<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PVMBG &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/pvmbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 May 2025 00:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>PVMBG &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Erupsi Gunung Semeru, Kolom Letusan Mencapai 1.000 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/erupsi-gunung-semeru-kolom-letusan-mencapai-1-000-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/erupsi-gunung-semeru-kolom-letusan-mencapai-1-000-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 00:10:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=27769</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak (Mahameru) pada Selasa (13/5/2025) pagi.</p>
<p>&#8220;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 13 Mei 2025, pukul 04:54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter atau 1 km di atas puncak,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.</p>
<p>Menurutnya kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik.</p>
<p>Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu sebelumnya erupsi pada Selasa pukul 00.23 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 mdpl.</p>
<p>&#8220;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Yadi menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status Gunung Semeru yang masih waspada atau level II, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&#8221; katanya.</p>
<p>Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/erupsi-gunung-semeru-kolom-letusan-mencapai-1-000-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabtu Pagi, Gunung Lewotobi Laki-Laki Alami Tiga Kali Erupsi </title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/sabtu-pagi-gunung-lewotobi-laki-laki-alami-tiga-kali-erupsi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/sabtu-pagi-gunung-lewotobi-laki-laki-alami-tiga-kali-erupsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 23:01:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Lewotobi Laki-Laki]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=9626</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi tiga kali erupsi di Gunung Lewotobi&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi tiga kali erupsi di Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (1/6/2024) pagi.</p>
<p>Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef S Mboro dalam laporan tertulis yang diterima di Jakarta, erupsi pertama terjadi pukul 04:52 WITA. Visual erupsi tersebut tidak teramati.</p>
<p>“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik,” demikian laporan Herman terkait erupsi pertama yang terjadi Sabtu pagi.</p>
<p>Erupsi kedua terjadi pukul 05:09 WITA, yang terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 447,3 mm dan durasi 327 detik. Visual erupsi kedua juga tidak teramati.</p>
<p>Tidak lama berselang, erupsi ketiga terjadi pukul 05:24 WITA yang terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi 175 detik.</p>
<p>Herman menyebut, tinggi kolom letusan tersebut teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak gunung.</p>
<p>“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya,” demikian menurut Herman.</p>
<p>Berdasarkan aktivitas vulkanik terkini Gunung Lewotobi Laki-laki, status gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut saat ini tetap pada level II atau Waspada.</p>
<p>Oleh karena itu, petugas pos pengamatan itu menyarankan masyarakat setempat maupun pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan kegiatan apapun dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.</p>
<p>Rekomendasi itu juga berlaku sektoral 3 km pada arah utara-timur laut dan 5 km pada sektor timur laut.</p>
<p>“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki hendak mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” demikian laporan Herman.</p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa PVMBG akan terus berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur dan pihak terkait lainnya untuk melaporkan secara berkala aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/sabtu-pagi-gunung-lewotobi-laki-laki-alami-tiga-kali-erupsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
