan Potensi</strong></p>
<p>Kegiatan pada minggu pertama bertujuan untuk mendorong anak-anak di desa Sai Ngam agar menunjukkan potensi mereka dengan berpartisipasi dalam kompetisi akademik. Biasanya, ada kompetisi akademik setiap tahun untuk sekolah-sekolah Islam. Dalam kompetisi akademik ini, anak-anak dari berbagai desa ikut berpartisipasi bersama. Tujuan membawa mereka ke acara ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bakat. Saat berpartisipasi, mereka mendapatkan banyak pengetahuan dan membuat teman baru. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membuat mereka senang dan menikmati pembelajaran di luar kelas dan di luar batasan formal.</p>
<p><strong>Minggu Kedua: Mengawasi Ujian di Sekolah Nurul Islam</strong></p>
<p>Kegiatan pada minggu kedua terkait dengan pengawasan ujian siswa di Sekolah Nurul Islam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu para guru Sekolah Nurul Islam dalam mengawasi ujian karena jumlah guru di sekolah tersebut terbatas.</p>
<p>Dengan adanya bantuan dari tim Universitas Pancasakti Tegal, beban para guru dapat berkurang, dan siswa mendapatkan bimbingan serta kenyamanan selama ujian berlangsung, sehingga ujian dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>Minggu Ketiga: Menanamkan Moral dan Etika</strong></p>
<p>Pada minggu ketiga, tujuan dari kegiatan adalah untuk menanamkan moral dan etika pada anak-anak. Mereka diajarkan bagaimana menerapkan prinsip-prinsip Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendorong dan memperkuat pengetahuan serta pemahaman mereka tentang pentingnya menjadi orang yang baik dan bermoral. Etika yang diajarkan melibatkan kepedulian terhadap orang lain dan kemampuan untuk hidup bahagia sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.</p>
<p><strong>Minggu Keempat: Mengajar Bahasa Melayu dan Arab</strong></p>
<p>Kegiatan pada minggu keempat bertujuan untuk mengajarkan perkenalan diri dalam bahasa Melayu kepada siswa-siswa sekolah Islam di desa (Tadika Nurul Islam). Bahasa Melayu sangat penting bagi mereka karena provinsi Satun berbatasan dengan Malaysia. Selain itu, tim juga mengajarkan kosakata bahasa Arab. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan siswa untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Melayu dengan kalimat pendek dan mengajarkan mereka kosakata bahasa Arab untuk kategori karier. Diharapkan, siswa mampu berbicara dan memperkenalkan diri dalam bahasa Melayu dengan lancar serta memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Arab.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Universitas Pancasakti Tegal di Thailand Selatan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat tetapi juga mempererat hubungan antar negara. Program ini menjadi contoh bagaimana pendidikan dan kebudayaan dapat diintegrasikan dalam konteks global untuk menciptakan dunia yang lebih harmonis dan penuh pengertian. Warapa Tohdin, Kewalin Sensulee, dan Ihda Rosdiana, M. Hum. telah menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam melaksanakan tugas ini, memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan akademisi lainnya.</p>
<p>Penulis :<br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</em> <em>Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-mengajar-bahasa-indonesia-dan-mempromosikan-budaya-nusantara-di-thailand-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan PPL dan KKN Internasional UPS Tegal Dilakukan di Thailand Selatan, Mahasiswa Memberikan Pembelajaran kepada Siswa Sekolah Dasar di Thailand</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kegiatan-ppl-dan-kkn-internasional-ups-tegal-dilakukan-di-thailand-selatan-mahasiswa-memberikan-pembelajaran-kepada-siswa-sekolah-dasar-di-thailand/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kegiatan-ppl-dan-kkn-internasional-ups-tegal-dilakukan-di-thailand-selatan-mahasiswa-memberikan-pembelajaran-kepada-siswa-sekolah-dasar-di-thailand/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 01:57:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11899</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Salah satu mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Pancasakti&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal</strong> &#8211; Salah satu mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan kegiatan PPL dan KKN Internasional. PPL sendiri merupakan singkatan dari Praktik Pengalaman Lapangan dan merupakan salah satu kegiatan perkuliahan.</p>
<p>Namun, kali ini PPL dilakukan sedikit berbeda dengan biasanya. Hal ini karena kegiatan PPL dan KKN internasional yang dilakukan berlangsung secara internasional.</p>
<p>Kegiatan PPL dan KKN internasional ini sendiri berlangsung di sekolah dasar Thessaban Bankrabineul School, Krabi, Thailand Selatan.</p>
<p>Peserta di kegiatan PPL dan KKN internasional ini adalah Ananta Anindya Syani dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, UPS Tegal. Kegiatan yang dilakukan di negara Thailand ini berlangsung selama 1 bulan lamanya.</p>
<p>Kegiatan PPL dan KKN internasional di negeri Gajah Putih memberikan segudang manfaat</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa ini ternyata tidak dilakukan oleh perguruan tinggi UPS saja tapi ada juga beberapa perguruan tinggi lainnya. Kesempatan untuk bisa melancong di negara tetangga tentunya sangat menarik untuk kebanyakan mahasiswa yang ada.</p>
<p>Banyak sekali manfaat yang bisa mahasiswa dapatkan ketika melakukan program PPL dan KKN internasional ini. Salah satunya adalah sebagai mahasiswa dari FKIP tentunya bisa mengasah keterampilan mengajar dan juga profesionalitas calon guru.</p>
<p>Dengan mengikuti kegiatan ini tentunya mahasiswa jauh lebih lihai ketika menghadapi peserta didik jika sudah menjadi guru. Mahasiswa juga akan bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki pada saat mengajar di negara Thailand tersebut.</p>
<p>Mahasiswa yang melakukan kegiatan ini tentunya juga bisa melihat perbedaan kultur atau budaya yang ada. Hal ini tentunya terlihat jelas karena budaya di Indonesia dan Thailand tentunya memiliki ciri khasnya masing-masing.</p>
<p>Gambaran Lokasi PPL dan KKN internasional di Thailand</p>
<p>Krabi adalah salah satu provinsi tertua di Thailand Selatan, terletak di sepanjang garis pantai Laut Andaman. Terletak di sebelah selatan Bangkok, Krabi terkenal dengan sektor pariwisatanya yang merupakan jantung ekonomi provinsi ini. Provinsi ini juga memiliki bandara internasional yang memudahkan pemesanan tiket pesawat langsung ke Krabi.</p>
<p>Krabi memiliki populasi Muslim yang signifikan, dengan sekitar 60% penduduknya beragama Islam, meskipun hanya sekitar 20% dari total penduduk Thailand. Meskipun jumlah umat Islam relatif kecil, masyarakat hidup harmonis dengan toleransi yang kuat di antara berbagai kepercayaan.</p>
<p>Kota ini memiliki pasar malam dan pasar tradisional yang ramai dikunjungi wisatawan. Krabi terkenal dengan keasriannya, dengan jalanan yang tenang, bebas dari kemacetan dan kebisingan klakson, serta lalu lintas yang tertib.</p>
<p>Pemandangan yang indah, seperti lautan hijau, gunung, dan pantai, mempercantik perjalanan di sepanjang jalan. Rumah-rumah panggung dan bilik bambu menambah kesan kesederhanaan dan keindahan. Hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam berkeliaran di ladang atau di sekitar rumah yang asri dan hijau.</p>
<p>Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang melakukan PPL di Thailand. Kegiatan tersebut antara lain mengajar siswa, memberikan permainan kecil dan mengawasi siswa.</p>
<p>Mahasiswa yang melakukan kegiatan ini juga merasa senang dan juga mempelajari banyak hal baru selama kegiatan ini berlangsung. Dikarenakan pembelajaran yang dilakukan untuk siswa sekolah dasar, maka pada dasarnya para siswa masih senang bermain.</p>
<p>Untuk itu, mahasiswa menggunakan metode yang ampuh untuk menguasai kelas agar tidak terlalu kacau. Dengan menggunakan metode permainan tentunya siswa akan lebih senang dan bisa menerima pembelajaran dengan baik.</p>
<p>Pembelajaran sambil bermain ini sepertinya efektif untuk dilakukan karena siswa akan lebih tertarik untuk belajar. Kegiatan yang dilakukan seperti halnya pada umumnya yaitu menggambar, belajar kosa kata baru, dan games siapa cepat dia dapat.</p>
<p>Tidak hanya pembelajaran di dalam kelas saja, mahasiswa yang mengikuti kegiatan PPL ini juga mengembangkan hubungan baik dengan elemen Masyarakat. Kegiatan ini tentunya akan membuat rasa yang lebih dekat dengan melakukan komunikasi dan mengikuti kegiatan lainnya seperti apel pagi dan lain-lain.</p>
<p>Dalam melakukan kegiatan di luar negara Indonesia tentunya ada sedikit kendala seperti komunikasi yang berbeda Bahasa. Namun, tantangan tersebut tentunya bisa diatasi dengan menggunakan teknologi seperti Google translate.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung selama 1 bulan ini tentunya akan membuat pengalaman menarik untuk mahasiswa yang bersangkutan. Serta bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa lainnya dalam melakukan kegiatan PPL internasional ini.</p>
<p>Dari kegiatan ini bisa dilihat bahwa kegiatan PPL dan KKN internasional di Thailand oleh mahasiswa UPS Tegal bukan hanya memberikan pengalaman berharga secara akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman pribadi mereka. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengambil langkah serupa dalam memperluas cakrawala pendidikan mereka melalui pengalaman internasional yang bermanfaat.</p>
<p><em>Penulis : Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</em> <em>Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kegiatan-ppl-dan-kkn-internasional-ups-tegal-dilakukan-di-thailand-selatan-mahasiswa-memberikan-pembelajaran-kepada-siswa-sekolah-dasar-di-thailand/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Berikan Pendampingan Printing 3D sebagai Pendukung Pengembangan UMKM di Wilayah Kabupaten Tegal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-berikan-pendampingan-printing-3d-sebagai-pendukung-pengembangan-umkm-di-wilayah-kabupaten-tegal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-berikan-pendampingan-printing-3d-sebagai-pendukung-pengembangan-umkm-di-wilayah-kabupaten-tegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 01:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11893</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0, Universitas Pancasakti Tegal turut serta&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0, Universitas Pancasakti Tegal turut serta dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal. Salah satu inisiatif terbaru mereka adalah pendampingan dalam teknologi additive manufacturing, atau lebih dikenal sebagai Printing 3D.</p>
<p>Printing 3D merupakan salah satu teknologi yang menjadi bagian dari revolusi industri 4.0, yang memungkinkan produksi berbasis digital dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi. Teknologi ini tidak hanya mengubah cara produksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar global.</p>
<p>Sebagai bagian dari inisiatif Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian, pendekatan Universitas Pancasakti Tegal terhadap UMKM di wilayah Kabupaten Tegal tidak hanya berfokus pada pemahaman teknologi, tetapi juga pada penerapan praktis melalui workshop dan pendampingan langsung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengadopsi teknologi terbaru.</p>
<p>Menurut Dr. Siti Nurhayati, Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal, &#8220;Pendampingan dalam teknologi Printing 3D tidak hanya tentang transfer teknologi, tetapi juga tentang membangun kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan industri 4.0. Kami percaya bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing dalam pasar global jika didukung dengan teknologi yang tepat dan pemahaman yang mendalam.&#8221;</p>
<p>Program ini juga sejalan dengan upaya untuk membangun infrastruktur digital nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam bidang teknologi. Dengan memfasilitasi akses UMKM terhadap teknologi canggih seperti Printing 3D, Universitas Pancasakti Tegal berharap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan daya saing industri di Kabupaten Tegal.</p>
<p>Melalui pendekatan holistik ini, Universitas Pancasakti Tegal tidak hanya menjadi pusat pendidikan tinggi, tetapi juga mitra strategis bagi UMKM dalam menghadapi tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0. Dengan terus mengembangkan program pendampingan dan pelatihan, mereka berkomitmen untuk menjadi pendorong utama kemajuan teknologi dan inovasi di wilayah ini.</p>
<p>Pengabdian masyarakat tentang peluang produk hasil proses printing 3D di era digitalisasi sebagai sarana pengembangan UMKM di wilayah Kabupaten Tegal menjanjikan sejumlah hasil dan dampak positif yang signifikan. Berikut adalah beberapa potensi luaran yang dapat dicapai:</p>
<p>1. Peningkatan Pengetahuan UMKM: Pengabdian masyarakat dapat memberikan pengetahuan dasar tentang teknologi printing 3D kepada UMKM di Kabupaten Tegal. UMKM akan menjadi lebih sadar akan potensi teknologi ini dalam menghasilkan produk dengan biaya lebih efisien dan waktu yang lebih singkat.</p>
<p>2. Diversifikasi Produk: Dengan pemahaman tentang potensi printing 3D, UMKM dapat mengembangkan produk-produk baru yang sebelumnya sulit atau mahal untuk diproduksi secara tradisional. Ini dapat membantu UMKM untuk menghadirkan variasi produk yang lebih menarik bagi pasar.</p>
<p>3. Peningkatan Kualitas Produk: Penggunaan teknologi printing 3D dapat memungkinkan UMKM untuk menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik dan detail yang lebih tinggi. Hal ini dapat membantu UMKM bersaing dengan produk-produk dari skala yang lebih besar.</p>
<p>4. Efisiensi Produksi: Teknologi printing 3D dapat mengurangi waktu dan biaya dalam proses produksi, karena dapat menghasilkan produk dalam satu cetakan tanpa perlu banyak tahap produksi. Hal ini dapat membantu UMKM mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.</p>
<p>5. Kolaborasi dan Jaringan: Pengabdian masyarakat dapat menciptakan peluang bagi UMKM untuk berkolaborasi dengan ahli atau institusi terkait dalam pengembangan produk menggunakan teknologi 3D printing. Ini dapat membuka peluang jaringan yang lebih luas dan akses terhadap sumber daya yang berguna.</p>
<p>6. Peningkatan Daya Saing: Dengan mengadopsi teknologi modern seperti 3D printing, UMKM di wilayah Kabupaten Tegal dapat menjadi lebih kompetitif dalam pasar yang semakin global. Produk-produk inovatif dan berkualitas dapat membantu UMKM menarik perhatian lebih banyak pelanggan.</p>
<p>7. Pengembangan SDM: Pengabdian masyarakat juga dapat membantu dalam pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan dan keterampilan baru kepada pekerja UMKM. Ini akan memperkuat kapasitas mereka dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi 3D printing.</p>
<p>8. Peningkatan Branding dan Visibilitas: Produk-produk yang dihasilkan melalui teknologi 3D printing memiliki potensi untuk menjadi inovatif dan unik. Hal ini dapat membantu meningkatkan branding dan visibilitas UMKM di pasar.</p>
<p>9. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Penggunaan teknologi 3D printing dapat membantu menggerakkan ekonomi lokal dengan memberikan peluang kepada UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menciptakan lapangan kerja baru.</p>
<p>10. Pengurangan Dampak Lingkungan: Dalam beberapa kasus, teknologi 3D printing dapat mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya, karena hanya menggunakan bahan yang diperlukan dalam proses pencetakan. Ini dapat memberikan dampak positif pada lingkungan.</p>
<p>Dengan berbagai potensi ini, pendampingan teknologi 3D printing oleh Universitas Pancasakti Tegal tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas UMKM, tetapi juga pada pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.</p>
<p><em>Penulis: Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-berikan-pendampingan-printing-3d-sebagai-pendukung-pengembangan-umkm-di-wilayah-kabupaten-tegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Implementasi Alat Rebus APEc_1 Tingkatkan Mutu Produksi Ecoprint di IKM Citra Collection Tegal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/implementasi-alat-rebus-apec_1-tingkatkan-mutu-produksi-ecoprint-di-ikm-citra-collection-tegal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/implementasi-alat-rebus-apec_1-tingkatkan-mutu-produksi-ecoprint-di-ikm-citra-collection-tegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 00:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11879</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian tahun 2022 yang berjudul &#8220;Pengembangan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian tahun 2022 yang berjudul &#8220;Pengembangan Alat Perebusan Kulit pada Proses Pewarnaan Alami Ecoprint di IKM Citra Collection Kota Tegal&#8221;.</p>
<p>Salah satu keluaran penting dari penelitian tersebut adalah alat perebusan ecoprint (APEc) yang telah mendapatkan HAKI sederhana. Berdasarkan hasil uji coba, alat ini mampu meningkatkan mutu produk dan memperpendek proses produksi di IKM Citra Collection.</p>
<p>Namun, tantangan yang dihadapi meliputi pengoperasian alat dengan benar, biaya produksi setelah penggunaan APEc, dan pengurangan waktu yang digunakan.</p>
<p>Ketua dari pengabdian Masyarakat ini adalah Ir. Zulfah., M.M. Terdapat pual 5 anggota pengabdian yang lainnya yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.</p>
<p>Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini berlangsung selama 6 bulan lamanya. Berikut beberapa rincian dari pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan.</p>
<p><strong>Metode Pelaksanaan</strong></p>
<p>Metode pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dimulai dari survei IKM, merumuskan metode yang tepat, pelaksanaan PkM, pembuatan jurnal, dan laporan PkM. Solusi yang diberikan mencakup pelatihan, penyerahan atau hibah APEc untuk IKM Citra Collection, pelatihan implementasi penggunaan alat APEc, dan penyusunan Instruksi Kerja (IK) untuk penggunaan APEc. Target dari PkM ini adalah publikasi hasil pengabdian pada jurnal pengabdian.</p>
<p><strong>Tujuan Kegiatan</strong></p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi perusahaan, dosen, dan lembaga. Bagi perusahaan, mereka akan memiliki alat produksi APEc beserta panduan penggunaannya, sehingga dapat digunakan dengan baik. Bagi dosen, kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari Tri Dharma khususnya dharma ketiga yaitu dharma pengabdian pada masyarakat sekaligus pencapaian IKU 2 dan IKU 5 Perguruan Tinggi.</p>
<p>Bagi lembaga, kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat industri, terutama IKM yang memerlukan banyak bantuan dalam pengelolaan manajemen perusahaan.</p>
<p><strong>Permasalahan dan Solusi</strong></p>
<p>Secara umum, terdapat tiga permasalahan utama yang dihadapi IKM Citra Collection:</p>
<p>1. Mutu Produk dan Waktu Perebusan: Mutu produk hasil perebusan untuk bahan kulit masih kurang baik dan waktu perebusan masih panjang. Solusinya adalah implementasi alat APEc hasil penelitian yang telah disempurnakan, terutama pada roll penggulung kulit yang diganti dari pipa pralon ke pipa stainless steel.</p>
<p>2. Mutu Produk Subkontrak: Perusahaan masih mensubkontrakkan pembuatan produk ke ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan menjahit. Namun, kadang mutu produk tidak sesuai dengan standar pabrik. Solusinya adalah pembuatan SOP mutu produk untuk pekerjaan subkontrak dan formulir pengendaliannya, serta pelatihan penggunaan SOP dan formulir kendali mutu.</p>
<p><strong>Hasil Kegiatan</strong></p>
<p>Pengabdian dengan judul &#8220;Implementasi Alat Rebus Ecoprint 1 (APEc_1) untuk Meningkatkan Mutu Produksi Ecoprint Bahan Baku Kulit Pada IKM Citra Collection Kota Tegal (Hilirisasi Dari Hasil Penelitian Tahun 2022)&#8221; telah dilaksanakan di IKM Citra Collection yang beralamat di Jalan Jalak Timur 9 Kota Tegal, dari Januari hingga Juli 2023.<br />
Metode pendampingan digunakan dalam pelaksanaan PkM ini, dengan waktu yang disepakati bersama pemilik perusahaan.</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan beberapa capaian penting:</p>
<p>1. Hibah Alat Produksi APEc: Alat produksi APEc dihibahkan untuk mendukung produksi yang lebih efisien di IKM Citra Collection.</p>
<p>2. SOP Penggunaan APEc: Disusun SOP penggunaan APEc, Instruksi Kerja (IK), dan formulir pengendalian mutu untuk memastikan alat digunakan dengan benar dan hasil produksi sesuai standar.</p>
<p>3. Pelatihan dan Sosialisasi: Pelatihan dan sosialisasi penggunaan APEc dilakukan di luar perusahaan untuk menyebarkan manfaat alat ini ke lebih banyak pelaku industri.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Implementasi alat perebusan ecoprint (APEc_1) di IKM Citra Collection telah berhasil meningkatkan mutu produksi ecoprint dan memperpendek waktu produksi. Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan, perusahaan mampu mengoptimalkan penggunaan alat ini, memastikan hasil produksi lebih baik, dan meningkatkan efisiensi operasional. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta kepedulian terhadap pengembangan industri kecil dan menengah.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/implementasi-alat-rebus-apec_1-tingkatkan-mutu-produksi-ecoprint-di-ikm-citra-collection-tegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi Pembesaran Udang Vanamae melalui SOP pada KUBE Gulamah di Tegal Timur oleh Universitas Pancasakti Tegal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/optimalisasi-pembesaran-udang-vanamae-melalui-sop-pada-kube-gulamah-di-tegal-timur-oleh-universitas-pancasakti-tegal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/optimalisasi-pembesaran-udang-vanamae-melalui-sop-pada-kube-gulamah-di-tegal-timur-oleh-universitas-pancasakti-tegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 00:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11871</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, Universitas Pancasakti Tegal melakukan sebuah pelatihan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUBE)&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, Universitas Pancasakti Tegal melakukan sebuah pelatihan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUBE) udang Vanamae. Pelatihan ini tentunya menjadi sebuah hal yang bermanfaat karena bisa meningkatkan kualias dari udang tersebut.</p>
<p>Sebagai ketua pengabdian ini adalah Ninik Umi Hartati, M.Si dan juga 8 anggota lainnya. Dalam pengabdian ini memakan waktu sekitar 6 bulan mulai dari Januari sampai Juni 2023.<br />
Udang vanamae, jenis crustacea yang digemari oleh masyarakat, semakin diminati di pasar. Seiring dengan meningkatnya permintaan, teknologi budidaya udang vanamae terus berkembang.</p>
<p>Keberhasilan budidaya udang ini sangat bergantung pada penguasaan teknologi serta pemahaman mendalam tentang lingkungan perairan dan biologi udang itu sendiri.</p>
<p>Pembudidaya udang vanamae perlu memahami ekosistem perairan tambak untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Pengetahuan tentang anatomi, morfologi, fisiologi habitat, kebiasaan makan, serta teknik pembesaran sangat penting. Selain itu, kondisi geografis juga memengaruhi struktur tanah, kualitas air, dan unsur hara. Perbedaan iklim dan perubahan cuaca juga berdampak pada teknologi sistem budidaya.</p>
<p>Dalam upaya memberdayakan masyarakat nelayan, Pemerintah Kota Tegal membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). KUBE adalah kelompok keluarga miskin yang dibentuk atas prakarsa sendiri untuk melaksanakan usaha ekonomi produktif guna meningkatkan pendapatan keluarga, sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 25 Tahun 2015 tentang KUBE.</p>
<p>Di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, terdapat beberapa kelompok nelayan yang membutuhkan pendapatan alternatif saat tidak melaut karena musim gelombang tinggi dan angin. Salah satu kelompok nelayan yang mendapatkan pendampingan mengenai SOP budidaya udang vanamae adalah KUBE Gulamah, yang berada di kawasan pantai Pulau Komodo yang terintegrasi dengan kawasan Eduminawisata.</p>
<p>Sosialisasi SOP pembesaran udang vanamae dilaksanakan di ruang kuliah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sedangkan praktiknya dilakukan di kawasan pantai Pulau Komodo. Lokasi budidaya di Kecamatan Tegal Timur memiliki panjang pantai 7 km dengan luas laut 4 mil atau 216,00 km², serta luas wilayah daratan 39,5 km². Wilayah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Tegal di timur dan selatan, serta Kabupaten Brebes di barat.</p>
<p>Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan KUBE Gulamah mampu melakukan budidaya udang vanamae sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat, mencapai target hasil biomasa panen yang optimal, dan melakukan budidaya secara berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.</p>
<p>Kawasan Eduminawisata di Pantai Pulau Komodo memiliki potensi besar dalam budidaya tambak udang vanamae. Namun, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gulamah di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, menghadapi berbagai tantangan yang mengakibatkan penurunan hasil panen. Minimnya penguasaan teknis, pengelolaan kualitas lingkungan, permasalahan hama dan penyakit, serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama yang mengancam keberlangsungan usaha budidaya mereka.</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat menginisiasi pendampingan budidaya udang vanamae dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pengelolaan lingkungan media budidaya, sehingga KUBE Gulamah dapat mengatasi masalah hama, penyakit, dan cuaca yang tidak menentu.</p>
<p>Tambak udang vanamae di kawasan pantai Pulau Komodo dirasa tepat untuk membantu meningkatkan pendapatan dan memperbaiki perekonomian KUBE Gulamah. Namun, berbagai kendala yang dihadapi membuat kelompok ini kesulitan mencapai hasil optimal.<br />
Untuk membantu mengatasi masalah tersebut dan mengoptimalkan potensi yang ada, pemerintah setempat berinisiatif memberikan pendampingan pembesaran udang vanamae menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat.</p>
<p>Melalui buku teknis SOP pembesaran udang vanamae yang diterapkan dengan disiplin oleh semua pelaksana harian, mulai dari tenaga sampling, tenaga pemberian pakan, hingga pengelola kualitas media budidaya, diharapkan hasil budidaya dapat mencapai biomassa atau tonase yang optimal dengan ukuran udang yang maksimal.</p>
<p>Dalam upaya ini, beberapa program kerja telah dirancang untuk mendukung optimalisasi potensi agribisnis perikanan di KUBE Gulamah. Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan yang dapat membantu masyarakat nelayan dalam mengoptimalkan hasil panen budidaya udang vanamae. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan KUBE Gulamah mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggotanya, serta mendukung keberlanjutan usaha budidaya udang vanamae di wilayah tersebut.</p>
<p>Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya udang vanamae di KUBE Gulamah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.</p>
<p>Budidaya udang vanamae oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gulamah di kawasan eduminawisata Pantai Pulau Komodo terus berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan. Keberhasilan ini didukung oleh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan melalui pendampingan teknis, mulai dari penyiapan media budidaya, uji stres benur, penebaran benur dengan proses aklimatisasi, manajemen pemberian pakan, teknis sampling, manajemen kualitas media budidaya, hingga panen parsial dan total.</p>
<p>Dengan adanya buku petunjuk teknis SOP pembesaran udang vanamae, usaha budidaya di kawasan eduminawisata ini dapat terus berkelanjutan. Penerapan SOP dilakukan dengan disiplin, dan untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik, Ketua KUBE Gulamah, Bapak Teguh Sapari, bertanggung jawab atas pengawasan di lapangan.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/optimalisasi-pembesaran-udang-vanamae-melalui-sop-pada-kube-gulamah-di-tegal-timur-oleh-universitas-pancasakti-tegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Lakukan Konservasi Penyu Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat Menggandeng EILMM, Kolkata, India</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-konservasi-penyu-sebagai-bentuk-pengabdian-masyarakat-menggandeng-eilmm-kolkata-india/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-konservasi-penyu-sebagai-bentuk-pengabdian-masyarakat-menggandeng-eilmm-kolkata-india/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 00:22:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11786</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat yang sangat bermanfaat. Kegiatan tersebut adalah dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211;</strong> Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat yang sangat bermanfaat. Kegiatan tersebut adalah dengan melakukan konsevasi penyu yangbertempat di Pulau Bali.</p>
<p>Kegiatan pengabdian Masyarakat dari Universitas Pancasakti Tegal ini berlangsung pada tanggal 27 Maret 2023. Kegiatan ini memiliki nama Offline Joint International Community Service.</p>
<p>Ada beberapa peserta yang mengikuti kegiatan ini dan ikut melakukan konservasi penyu. Peserta dari dalam Universitas Pancasakti Tegal sendiri seoerti Rektor Universitas Pancasakti Tegal, Direktur Pascasarjana, Dekan FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK, Seluruh Kaprodi dan Sekprodi di lingkup fakultas FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK.</p>
<p>Dari peserta internal Universitas Pancasaki Tegal berjumlah 67 peserta. Selain itu, terdapat pula peserta eksternal yang mengikuti mulai dari warga negara Inonesia dan Warga Negara Asing.</p>
<p>Peserta tersebut adalah Dekan, Dosen FEB Universitas Gunung Jati Swadaya, 4 Warga Negara Asing dari EILMM, Kolkata India. Hadir pula praktisi akademisi Professor RP.Banarjee dari EILMM, Kolkata India.</p>
<p>Pemilihan tempat di Bali ini karena Bali tumbuh sebagai salah satu tempat pelestarian penyu. Dahulu Penyu menjadi sumber makanan, namun saat ini penyu sudah berganti perannya sebagai hewan yang dilindungi sehingga muncul adanya tempat konservasi.</p>
<p>Apa itu konservasi?<br />
Konservasi diharapkan bisa mencegah kepunahan habitat penyu, menghindari eksploitasi penyu untuk tujuan komersial seperti penjualan telur, daging, dan cangkang, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak punah.\<br />
Dari permasalahan tentang penyu yang banyak dikonsumsi dan lainnya, Universitas Pancasakti Tegal melakukan pengabdian Masyarakat dengan ikut melakukan konservasi penyu.</p>
<p>Tujuan dari adanya pengabdian Masyarakat tentang konservasi peyu ini adalah untuk memantau aktivitas penyu dan melestarikan lokasi bersarang lokal di Pulau Serangan, Bali. Semua peserta ikut melihat bagaimana kehidupan penyu dan juga ikut dalam kegiatan yang diadakan.</p>
<p>Dengan melakukan konservasi tentunya calon penyu yang masih dalam bentuk telur akan lebih aman karena berada di dalam tempat khusus. Tempat khusus ini tentunya akan menjauhkan telur penyu dari predator yang ada di sekitar.</p>
<p>Dengan mengikuti program ini tentunya banyak manfaat dan juga keuntungan yang bisa peserta dapatkan. Keuntungan dan manfaat utama tentunya peserta kegiatan bisa melihat secara langsung kehidupan penyu dari dekat.</p>
<p>Adapun beberapa keuntungan lainnya antara lain:<br />
• Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang budaya internasional serta mengembangkan kerjasama antara institusi pendidikan dan budaya.<br />
• Membangun jaringan global yang lebih luas dengan memfasilitasi interaksi dan pertukaran budaya antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing.<br />
Dari pengabdian yang dilakukan terdapat beberapa hasil yang didapatkan. Berikut beberapa hasil dari pengabdian Masyarakat konservasi penyu yang dilakukan oleh universitas Pancasakti Tegal.</p>
<p>1. Penentasan telur<br />
Pembuatan tempat penetasan telur penyu harus memperhatikan suhu yang optimal bagi pertumbuhan embrio, yaitu antara 24-33⁰C. Embrio akan mati jika berada di luar kisaran suhu ini. Faktor lingkungan seperti suhu pasir sangat mempengaruhi keberhasilan penetasan. Tingkat keberhasilan penetasan pada kedalaman 40 cm, 60 cm, dan 80 cm masing-masing adalah 94,44%, 93,33%, dan 94,44%. Hal ini menunjukkan bahwa suhu di setiap kedalaman masih dalam batas toleransi.<br />
perkembangan embrio penyu laut optimal pada suhu konstan 25-27°C hingga 33-35°C. Jika suhu di luar kisaran tersebut, perkembangan embrio akan terganggu. Suhu pasir diukur menggunakan thermometer digital dengan sensor yang dimasukkan ke dalam sarang, dibiarkan selama 7-10 menit hingga suhu stabil.</p>
<p>2. Relokasi penyu<br />
Teknik relokasi telur merupakan upaya yang dilakukan oleh kepala dan staf Turtle Conservation and Education Center (TCEC) untuk melindungi dan menyelamatkan telur penyu dari gangguan lingkungan.</p>
<p>Proses ini melibatkan pengambilan telur dari habitat aslinya dan memindahkannya ke tempat penetasan semi-alami.</p>
<p>Relokasi telur penyu memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, relokasi membantu melindungi telur dari predator seperti satwa liar pesisir dan meningkatkan peluang keberhasilan penetasan.</p>
<p>Namun, relokasi juga dapat berdampak negatif, karena telur bisa rusak akibat guncangan dan perubahan posisi embrio selama pemindahan.</p>
<p>3. Inkubasi Telur<br />
Proses inkubasi telur penyu dimulai dengan relokasi telur dari habitat aslinya ke tempat penetasan semi-alami. Di tempat ini, beberapa parameter penting seperti suhu pasir,<br />
kelembaban sarang, kedalaman, dan jarak antar sarang dijaga dengan baik.</p>
<p>Waktu inkubasi berlangsung selama 40-50 hari, dengan suhu ideal di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) sebesar 29ºC. Setelah menetas, tukik dipindahkan ke kolam beton sebelum akhirnya dilepaskan ke laut. Proses inkubasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, pH, kelembapan, dan kondisi lingkungan lainnya.</p>
<p>4. Proses Pemindahan Tukik<br />
Setelah menetas, tukik dipindahkan ke kolam beton yang terbuat dari fiber atau keramik, berbentuk lingkaran atau persegi panjang.</p>
<p>Kedalaman air di kolam tersebut berkisar antara 5-10 cm untuk memudahkan tukik mengambil oksigen. Tukik dipelihara selama 3-7 hari untuk menghilangkan bau amis agar tidak terdeteksi oleh predator. Namun, beberapa tukik mungkin mati dalam kolam karena masih memiliki placenta.</p>
<p>5. Pelepasan Tukik<br />
Tukik yang telah berumur 3-7 hari kemudian dilepaskan ke laut. Jumlah tukik yang dilepaskan berkisar antara 50-100 ekor. Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh turis, staf, dan relawan TCEC di pantai Padang Galak, Bali.</p>
<p>Pelepasan biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk memastikan kondisi yang ideal. Pelepasan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah tukik yang siap, dengan tujuan untuk restocking penyu dan memastikan tukik cukup kuat menghadapi arus dan predator di laut.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-konservasi-penyu-sebagai-bentuk-pengabdian-masyarakat-menggandeng-eilmm-kolkata-india/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Lakukan Kolaborasi Internasional: Pengabdian Masyarakat Lintas Budaya dan Pemahaman Kewirausahaan Bersama Michigan State University</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-kolaborasi-internasional-pengabdian-masyarakat-lintas-budaya-dan-pemahaman-kewirausahaan-bersama-michigan-state-university/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-kolaborasi-internasional-pengabdian-masyarakat-lintas-budaya-dan-pemahaman-kewirausahaan-bersama-michigan-state-university/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 23:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11855</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Joint International Community Service (JICS) merupakan salah satu program unggulan yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Joint International Community Service (JICS) merupakan salah satu program unggulan yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat di luar negeri. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat tetapi juga membuka wawasan tentang berbagai budaya, nilai, dan tradisi yang berbeda.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, peserta dari kampus luar negeri dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dengan masyarakat lokal, serta mendorong partisipasi aktif dalam berbagai bidang kehidupan.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2023. Dalam kegiatan ini, terdapat banyak peserta sebanyak 67 orang yang mengikuti dari berbagai akademisi UPS Tegal dan 4 WNA dari Michigan State University.</p>
<p>Dari banyaknya peserta dari akademisi UPS Tegal tersebut antara lain Rektor Universitas Pancasakti Tegal, Direktur Pascasarjana, Dekan FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK, Seluruh Kaprodi dan Sekprodi di lingkup fakultas FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK, serta Dekan dan Dosen FEB Universitas Gunung Jati Swadaya.</p>
<p>Dalam kegiatan ini terdapat pula pemateri dan pembicara yang ahli di bidangnya. Pembicara dan pemateri tersebut seperti Professor Michigan State University, Gail Richmond, Ph.D., Academic Specialist Michigan State University, Nancy Romig, Ph.D., Assistant Professor Michigan State University, Alyssa Morley, Ph.D., dan Assistant Professor Michigan State University, Samantha Caughlan, Ph.D.<br />
Dalam kolaborasi ini, ada beberapa poin dan juga hasil yang dihasilkan.</p>
<p>Berikut beberapa hasil dari pembahasan mengenai berbagai budaya, nilai, dan tradisi yang berbeda.<br />
Memperluas Wawasan Budaya dan Kerjasama Institusi<br />
Salah satu manfaat utama dari JICS adalah memperluas wawasan dan pengetahuan peserta tentang budaya luar negeri. Mahasiswa dan dosen yang terlibat dapat belajar langsung tentang cara hidup, kebiasaan, dan tradisi masyarakat setempat.</p>
<p>Interaksi ini membantu mereka memahami dan menghargai perbedaan budaya, serta mengembangkan sikap terbuka dan toleran terhadap keberagaman. Selain itu, kegiatan ini juga membantu memperkuat kerjasama antara institusi pendidikan dan budaya dari berbagai negara, menciptakan jaringan kolaborasi yang lebih luas dan efektif.</p>
<p>Membangun Jaringan Global dan Pertukaran Budaya<br />
JICS mempromosikan interaksi dan pertukaran budaya antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing. Hal ini menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun hubungan internasional yang dapat berguna di masa depan. Dengan berinteraksi dan bekerja sama dalam tim yang multikultural, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya dan membangun jaringan global yang bermanfaat bagi karir mereka. Pertukaran budaya ini juga memperkaya pengalaman belajar mereka, memberikan perspektif baru, dan menginspirasi mereka untuk berpikir secara global.</p>
<p>Peningkatan Kompetensi dan Keterampilan Bahasa<br />
Kegiatan JICS juga berkontribusi pada peningkatan kompetensi mahasiswa lokal, terutama dalam hal keterampilan bahasa asing, kemampuan belajar, dan kemampuan akademik. Berinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat dari luar negeri memberi mereka kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing mereka. Selain itu, mereka juga belajar cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, dan menghadapi tantangan yang mungkin tidak mereka temui dalam lingkungan lokal mereka.</p>
<p>Lingkungan Inklusif dan Kolaborasi Antar Lembaga<br />
JICS menciptakan lingkungan yang inklusif dan kondusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya untuk berinteraksi dan belajar satu sama lain. Ini membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik di antara mahasiswa, serta mempromosikan sikap saling menghormati dan kerja sama. Selain itu, program ini juga memperluas jaringan kolaborasi antar lembaga pendidikan dan budaya, baik lokal maupun internasional, yang dapat berdampak positif pada pengembangan program akademik dan penelitian di masa depan.<br />
Pengembangan Kemampuan Adaptasi dan Fleksibilitas<br />
Melalui partisipasi dalam JICS, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan adaptasi dan fleksibilitas mereka.</p>
<p>Menghadapi budaya dan lingkungan yang berbeda memaksa mereka untuk keluar dari zona nyaman dan belajar menyesuaikan diri dengan cepat. Ini merupakan keterampilan penting yang akan sangat berguna dalam karir dan kehidupan pribadi mereka. Kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan lingkungan juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dan mempersiapkan mereka untuk tantangan global yang lebih besar.</p>
<p>Promosi Budaya Antar Bangsa<br />
Salah satu tujuan utama JICS adalah mempromosikan budaya antar bangsa melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pertukaran pelajar, dan pertukaran budaya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting di masyarakat tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman mereka. Dengan demikian, JICS berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat dan memperkuat hubungan antar bangsa.</p>
<p>Kesimpulan<br />
Joint International Community Service menawarkan banyak manfaat bagi lembaga dan peserta program. Dari memperluas wawasan budaya hingga membangun jaringan global, meningkatkan keterampilan bahasa, dan mempromosikan kerjasama internasional, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Dengan terus mendorong partisipasi aktif dalam JICS, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak kolaborasi yang bermanfaat dan pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya di masa depan.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-kolaborasi-internasional-pengabdian-masyarakat-lintas-budaya-dan-pemahaman-kewirausahaan-bersama-michigan-state-university/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendampingan Budidaya Maggot oleh Universitas Pancasakti Tegal di Desa Loireng Demak: Kolaborasi dengan Praktisi Bank Sampah Panata Bumi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pendampingan-budidaya-maggot-oleh-universitas-pancasakti-tegal-di-desa-loireng-demak-kolaborasi-dengan-praktisi-bank-sampah-panata-bumi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pendampingan-budidaya-maggot-oleh-universitas-pancasakti-tegal-di-desa-loireng-demak-kolaborasi-dengan-praktisi-bank-sampah-panata-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2023 01:29:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11890</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, adalah salah satu desa tertua di wilayah tersebut dan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211;</strong> Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, adalah salah satu desa tertua di wilayah tersebut dan telah berkembang menjadi desa industri.</p>
<p>Lokasinya yang strategis, terletak di sepanjang Jalan Raya Semarang-Demak, menjadikan Desa Loireng ideal untuk menjadi daerah industri. Namun, dengan banyaknya pabrik yang berdiri, pengelolaan sampah menjadi prioritas penting karena jumlah sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan jumlah sampah yang dikelola. Desa Loireng tengah berjuang menciptakan lingkungan yang bersih dan menangani permasalahan sampah dengan lebih efektif.</p>
<p>Sistem pengelolaan sampah yang baik dan sesuai dengan standar yang ada memiliki potensi untuk mengembangkan dan memajukan lingkungan di mana pengelolaan sampah tersebut diterapkan. Selama ini, pola penanganan sampah masih menggunakan paradigma lama, yaitu kumpul-angkut-buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang menyebabkan TPA menjadi penuh. Limbah organik yang tidak terurus dapat membahayakan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, limbah-limbah tersebut harus terkontrol dalam penanganannya. Salah satu bentuk pengontrolan tersebut adalah dengan penggunaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).</p>
<p>TPST adalah area di mana dilakukan pengumpulan, pemilihan, penggunaan ulang, pendaurulangan, dan pemrosesan terakhir limbah-limbah. Untuk cakupan masyarakat, TPST disatukan menjadi TPS reduce-reuse-recycle (3R). Program TPS3R bertujuan menunjang kegiatan dalam hal pengurangan maupun perbaikan kondisi limbah, yang selanjutnya akan diadakan pengerjaan secara berlanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) limbah. Ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan lahan dalam pengadaan TPA sampah di wilayah perkotaan.</p>
<p>Melalui budidaya maggot, pemanfaatan sampah organik dapat lebih mudah dikontrol. Pengontrolan ini dilakukan dengan budidaya maggot, di mana limbah organik khusus dapat diolah dengan lebih efektif.</p>
<p>Budidaya maggot merupakan salah satu metode inovatif dalam pengelolaan sampah organik, yang tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi seperti pakan ternak.</p>
<p>Dalam pengabdian Masyarakat ini, sebagai ketua pengabdian adalah Bayu Widiyanto, M.Si serta 3 anggota lainnya. Dalam pengabdian Masyarakat ini memakan waktu sekitar 6 bulan mulai dari bulan September 2023 sampai Februari 2024.</p>
<p>Universitas Pancasakti Tegal bekerja sama dengan Praktisi Bank Sampah Panata Bumi dalam pendampingan budidaya maggot di Desa Loireng. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Loireng dalam mengelola sampah organik melalui budidaya maggot. Dengan demikian, desa ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.</p>
<p>Kegiatan pendampingan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, dan masyarakat desa, untuk bersama-sama mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien. Melalui program ini, diharapkan Desa Loireng dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah organik yang inovatif dan berkelanjutan.</p>
<p>Salah satu solusi yang ditawarkan dalam program pendampingan ini adalah mengubah paradigma peserta workshop tentang sampah dan pengolahan sampah organik menjadi nilai ekonomis. Melalui pelatihan dan sosialisasi, peserta diajak untuk melihat sampah organik bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang ekonomi. Contoh nyata yang diberikan adalah budidaya maggot, di mana sampah organik digunakan sebagai media pertumbuhan maggot yang kemudian dapat dijual sebagai pakan ternak atau bahan baku industri. Dengan mengadopsi paradigma baru ini, peserta diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah organik sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan. Ini akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memotivasi masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengelola sampah organik.<br />
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai tahapan budidaya maggot.</p>
<p>Workshop yang diadakan mencakup materi teori dan praktik tentang budidaya maggot. Peserta diajarkan mulai dari persiapan media, pemilihan jenis maggot yang sesuai, proses perawatan, hingga panen dan pengolahan hasil budidaya. Dalam sesi persiapan media, peserta mendapatkan pengetahuan tentang cara mempersiapkan media tumbuh yang tepat dari sampah organik. Pemilihan jenis maggot yang sesuai juga dijelaskan agar peserta dapat memilih maggot yang memiliki nilai ekonomis tinggi.</p>
<p>Proses perawatan maggot, termasuk pengelolaan suhu, kelembaban, dan pemberian pakan, menjadi fokus utama dalam sesi perawatan. Peserta diajarkan teknik-teknik yang diperlukan agar maggot dapat tumbuh optimal. Selain itu, waktu panen yang tepat dan cara pengolahan maggot agar memiliki nilai jual tinggi juga menjadi bagian penting dari pelatihan ini.</p>
<p>Dengan pengetahuan yang mendalam tentang budidaya maggot, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan teknik-teknik tersebut di lingkungan mereka sendiri. Pengetahuan ini juga membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha budidaya maggot secara mandiri atau berkelompok, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan kelestarian lingkungan.</p>
<p>Kolaborasi antara Universitas Pancasakti Tegal dan Praktisi Bank Sampah Panata Bumi ini diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Desa Loireng, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik yang inovatif.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pendampingan-budidaya-maggot-oleh-universitas-pancasakti-tegal-di-desa-loireng-demak-kolaborasi-dengan-praktisi-bank-sampah-panata-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inventarisasi Tanaman Berbasis QR-Code Menjadi Inovasi Baru dari Universitas Pancasakti Tegal di Thailand Selatan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/inventarisasi-tanaman-berbasis-qr-code-menjadi-inovasi-baru-dari-universitas-pancasakti-tegal-di-thailand-selatan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/inventarisasi-tanaman-berbasis-qr-code-menjadi-inovasi-baru-dari-universitas-pancasakti-tegal-di-thailand-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2023 16:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11849</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Inventarisasi tanaman berbasis QR-code menjadi salah satu usulan yang baik paada program penngabdian Masyarakat internasional.&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal</strong> &#8211; Inventarisasi tanaman berbasis QR-code menjadi salah satu usulan yang baik paada program penngabdian Masyarakat internasional.</p>
<p>Program ini diusulkan oleh akademisi Universitas Pancasakti Tegal.<br />
Kegiatan pengabdian tentang inventarisasi tanaman berbasis QR-code ini diketuai oleh Bayu Widiyanto, M.Si dan juga 2 mahasiswa. Program pengabdian ini berlagsung di salah satu sekolah di negara Thailand.</p>
<p>Program pengabdian yang dilakukan yaitu pembuatan sistem informasi inventarisasi tanaman berbasis QR-Code. Dalam melakukan pengabdian ini tentunya menjadi sebuah hal inovasibaru yang diharapkan agar para guru dan siswa yang berada di salah satu sekolah di Thailand Selatan bisa mendapatkan manfaat dari lingkungan yang ada di sekolah mereka, sebab sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar atau menghafal materi-materi pembelajaran saja, namun juga sebagai sumber ilmu pengetahuan mengenai tanaman-tanaman yang ada di sekitar sekolah tersebut.</p>
<p>Penggunaana teknologi baru dengan adanya QR-Code tentunya patut untuk dicoba dalam mengatur data tumbuhan yang ada di sekolah atau tempat lainnya. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah penggunaan teknologi Quick Response Code (QR-Code) sebagai alat untuk mengidentifikasi tanaman di sekitar sekolah. Dengan teknologi ini, informasi detail tentang tanaman tersebut dapat diubah menjadi kode dua dimensi dan dicetak pada media yang lebih efisien.</p>
<p>Dengan memanfaatkan QR-Code, inovasi baru dapat diterapkan dalam kegiatan pengabdian di salah satu sekolah yang terletak di Satun, Thailand Selatan, sebagai upaya meningkatkan pelayanan informasi bagi guru dan siswa. QR-Code ini digunakan dengan menempelkannya pada setiap tanaman yang dilengkapi dengan informasi tambahan.</p>
<p>Informasi tambahan ini disajikan dalam ruang atau media yang kecil untuk efisiensi. Mahasiswa memilih metode tersebut untuk mengatasi masalah identifikasi tanaman di sekolah tersebut, karena QR-Code dapat berfungsi sebagai pelengkap pemberian nama tanaman.</p>
<p>Guru dan siswa yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang tanaman tertentu dapat memanfaatkan QR-Code ini. Sumber informasi utama tentang tanaman, yaitu nama ilmiah, tetap dituliskan karena QR-Code adalah kode visual yang tidak bisa dipahami langsung oleh manusia.</p>
<p>Pada pengabdian yang dilakukan, ditemukan permasalahan tentang tidak adanya system inventarisasi tanaman yang baik. Tidak adanya system ini tentunya sedikit merepotkan Ketika nantinya hendak diambil data tentang tumbuhan yang ada di sekolah.</p>
<p>Pada tanggal 9 Januari hingga 7 Februari 2023, Annuban Wang Mai Sasanasart School di Satun, Thailand Selatan, menjadi lokasi berlangsungnya kegiatan pengabdian yang melibatkan tiga guru dan 17 siswa yang dipilih secara acak. Peserta kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 5 dan 6 SD hingga kelas 1, 2, dan 3 SMP. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan informasi dan edukasi melalui penggunaan teknologi QR-Code.</p>
<p>Kegiatan pengabdian ini diawali dengan tahap persiapan yang mencakup pendataan jenis tanaman di sekitar sekolah dan pembuatan QR-Code yang berisi informasi lengkap mengenai setiap tanaman. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua tanaman yang ada di lingkungan sekolah teridentifikasi dengan baik dan memiliki informasi yang akurat.</p>
<p>Setelah tahap persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan yang melibatkan pemasangan QR-Code pada setiap tanaman dan pelatihan penggunaan QR-Code bagi guru dan siswa.</p>
<p>QR-Code ditempel dengan hati-hati pada tanaman dan dilengkapi dengan informasi tambahan yang disajikan secara efisien dan jelas.</p>
<p>Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain handphone untuk identifikasi dan pemindaian QR-Code, laptop untuk mendata jenis tanaman dan membuat QR-Code, alat laminating untuk melapisi kertas yang berisi QR-Code agar lebih tahan lama, printer untuk mencetak QR-Code dan informasi tanaman, serta alat tulis dan tali atau pengait untuk menempelkan QR-Code pada tanaman. Semua alat dan bahan tersebut berperan penting dalam memastikan kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana.</p>
<p>Metode yang digunakan dalam kegiatan ini melibatkan observasi langsung dan pemberian kuesioner kepada siswa yang dipilih secara acak. Kuesioner disusun dalam bahasa Thailand untuk memudahkan siswa dalam menjawab, dan menggunakan Google Forms untuk pengumpulan data. Kuesioner tersebut berisi sepuluh pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa mengenai tingkat pemahaman mereka terhadap penggunaan QR-Code dan manfaat yang mereka rasakan.</p>
<p>Hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terbilang sangat positif. Data yang diperoleh dari observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa siswa merasa lebih terbantu dengan adanya QR-Code. Mereka dapat dengan mudah mengakses informasi ilmiah tentang tanaman, seperti nama ilmiah, habitat, dan karakteristik tanaman.</p>
<p>Hal ini tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tentang botani tetapi juga meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi. Guru juga merasakan manfaat dari inovasi ini, karena mereka dapat memberikan penjelasan yang lebih lengkap dan mendetail kepada siswa hanya dengan memindai QR-Code yang terpasang pada tanaman.</p>
<p>Kegiatan pengabdian di Annuban Wang Mai Sasanasart School berhasil menunjukkan bahwa penggunaan teknologi QR-Code dapat menjadi alat yang efektif dalam mengidentifikasi tanaman dan menyediakan informasi edukatif secara efisien. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang flora di sekitar mereka, tetapi juga memotivasi mereka untuk belajar lebih dalam menggunakan teknologi modern.</p>
<p>Inovasi ini membuktikan bahwa kolaborasi antara teknologi dan pendidikan dapat memberikan manfaat yang signifikan dan membuka wawasan baru bagi para siswa.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/inventarisasi-tanaman-berbasis-qr-code-menjadi-inovasi-baru-dari-universitas-pancasakti-tegal-di-thailand-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
