<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rawa Belong &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/rawa-belong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jun 2025 11:54:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Rawa Belong &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sanggar Seni Budaya Si Pitung Rawa Belong Gandeng Kampus IISIP Gelar “Lenong Konser di Kampus”</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/sanggar-seni-budaya-si-pitung-rawa-belong-gandeng-kampus-iisip-gelar-lenong-konser-di-kampus/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/sanggar-seni-budaya-si-pitung-rawa-belong-gandeng-kampus-iisip-gelar-lenong-konser-di-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 11:54:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus IISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Lenong]]></category>
		<category><![CDATA[Rawa Belong]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggar Si Pitung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29213</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Dalam rangka menghidupkan kembali warisan budaya, khususnya budaya Betawi di hadapan generasi muda, sanggar seni&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Dalam rangka menghidupkan kembali warisan budaya, khususnya budaya Betawi di hadapan generasi muda,<br />
sanggar seni budaya Si Pitung, Rawa Belong, Jakarta Barat, bekerja sama dengan Kampus Tercinta IISIP Jakarta menggelar panggung seni “Lenong Konser di Kampus”.</p>
<p>Acara ini menyuguhkan berbagai pertunjukan khas budaya Betawi. Mulai dari palang pintu, musik gambang kromong, hingga ondel-ondel, yang ditampilkan di hadapan para mahasiswa, dosen, juga warga sekitar.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-29215 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0043-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0043-1024x576.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0043-300x169.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0043-768x432.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0043-1536x864.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0043.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Pemilik Sanggar seni si Pitung, H Bachtiar mengatakan, Budaya Betawi belum hilang, tapi semakin jarang tampil di ruang kampus yang kita ketahui kampus adalah salah satu sumber dari generasi penerus kita nantinya. Melihat kegelisahan itu, Sanggar Si Pitung Rawa Belong bekerja sama dengan Kampus Tercinta IISIP dan dinas terkait, mencoba untuk melakukan kolaborasinya.</p>
<p>&#8220;Mengapa saya buat acara seperti ini di dalam kampus? Karena kalau di luar kampus mahasiswanya belum tentu bisa hadir untuk menyaksikan dan mempelajari. Saya roadshow supaya budaya Betawi bisa dikenal langsung oleh adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus supaya terus menjaga dan melestarikannya, jangan cuma dari media sosial saja,” terang H Bachtiar, dengan logat khas Betawinya, pada Rabu (18/6/2025).</p>
<figure id="attachment_29218" aria-describedby="caption-attachment-29218" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-29218 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG_20250619_184945-1024x814.jpg" alt="" width="640" height="509" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG_20250619_184945-1024x814.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG_20250619_184945-300x238.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG_20250619_184945-768x610.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG_20250619_184945.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-29218" class="wp-caption-text">Pemilik Sanggar seni si Pitung, H Bachtiar</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Rusmantoro, yang turut hadir dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan seperti ini. Semoga dengan adanya road show Lenong Konser di Kampus ini para mahasiswa jadi lebih mengetahui tentang kebudayaan masyarakat Jakarta yang penduduk intinya adalah masyarakat Betawi.</p>
<p>“Sebenarnya kesenian budaya Betawi itu tidak hanya lenong saja, melainkan terdapat seni tari, musik, hingga makanan-makanan khas Betawi,” terang Rusmantoro.</p>
<p>Di tengah minimnya informasi budaya lokal di institusi pendidikan, H Bachtiar, pendiri Sanggar seni Si Pitung Rawa Belong menginisiasi program keliling kampus demi memperkenalkan kembali kebudayaan Betawi kepada para mahasiswa.</p>
<p>Pagelaran ini bukan hanya menjadi panggung seni. Acara juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku budaya lokal dengan institusi pendidikan.</p>
<p>Dukungan datang dari Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta, serta dari Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-29216 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0044-1-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0044-1-1024x576.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0044-1-300x169.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0044-1-768x432.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0044-1-1536x864.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250619-WA0044-1.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Selain itu, IISIP Jakarta juga meluncurkan gerakan sosial “Infak Sedekah Sampah” bersamaan dengan acara tersebut. Gerakan ini bertujuan mengajak warga kampus memanfaatkan sampah sebagai sarana amal dan pemberdayaan lingkungan.</p>
<p>“Melalui program infaq sedekah sampah, kita ingin ajak warga kampus untuk melihat bahwa sampah bukan masalah, tapi peluang dan amal,” ujar Rektor IISIP Jakarta, Ilham P. Hutasuhut.</p>
<p>Selain seni dan gerakan sosial, kegiatan ini juga melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) warga Betawi yang menghadirkan kuliner tradisional, termasuk kerak telor dan camilan khas lainnya. Mahasiswa bisa menikmati makanan sambil menyaksikan pertunjukan budaya secara langsung.</p>
<p>Budaya Harus Tampil<br />
Kehadiran seni Betawi di kampus membuka ruang baru agar budaya lokal tidak sekadar dikenang, tetapi dihidupkan ulang. Bachtiar menilai kampus merupakan tempat strategis untuk menjangkau generasi yang selama ini mengenal budaya lewat layar ponsel.</p>
<p>“Mungkin banyak mahasiswa yang tahu budaya Betawi lewat medsos. Tapi dengan acara ini mereka bisa menyentuh langsung dan memahami maknanya,” pungkasnya.</p>
<p>Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, pagelaran ini membuktikan bahwa seni tradisional tetap relevan. Apalagi ketika dikemas secara kontekstual dan dekat dengan isu sosial seperti lingkungan dan UMKM.</p>
<p>Dengan menggandeng komunitas, pemerintah, dan kampus, Sanggar Si Pitung Rawa Belong menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya soal pentas, tetapi strategi jangka panjang untuk menjaga identitas daerah di tengah arus globalisasi.(*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/sanggar-seni-budaya-si-pitung-rawa-belong-gandeng-kampus-iisip-gelar-lenong-konser-di-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Gubernur DKI dan Gubernur Terpilih Menang Lelang Ikan Bandeng Raksasa di Rawa Belong</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pj-gubernur-dki-dan-gubernur-terpilih-menang-lelang-ikan-bandeng-raksasa-di-rawa-belong/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pj-gubernur-dki-dan-gubernur-terpilih-menang-lelang-ikan-bandeng-raksasa-di-rawa-belong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 10:31:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Bandeng]]></category>
		<category><![CDATA[Lelang]]></category>
		<category><![CDATA[Pj Gubernur DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Rano Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Rawa Belong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=23262</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Hari kedua Festival Bandeng Rawa Belong, berlangsung semakin meriah, kendati hujan mengguyur wilayah Jakarta sejak&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Hari kedua Festival Bandeng Rawa Belong, berlangsung semakin meriah, kendati hujan mengguyur wilayah Jakarta sejak pagi namun tidak menyurutkan masyarakat untuk hadir di acara festival tersebut, Selasa (28/1/2025).</p>
<p>Sederet tokoh pemimpin di Jakarta dari masa ke masa hadir antara lain, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1997 &#8211; 2007 Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007- 2012 Fauzi Bowo, mantan wakil Gubernur, Djarot Saiful Hidayat, Pj Gubernur DKI, Teguh Setyabudi, Sekda DKI, Marullah Matali, hingga Gubernur dan Wagub DKI yang baru saja terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-23265 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-1024x683.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-1024x683.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-2048x1365.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0092-scaled.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Ada momen menarik dalam acara festival bandeng kali ini, yakni saat MC memulai pelelangan ikan bandeng seberat 8,5 kilogram.</p>
<p>Pada awalnya MC menampilkan dua orang pedagang ikan bandeng raksasa dengan berat 8,5 kilogram kepada masyarakat, kemudian bandeng itu dilelang dengan beragam variasi harga, mulai dari 500 ribu, kemudian bandeng sempat dibeli dengan tawaran harga Rp 4 juta. Tiba &#8211; tiba wakil Gubernur yang baru saja terpilih, Rano Karno mengangkat tangannya saat lelang berlangsung.</p>
<p>&#8220;Gue pulang aja,&#8221; canda Rano sambil mengangkat tangannya. Tentu saja seluruh peserta pengunjung festival menjadi tertawa mendengar hal itu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-23263 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-1024x683.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-1024x683.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-2048x1365.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250128-WA0044-scaled.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Kini giliran gubernur terpilih, Pramono yang mengangkat tangan. Pramono menawarkan pembelian harga bandeng senilai Rp 5 juta.</p>
<p>&#8220;Rp 5 juta dari Pak Pramono,&#8221; ujar MC acara.</p>
<p>Namun tak mau kalah, bergantian Pj Gubernur Teguh mengangkat tangannya ke pembawa acara. Dia menawar harga bandeng raksasa itu sebesar Rp 6 juta.</p>
<p>&#8220;Rp 6 juta dari Pak Pj Gubernur. Kita hitung satu, dua, tiga. Rp 6 juta (menang), makasih Pak,&#8221; ujar MC acara.</p>
<p>Dengan demikian, dia berhasil mengungguli Pramono yang semula menawar dengan harga Rp 5 juta.</p>
<p>Namun Pramono Anung berhasil mendapatkan bandeng raksasa di sesi lelang kedua. Dengan berat sekitar 8 kilogram, MC kembali melemparkan tawaran harga ke para pengunjung yang datang.</p>
<p>Kembali diawali dari Rp 500 ribu, naik ke angka Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta. Harga bertambah ke angka Rp 1,8 juta dan melonjak tinggi senilai Rp 5 juta yang ditawar oleh Wakil Gubernur terpilih Rano Karno.</p>
<p>Kemudian Pramono mengangkat tangannya. Dia menawarkan pembelian bandeng seharga Rp 6 juta.</p>
<p>&#8220;Rp 6 juta juga,&#8221; ucap Pramono.<br />
Hingga hitungan terakhir yang dilakukan oleh MC, angka penawaran Pramono Anung menjadi yang paling tinggi, maka dengan demikian lelang kedua bandeng tersebut menjadi miliknya. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pj-gubernur-dki-dan-gubernur-terpilih-menang-lelang-ikan-bandeng-raksasa-di-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Pertama, Warga Antusias Kunjungi Festival Bandeng Rawa Belong 2025</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/hari-pertama-warga-antusias-kunjungi-festival-bandeng-rawa-belong-2025/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/hari-pertama-warga-antusias-kunjungi-festival-bandeng-rawa-belong-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 14:40:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Bandeng]]></category>
		<category><![CDATA[H. Supli]]></category>
		<category><![CDATA[Rawa Belong]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=23228</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta, bersama Organisasi Kemasyarakatan Persatuan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta, bersama Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT) menggelar Festival Bandeng Rawa Belong, yang dimulai pada hari ini Senin (27/1/2025).</p>
<p>Berlokasi di sepanjang Jalan Raya Sulaiman, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Rawa Belong, Jakarta Barat.</p>
<p>Festival yang menghadirkan tradisi lokal warga Betawi di Rawa Belong ini mendapat sambutan antusias warga setempat maupun pengunjung yang datang dari berbagai wilayah Jakarta.</p>
<p>Puluhan pedagang ikan bandeng segar, serta para pelaku UMKM binaan yang menjajakan minuman dan makanan olahan turut meramaikan kegiatan festival ini.</p>
<p>Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sukabumi Utara, M Kharis Syaifuddin mengatakan, Festival Bandeng Rawa Belong 2025 merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian menyambut lima abad kota Jakarta, sekaligus melestarikan tradisi masyarakat setempat.</p>
<p>&#8220;Festival Bandeng Rawa Belong yang diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 27 &#8211; 28 Januari 2025 merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati lima abad Kota Jakarta sekaligus menjaga tradisi kampung Rawa Belong,&#8221; ujarnya.</p>
<figure id="attachment_23232" aria-describedby="caption-attachment-23232" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-23232" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213726-300x251.jpg" alt="" width="300" height="251" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213726-300x251.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213726-768x642.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213726.jpg 797w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-23232" class="wp-caption-text">H Supli, salah satu warga yang berasal dari Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, saat membeli ikan bandeng yang akan dibagikan kepada sanak saudaranya sebagai tradisi mengantar bagi masyarakat Betawi.</figcaption></figure>
<p>Ia mengungkapkan, kawasan Rawa Belong selalu ramai pedagang ikan bandeng musiman yang berjualan setiap tahun sebelum perayaan Imlek yang telah berlangsung sejak puluhan tahun.</p>
<p>&#8221; Pada tahun ini Pemprov DKI Jakarta mulai mengangkat budaya lokal ini menjadi sebuah ajang Festival Bandeng Rawa Belong 2025,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, sebanyak 30 tenda yang diisi sebanyak 60 pedagang terdiri dari 31 pedagang ikan bandeng segar dan 29 pelaku UMKM binaan menjajakan minuman dan makanan olahan juga turut dilibatkan guna menyemarakkan festival.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dengan digaungkannya Festival Bandeng Rawa Belong 2025, Insya Allah akan memiliki manfaat luas dan mampu mengangkat potensi UMKM bagi warga sekitar Rawa Belong,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu salah satu pengunjung yang di temui mediaanalisindonesia.com di lokasi festival yakni H Supli warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, menceritakan, bahwa tradisi anter bandeng warga Betawi berjalan sudah puluhan tahun lamanya.<br />
&#8220;Dari saya kecil dulu tinggal di daerah Tanah Baru Kebon Nanas, ngga begitu jauh dari Rawa Belong, orang tue saye udah ngejalanin tradisi anter bandeng pasar malem istilah orang tue dulu. Ibarat kate, kalo dulu nih, mertua kalo belum dianterin muka nya masih cemberut,&#8221; ucap H Supli sambil berkelakar dengan logat Betawinya yang khas.</p>
<p>Hari ini saye mampir ke Rawa Belong, tadi sempet beli 9 ekor ikan bandeng, harganya 75 ribu per kilo.</p>
<p>&#8220;Rencana buat anter ke adek, encing saye yang masih hidup satu satunya, yang saat ini tinggal di daerah Ciledug,&#8221; kata H Supli.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-23230 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213751-1024x650.jpg" alt="" width="640" height="406" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213751-1024x650.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213751-300x190.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213751-768x487.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG_20250127_213751.jpg 1045w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Seperti diketahui, festival bandeng ini akan di hadiri oleh Pj Gubernur DKI, Sekda DKI dan Gubernur serta Wakil Gubernur yang baru saja terpilih, juga mantan Gubernur DKI yakni H Fauzi Bowo. (hel).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/hari-pertama-warga-antusias-kunjungi-festival-bandeng-rawa-belong-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Camat Kebon Jeruk Tinjau Persiapan Festival Bandeng Rawa Belong</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/camat-kebon-jeruk-tinjau-persiapan-festival-bandeng-rawa-belong/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/camat-kebon-jeruk-tinjau-persiapan-festival-bandeng-rawa-belong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 22:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Camat Kebon Jeruk]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Bandeng]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan sukabumi Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Permata MHT]]></category>
		<category><![CDATA[Rawa Belong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=22952</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Jelang perhelatan Festival Bandeng yang dilaksanakan oleh Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Jelang perhelatan Festival Bandeng yang dilaksanakan oleh Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat pada tanggal 27-28 Januari 2025, di Jl Sulaiman, Sukabumi Utara, Rawa Belong, Jakarta Barat, seluruh panitia penyelenggara yang terlibat dalam kegiatan ini meninjau langsung lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut, pada Selasa pagi (21/1/2025) WIB.</p>
<p>Peninjauan tersebut dalam rangka memastikan persiapan lokasi yang akan digunakan nanti, sekaligus koordinasi soal fasilitas maupun teknis proses pekerjaan agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.</p>
<p>“Peninjauan ini untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus meminta kepada panitia agar seluruh fasilitas yang dibutuhkan dalam gelaran festival ini dapat terpenuhi dengan baik,” ujar H. Naman Setiawan, Camat Kebon Jeruk, yang juga sebagai Ketua Permata MHT Jakarta Barat, saat di lokasi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-22953 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0003-682x1024.jpg" alt="" width="640" height="961" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0003-682x1024.jpg 682w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0003-200x300.jpg 200w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0003-768x1152.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0003.jpg 853w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Dalam peninjauan lokasi tersebut, Camat Kebon Jeruk H. Naman Setiawan juga didampingi oleh Plt Lurah Sukabumi Utara, Abdul Rosid, Ferry dan H Rosidin.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan festival ini yang dianggap sangat strategis dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Jakarta Barat. Kegiatan ini nantinya juga untuk menyongsong lima abad Jakarta serta perayaan Imlek.</p>
<p>“Festival Bandeng ini bukan hanya soal kuliner, tetapi juga tentang pluralisme, melestarikan tradisi, dan mengangkat potensi lokal yang ada di Jakarta Barat. Kami (Pemprov DKI Jakarta) siap memberikan dukungan penuh apa yang dibutuhkan, kami minta juga kepada UKPD terkait untuk totalitas dan menampilkan yang bagus untuk kelancaran acara ini,” ujar Andhika.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-22954 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0002-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0002-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0002-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0002-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0002-1536x1152.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250122-WA0002.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Camat Kebon jeruk, sekaligus Ketua Permata MHT Jakarta Barat, H Naman Setiawan, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Barat.</p>
<p>“Festival Bandeng ini merupakan wujud kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama memperkenalkan potensi lokal, mudah-mudahan kehadiran Permata MHT menjadi sebuah kemudahan dalam persiapan Festival Bandeng ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta,” ungkap H Naman.</p>
<p>Turut hadir dalam peninjauan lokasi ini, HM Nuh, Ketua Harian Permata MHT, dan H Supli Ali, Sekjen Permata MHT.<br />
Saat ini Permata MHT diketuai oleh Dr.KH.Marullah Matali, LC.,M.Ag.yang juga menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta.</p>
<p>Festival Bandeng Rawa Belong dijadwalkan akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti demonstrasi cabut duri ikan bandeng, tarian betawi, dan palang pintu dari sanggar si Pitung pimpinan H Bahtiar, serta menampilkan kuliner Betawi berbahan dasar ikan bandeng, juga arak-arakan delman yang akan membawa tamu VVIP antara lain Pj Gubernur DKI, Sekda DKI, Gubernur &amp; Wakil Gubernur DKI yang baru saja terpilih serta H Fauzi Bowo mantan Gubernur DKI Jakarta.</p>
<p>Sebagai informasi, selama pelaksanaan festival digelar akan ada rekayasa arus lalulintas, khususnya untuk rute jaklingko, sebagaimana yang di jelaskan oleh Subagio petugas dishub, bahwa mulai tanggal 27 – 28 Januari 2025 akan dilakukan pengalihan rute jaklingko.</p>
<p>&#8220;Rute jaklingko yang biasanya melewati jalan Sulaiman, akan kita alihkan ke jalan Salam, kemudian keluar di jalan Yusuf, semoga para pengguna jaklingko dapat memaklumi dengan adanya kegiatan ini,&#8221; pungkasnya.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/camat-kebon-jeruk-tinjau-persiapan-festival-bandeng-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD DKI Hadiri Acara Hajatan Betawi Kampung Rawa Belong</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketua-dprd-dki-hadiri-acara-hajatan-betawi-kampung-rawa-belong/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketua-dprd-dki-hadiri-acara-hajatan-betawi-kampung-rawa-belong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 22:04:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Rawa Belong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=20432</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Ketua DPRD DKI Jakarta, H Khoirudin menghadiri acara Hajatan Betawi Kampung Rawa Belong, yang berlokasi&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Ketua DPRD DKI Jakarta, H Khoirudin menghadiri acara Hajatan Betawi Kampung Rawa Belong, yang berlokasi di Jalan Bang Pitung No.396, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu siang (1/12/2024) WIB.</p>
<p>Dengan didampingi oleh Joko Mulyono, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, serta H Ahmad Supandi dan Rudi Albadr mewakili Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yang dibuka secara resmi pada hari Sabtu (30/11/2024) oleh Kepala Dines Kebudayaan DKI, Iwan Hendry Wardhana, serta Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) H.Beky Mardani, dan akan berakhir pada Minggu malam.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD DKI, H Khoirudin dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya sangat bangga sebagai orang Betawi, karena budaya Betawi masuk ke dalam undang-undang No 2 tahun 2024 yang di dalamnya terdapat soal pelestarian budaya Betawi.</p>
<p>&#8220;Saya sudah panggil Bang Haji Beky selaku Ketua Umum LKB, agar siapkan draft peraturan daerahnya, kalau kita sudah punya peraturan daerah itu akan menjadi payung hukum kita dalam upaya melestarikan budaya Betawi, dan juga nantinya akan dianggarkan oleh negara, saya yang akan ngetok palu anggarannya nanti,&#8221; jelas H Khoirudin.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-20434 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/12/IMG-20241201-WA0038.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/12/IMG-20241201-WA0038.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/12/IMG-20241201-WA0038-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/12/IMG-20241201-WA0038-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/12/IMG-20241201-WA0038-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p>Saya ingin ketika saya jadi ketua DPRD betul-betul perhatian saya pada Betawi lebih daripada yang lainnya.<br />
Barusan saja saya melihat suguhan tarian tradisional Betawi yang ditampilkan oleh sanggar tari si Pitung sangat bagus sekali, saya sangat kagum, ternyata masih ada anak-anak muda yang mau terus melestarikan kebudayaannya.</p>
<p>&#8220;Saya akan coba memberikan kesempatan bagi mereka para penari tradisional Betawi untuk tampil di luar negri, tolong Pak Kasudin Jakarta Barat, supaya tahun 2025 kasih tempat buat mereka tampil di luar negeri,&#8221; ucap Ketua DPRD DKI, H Khoirudin.</p>
<p>Insya Allah saya akan dukung, saya akan support terutama saya ingin segera terima Perda pemajuan Betawi saya titip semua kepentingan kita ada dalam <em>draft</em> itu, setelah jadi kami harus segera bahasanya, insyaallah mumpung saya saat ini ada di ketua dewan yang bisa cepat membuat keputusan, untuk memberikan perhatian khusus buat orang Betawi, karena saya juga orang Betawi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, H Bachtiar, selaku penanggung jawab acara Hajatan Betawi menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan adalah untuk mengaktualisasikan kebanggaan sebagai masyarakat Betawi khususnya di Rawa Belong.</p>
<p>&#8220;Sebagai anak bangsa yang kebetulan lahir di Rawa Belong rasa kebanggaan ini kita aktualisasikan melalui sebuah gebyar yang namanya Hajatan Betawi Kampung Si Pitung Rawa Belong, dari situlah kita menunjukan apa yang menjadi aset Rawa Belong itu sendiri, disamping basisnya Silat Cingkrik, juga ada kuliner Betawinya, ada pasar bunga yang mempunyai wilayah terbesar se Asia Tenggara, nah potensi ini yang kita tunjukan kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya,&#8221; ucap H Bachtiar.</p>
<p>Dirinya berharap akan adanya regenerasi para pelaku seni Budaya Betawi khususnya di Rawa Belong, agar selalu dapat melestarikan Budaya Betawi</p>
<p>&#8220;Iya kita mau menjadi agenda rutin dan kita juga berharap adanya regenerasi para pelaku Seni Budaya Betawi dengan adanya lomba Silat adanya lomba hadroh adanya lomba slepetan (ketapel tradisional betawi) adanya lomba icon betawi bikin kembang kelapa dan lainnya yang akan terus berkembang,&#8221; tutup H Bachtiar. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketua-dprd-dki-hadiri-acara-hajatan-betawi-kampung-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskusi Publik Pulihkan Jakarta, Walhi Kolaborasi dengan Beberapa Tokoh Masyarakat di Rawa Belong</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/diskusi-publik-pulihkan-jakarta-walhi-kolaborasi-dengan-beberapa-tokoh-masyarakat-di-rawa-belong/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/diskusi-publik-pulihkan-jakarta-walhi-kolaborasi-dengan-beberapa-tokoh-masyarakat-di-rawa-belong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 07:24:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Rawa Belong]]></category>
		<category><![CDATA[Wahana Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15050</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta -Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) berkolaborasi dengan beberapa tokoh masyarakat di Rawa Belong, Jakarta Barat, menyelenggarakan diskusi&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> -Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) berkolaborasi dengan beberapa tokoh masyarakat di Rawa Belong, Jakarta Barat, menyelenggarakan diskusi publik Pulihkan Jakarta, yang bertajuk &#8220;Orang Betawi Rawa Belong Dalam Pelestarian Budaya Dan Lingkungan Hidup,&#8221; pada Sabtu sore (24/8/2024), berlokasi di Teras Roesdiah, Rawa Belong, Jl Kemandoran VI, Jakarta Barat.</p>
<p>Diskusi publik diikuti oleh beberapa tokoh masyarakat setempat diantaranya, H Supandi, pembina PS Cingkrik S3, H Bachtiar, pemilik Sanggar Si Pitung, Babe Manaf, Guru PS Cingkrik S3, dan Bang Rizal, pegiat seni budaya Betawi.</p>
<p>Dari Walhi hadir, Zenzi Suhadi, Direktur eksekutif Walhi Nasional, kemudian Bang Roni Adi, dari Betawi Kita,Tanah Abang, beserta sahabatnya, Isfandiari Mahbub Djunaidi, yang juga salah satu Waketum PB NU, serta pendekar Ciliwung, Jakarta Timur.</p>
<p>H Supandi berkisah soal sejarah Rawa Belong tempo dulu yang terkenal selain seni beladiri silatnya, juga terkenal sebagai sentral tanaman hias, terutama anggrek.<br />
&#8220;Dulu disini banyak petani anggrek, termasuk orang tua saya salah satunya, tapi sekarang sudah tidak ada lagi petani anggrek di Rawa Belong ini, karena ngga ada lagi lahannya,&#8221; jelas H Supandi.</p>
<p>&#8220;Dulu juga tumbuhan pohon disini bisa sebagai tanda, misalnya ketika ada yang bertanya rumahnya si A dimana ya ? oh, itu yang depannya ada pohon jambu, kalau sekarang ngga begitu lagi jawabannya, rumah si A oh, itu yang banyak kontrakannya,&#8221; kata H Supandi, sambil berseloroh dengan logat khas Betawinya.</p>
<figure id="attachment_15052" aria-describedby="caption-attachment-15052" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15052 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0018-1024x1000.jpg" alt="" width="640" height="625" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0018-1024x1000.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0018-300x293.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0018-768x750.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0018.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-15052" class="wp-caption-text">Penyerahan bibit pohon secara simbolis yang diterima oleh tokoh masyarakat Rawa Belong, Babe Manaf, didampingi Bang Rizal dan Bang Roni Adi juga ketua RT Babe Heri.</figcaption></figure>
<p>Itulah salah satu contoh beberapa yang hilang dari Rawa Belong sekarang ini, tapi untuk budaya silat Alhamdulillah masih bisa terjaga sampai sekarang ini, meskipun lahan yang kita pakai untuk berlatih sudah semakin sempit.<br />
&#8220;Beda dengan jaman dulu dimana para orang tua kita masih memiliki kebon yang luas, banyak pohon buah yang ditanam dipekarangannya, seperti pohon rambutan, mangga, jambu, bahkan tanaman yang bisa di jadikan obat, misalnya daun saga, daun sirih, daun segugu, yang sekarang ini sudah jarang kita temukan,&#8221; terang H Supandi lagi.</p>
<p>Senada dengannya, H Bachtiar pemilik Sanggar Si Pitung mengungkapkan, sekarang ini kita telah banyak kehilangan yang menjadi ciri khas dari pada Rawa Belong, diantaranya petani anggrek dan beberapa pohon besar, seperi duren, bacang, kecapi, yang menjadikan kampung kita adem dan sejuk.</p>
<p>&#8221; Semua itu bisa hilang karena tuntutan ekonomi dan zaman, karena sekarang ini lahan kebanyakan sudah dipakai untuk kegiatan bisnis diantaranya bangunan toko, kantor, kost-kostan bahkan kampus,&#8221; terang H Bachtiar.</p>
<p>Nah, ini bagaimana kedepannya, mungkin dengan cara mengembalikannya lagi sudah tidak bisa, tapi harapan saya sekarang adalah bagaimana ciri khas yang hilang tadi bisa dihidupkan lagi dalam satu wilayah kecil di Rawa Belong, sehingga generasi yang akan datang, anak dan cucu kita menjadi tahu kalau Rawa Belong itu penduduk aslinya sebagian besar dulu adalah petani anggrek, selain belajar silat pastinya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-15051 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0019-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0019-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0019-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0019-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0019-1536x1152.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240828-WA0019.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Diskusi semakin menarik,<br />
Hadirnya Walhi dalam diskusi sore ini memberikan sedikit angin segar, dengan melaksanakan penyerahan bibit pohon sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan hidup di Jakarta, khususnya di Rawa Belong yang kaya akan sejarah dan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Melalui gerakan ini Walhi berharap dapat mengembalikan keindahan alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar.</p>
<p>Sementara itu, salah satu pegiat seni dan budaya yang tergabung dalam komunitas &#8220;Betawi Kita&#8221; Tanah Abang, Roni Adi, mengatakan, Rawa Belong bukan hanya sekedar lokasi, tapi juga merupakan bagian penting dari identitas Betawi.</p>
<p>Dirinya berharap, dengan setiap bibit yang ditanam kita tidak hanya merestorasi ekosistem, tapi juga merayakan warisan budaya yang telah ada berabad-abad.</p>
<p>&#8220;Mari kita jaga dan lestarikan agar generasi mendatang dapat merasakan keindahan dan makna dari tempat ini,&#8221; pungkas Roni.</p>
<p>Direktur Walhi Nasional, Zenzi Suhadi, dalam sambutannya mengatakan, hampir 13 tahun saya di Jakarta, tapi saya tidak tahu siapa pemiliknya, Jakarta ini begitu liar pembangunannya, perilaku manusianya, jadi setiap orang yang datang ke Jakarta dia tidak tahu untuk menundukkan diri kepada adat istiadat siapa.</p>
<p>&#8220;Saya tersadar kepada siapa di Jakarta ini kita harus tunduk setelah air yang saya minum dari tanah selama ini, itu airnya siapa? ternyata airnya orang Jakarta yang di sebut sebagai orang Betawi, maka disitulah saya harus tunduk dan hormat terhadap orang Betawi selaku pemilik Jakarta, yang pada sore hari ini kita bertemu di Rawa Belong untuk berdiskusi bareng terkait lingkungan dan budaya,&#8221; ujar Zenzi.</p>
<p>Sadar atau tidak sadar kita harus tunduk hormat kepada orang Betawi, selaku pemilik Jakarta, mau sebesar apapun kita bangun gerakan di Jakarta, tapi tidak kita hubungkan dengan masyarakat Betawi, maka gerakan itu tidak akan tumbuh.<br />
Yang menjadi pedoman utama kita kalau mau membangun Jakarta adalah melibatkan masyarakat Betawi.</p>
<p>&#8221; Menurut saya kesalahan besar pemerintah Indonesia, dalam 79 tahun membangun Jakarta yang merupakan kiblat Indonesia adalah menyingkirkan masyarakat Betawi, maka dari itu Jakarta menjadi rusak,&#8221; pungkas Zenzi.</p>
<p>Sesi akhir pembicara oleh Bang Rizal, pegiat seni budaya Betawi, menurutnya, kampung saya Rawa Belong sudah sangat jauh berubah.<br />
&#8220;Hampir dua puluh tahun saya merantau ke Kalimantan, disana saya tugas sebagai PNS, ketika balik ke kampung halaman saya menyaksikan Rawa Belong sudah tidak seperti yang dulu lagi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Maka dengan adanya diskusi bersama Walhi disini, saya merasa bersyukur dan sangat berterimakasih sekali kepada semua yang telah hadir disini, semoga ada gerakan dan semangat kebersamaan yang kita bangun untuk memperbaiki lingkungan dan kebudayaan demi generasi yang akan datang. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/diskusi-publik-pulihkan-jakarta-walhi-kolaborasi-dengan-beberapa-tokoh-masyarakat-di-rawa-belong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
