<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Pertamina (Persero) &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/pt-pertamina-persero/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2025 06:28:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>PT Pertamina (Persero) &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kejagung Periksa Nicke Widyawati terkait Dugaan Korupsi Minyak Mentah Pertamina</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kejagung-periksa-nicke-widyawati-terkait-dugaan-korupsi-minyak-mentah-pertamina/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kejagung-periksa-nicke-widyawati-terkait-dugaan-korupsi-minyak-mentah-pertamina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 06:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Nicke Widyawati]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina (Persero)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=27406</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Kejaksaan Agung memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (periode 2018–2024) sebagai saksi dalam&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Kejaksaan Agung memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (periode 2018–2024) sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).</p>
<p>“(Nicke Widyawati) sudah datang sejak pukul 09.00 WIB,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (6/5/2025).</p>
<p>Terkait substansi pemeriksaan, Kapuspenkum masih belum bisa membeberkan lantaran pemeriksaan tengah berjalan.</p>
<p>Adapun sebelumnya pada 22 April 2025, Kejaksaan Agung juga memeriksa Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2009–2014 Karen Agustiawan.</p>
<p>Karen diperiksa untuk dimintai keterangan terkait penandatanganan kontrak <em>storage </em>bahan bakar minyak (BBM) yang berada di bawah kendali PT Orbit Terminal Merak (OTM). Perusahaan tersebut dimiliki dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) dan Gading Ramadhan Joedo (GRJ).</p>
<p>Diketahui, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pada tahun 2018—2023.</p>
<p>Sembilan tersangka itu, yakni Riva Siahaan (RS) selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Yoki Firnandi (YF) selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Agus Purwono (AP) selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Maya Kusmaya (MK) selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, dan Edward Corne (EC) selaku VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.</p>
<p>Tersangka lainnya, yakni Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) selaku <em>beneficial owner</em> PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati (DW) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, dan Gading Ramadhan Joedo (GRJ) selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kejagung-periksa-nicke-widyawati-terkait-dugaan-korupsi-minyak-mentah-pertamina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ahok Siap Berikan Kesaksian dalam Kasus Dugaan Korupsi Pertamina</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ahok-siap-berikan-kesaksian-dalam-kasus-dugaan-korupsi-pertamina/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ahok-siap-berikan-kesaksian-dalam-kasus-dugaan-korupsi-pertamina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2025 03:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Mentah]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina (Persero)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=25129</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesi, Jakarta &#8211; Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan siap memberikan kesaksian&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesi, Jakarta</strong> &#8211; Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan siap memberikan kesaksian dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang tahun 2018–2023.</p>
<p>Hal itu ia sampaikan ketika tiba di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis pagi, untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus yang melibatkan beberapa subholding Pertamina tersebut.</p>
<p>“Kami sebetulnya secara struktur kan kita ada dewan komisaris, terus ada subholding, tapi tentu saya sangat senang bisa membantu Kejaksaan kalau apa yang saya tahu, akan saya sampaikan,” katanya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/3/2025).</p>
<p>Ia mengatakan bahwa dirinya membawa data berupa catatan rapat. Namun, tidak dijelaskan rapat apa yang dimaksud.</p>
<p>“Kalau diminta, akan kami kasih,” ujarnya.</p>
<p>Ahok tiba di Gedung Kejaksaan Agung pada pukul 08.30. Ia tampak mengenakan pakaian batik berwarna<span style="color: #ed5565;"> </span>coklat muda.</p>
<p>Usai memberikan pernyataan singkat kepada awak media, ia bergegas masuk ke dalam gedung dengan didampingi beberapa petugas keamanan Kejagung.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mengundang pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan ketika awak media menanyakan apakah Ahok akan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Sebagai informasi, Ahok merupakan Komisaris Utama PT Pertamina (persero) periode 2019–2024.</p>
<p>“Jadi, siapa pun yang terlibat dalam perkara ini, baik berdasarkan keterangan saksi maupun pemeriksaan dokumen atau alat bukti yang lain, pasti akan kita panggil untuk dimintai keterangan. Siapa pun,” ujarnya.</p>
<p>Diketahui, penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018–2023.</p>
<p>Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada tahun 2018-2023, yaitu Riva Siahaan (RS) selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Yoki Firnandi (YF) selaku Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Agus Purwono (AP) selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Maya Kusmaya (MK) selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, dan Edward Corne (EC) selaku VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.</p>
<p>Tersangka lainnya, yakni Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) selaku <em>beneficial owner</em> PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati (DW) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, dan Gading Ramadhan Joedo (GRJ) selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ahok-siap-berikan-kesaksian-dalam-kasus-dugaan-korupsi-pertamina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Oktober, Ini Daftar Harganya</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pertamina-turunkan-harga-bbm-nonsubsidi-per-1-oktober-ini-daftar-harganya/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pertamina-turunkan-harga-bbm-nonsubsidi-per-1-oktober-ini-daftar-harganya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 06:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Harga BBM Nonsubsidi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pertamina (Persero)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=16995</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam rangka mengimplementasikan Keputusan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri ESDM terkait tarif harga bahan bakar yang terhitung efektif per 1 Oktober.</p>
<p>Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Selasa (1/10/2024), penurunan itu mulai dari Rp850&#8211;Rp1.350 per liter tergantung provinsi.</p>
<p>Adapun harga Pertamax turun sebesar Rp850 per liter, sehingga kini harga bahan bakar tersebut di 10 provinsi menjadi Rp12.100.</p>
<p>Sementara untuk Pertamax Turbo turun menjadi Rp13.250 per liter yang sebelumnya Rp14.470 per liter, Pertamax Green 95 turun Rp950 per liter menjadi Rp12.700.</p>
<p>Selanjutnya, bahan bakar Dex mengalami penurunan menjadi Rp13.150 per liter, sedangkan Dexlite turun ke angka Rp12.700 per liter.</p>
<p>Berikut daftar lengkap perubahan harga BBM nonsubsidi Pertamina:</p>
<p><b>DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB</b></p>
<p>Pertamax: Rp12.100</p>
<p>Pertamax Turbo: 13.250</p>
<p>Pertamax Green 95: Rp12.700</p>
<p>Dexlite: Rp12.700</p>
<p>Pertamina Dex: Rp13.150</p>
<p><b>Provinsi Aceh:</b></p>
<p>Pertamax: Rp12.100</p>
<p>Pertamax Turbo: 13.250</p>
<p>Dexlite: Rp12.700</p>
<p>Pertamina Dex: Rp13.150</p>
<p>Free Trade Zone (FTZ) Sabang</p>
<p>Pertamax: Rp11.100</p>
<p>Dexlite: Rp11.700</p>
<p><b>Sumatera Utara, Sumsel, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalteng, Kaltim, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Gorontalo</b></p>
<p>Pertamax: Rp12.400</p>
<p>Pertamax Turbo: 13.550</p>
<p>Dexlite: Rp13.000</p>
<p>Pertamina Dex: Rp13.450</p>
<p><b>Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara</b></p>
<p>Pertamax: Rp12.650</p>
<p>Pertamax Turbo: 13.850</p>
<p>Dexlite: Rp13.250</p>
<p>Pertamina Dex: Rp13.750</p>
<p><b>FTZ Batam</b></p>
<p>Pertamax: Rp11.500</p>
<p>Pertamax Turbo: 12.500</p>
<p>Dexlite: Rp12.100</p>
<p>Pertamina Dex: Rp12.500</p>
<p><b>Maluku dan Maluku Utara</b></p>
<p>Pertamax: Rp12.400</p>
<p>Dexlite: Rp13.000</p>
<p>Provinsi Papua</p>
<p>Pertamax: Rp12.400</p>
<p>Pertamax Turbo: 13.550</p>
<p>Dexlite: Rp13.000</p>
<p>Pertamina Dex: Rp13.450</p>
<p><strong>Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya</strong></p>
<p>Pertamax: Rp12.400</p>
<p>Dexlite: Rp13.000</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pertamina-turunkan-harga-bbm-nonsubsidi-per-1-oktober-ini-daftar-harganya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
