<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petasan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/petasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Dec 2024 23:02:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Petasan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petasan Diduga Pemicu Kebakaran Sejumlah Rumah saat Malam Tahun Baru di Jakut</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/petasan-diduga-pemicu-kebakaran-sejumlah-rumah-saat-malam-tahun-baru-di-jakut/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/petasan-diduga-pemicu-kebakaran-sejumlah-rumah-saat-malam-tahun-baru-di-jakut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 22:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Petasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=22033</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga ledakan petasan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga ledakan petasan menyebabkan bagian atap Kantor Lurah Rawa Badak Utara dan rumah semi permanen di kawasan Cilincing Jakarta Utara terbakar pada Rabu (1/1/2025) dinihari.</p>
<p>&#8220;Kebakaran pertama terjadi di Jalan Cakung Drain Kelurahan Cilincing dan objek yang terbakar adalah rumah semi permanen dan rumah bedeng,&#8221; kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman di Jakarta, Rabu (1/1/2025).</p>
<p>Ia mengatakan kebakaran ini membakat tiga rumah semi permanen dan tiga rumah bedeng yang ada di kawasan tersebut</p>
<p>Ia menyatakan akibat kejadian itu satu orang mengalami luka bakar akibat kebakaran tersebut.</p>
<p>Gatot menjelaskan informasi dari warga kebakaran ini dipicu ledakan petasan mengenai rumah gubuk dan terjadi perambatan sehingga api terus membesar.</p>
<p>&#8220;Kami mendapatkan informasi kebakaran pukul 00.20 WIB lalu kami turunkan personel dan api berhasil dipadamkan pukul 02.06 WIB,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ia mengatakan ada 40 personel dan delapan unit mobil pemadam yang dikerahkan untuk memadamkan api tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk korban Z (70) saat ini sudah dibawa ke RSUD Cilincing untuk mendapatkan perawatan,&#8221; kata dia</p>
<p>Ia mengatakan objek yang terbakar seluas 195 meter persegi yang dihuni sebanyak 15 orang yang terdiri dari enam kepala keluarga.</p>
<p>&#8220;Untuk kerugian akibat kebakaran ditaksir Rp294 juta,&#8221; kata dia</p>
<p>Sementara itu kebakaran kedua terjadi di Kantor Lurah Rawa Badak Utara Kecamatan Koja yang terbakar sekitar pukul 00.34 WIB yang diduga terjadi akibat petasan mercusuar.</p>
<p>&#8220;Objek yang terbakar adalah atap kantor kelurahan seluas 6 meter persegi akibat kejatuhan petasan mercusuar,&#8221; kata dia.</p>
<p>Pihaknya menurunkan tiga unit mobil pemadam dengan 15 personel Damkar dan api berhasil dipadamkan pukul 00.55 WIB</p>
<p>&#8220;Untuk kerugian akibat kebakaran ini ditaksir Rp1 juta,&#8221; kata dia</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/petasan-diduga-pemicu-kebakaran-sejumlah-rumah-saat-malam-tahun-baru-di-jakut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Bubarkan Massa Konvoi dan Nyalakan Petasan di Jakarta</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/polisi-bubarkan-massa-konvoi-dan-nyalakan-petasan-di-jakarta/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/polisi-bubarkan-massa-konvoi-dan-nyalakan-petasan-di-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 23:04:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Konvoi]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Takbiran]]></category>
		<category><![CDATA[Petasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=6915</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Aparat kepolisian membubarkan massa yang melakukan konvoi sembari menyalakan petasan dan kembang api di Jakarta&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Aparat kepolisian membubarkan massa yang melakukan konvoi sembari menyalakan petasan dan kembang api di Jakarta pada Selasa malam hingga Rabu (10/4/2024) dini hari.</p>
<p>Berdasarkan pantauan, tampak ribuan massa yang mayoritas merupakan muda-mudi melakukan konvoi dengan kendaraan roda dua dan bahkan nekat menaiki atap bus sambil menyalakan flare.</p>
<p>Akibatnya, terjadi kemacetan di wilayah Jalan Gunung Sahari, Jalan Angkasa, dan Jalan Benjamin Sueb di Kemayoran, Jakarta Pusat hingga mengarah ke wilayah Ancol, Jakarta Utara.</p>
<p>Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro tampak memimpin langsung pembubaran massa tersebut.</p>
<p>​​​&#8221;Tolong bubar silahkan putar arah balik ke rumah besok kita mau Lebaran,&#8221; kata Kapolres dari bak mobil patroli.</p>
<p>Setidaknya hingga pukul 00.37 WIB aktivitas pembubaran yang dilakukan aparat kepolisian masih berlangsung.</p>
<p>Massa digiring untuk membubarkan diri ke arah Kali Sunter dan sebagian ke arah Gunung Sahari oleh aparat kepolisian menggunakan mobil rantis dan kendaraan patroli roda dua.</p>
<p>Selain itu pedagang kaki lima yang berbaris di sepanjang jalan juga diminta membubarkan diri.</p>
<p>Bahkan, petugas kepolisian berpakaian sipil bertindak tegas dengan menghentikan konvoi dan mengamankan sejumlah massa beserta petasan, kembang api yang mereka gunakan.</p>
<p>Dengan pembubaran itu, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan konvoi dan menyalakan petasan di jalan raya karena dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/polisi-bubarkan-massa-konvoi-dan-nyalakan-petasan-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polsek Utan Gelar Razia Pedagang Petasan Tanpa Izin Jual</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/polsek-utan-gelar-razia-pedagang-petasan-tanpa-izin-jual/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/polsek-utan-gelar-razia-pedagang-petasan-tanpa-izin-jual/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2024 12:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Petasan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumbawa Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Utan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Razia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=5457</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Sumbawa Besar &#8211; Personel Polsek Utan Jajaran Polres Sumbawa yang dipimpin langsung Kapolsek Utan IPTU Awaluddin S.AP,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Sumbawa Besar</strong> &#8211; Personel Polsek Utan Jajaran Polres Sumbawa yang dipimpin langsung Kapolsek Utan IPTU Awaluddin S.AP, M.M.Inov., melaksanakan razia dan penyitaan terhadap petasan yang tidak memiliki izin edar, Pada hari senin tanggal 18 Maret 2024 sekitar pukul 09.00 Wita.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama personelnya langsung menuju pasar lama Utan Desa Motong, Kec. Utan dimana sebelumnya terdapat informasi bahwa terdapat pedagang yang menjual petasan mercon.</p>
<p>Kemudian setelah tiba di lokasi, Petugas mendapati tiga orang pedagang yang menjual petasan mercon tanpa ijin jual, petasan-petasan tersebut selanjutnya di lakukan penyitaan.</p>
<p>Setelah itu, Kapolsek Utan bersama anggotanya melakukan pengembangan, dan mendapatkan informasi kembali terkait masyarakat yang menjual petasan mercon.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-5458 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240318-WA0039.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240318-WA0039.jpg 1600w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240318-WA0039-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240318-WA0039-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240318-WA0039-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240318-WA0039-1536x1152.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Personel Polsek kemudian menuju salah satu rumah warga yang beralamat di Desa Motong yang di duga menjual petasan mercon, setelah tiba di lokasi yang di maksud, Kapolsek Utan bersama personelnya mendapati petasan mercon dalam jumlah banyak dan berbagai jenis.</p>
<p>Petasan tersebut ditemukan berada di dalam rumah warga tersebut setelah itu petasan-petasan tersebut juga di sita dan di bawa ke Polsek Utan untuk di lakukan proses lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Pagi ini kami melaksanakan razia terhadap petasan, hasil kegiatan penertiban di wilayah hukum Polsek Utan berhasil mengamankan ratusan petasan berbagai jenis dari pedagang yang tidak memiliki ijin jual petasan mercon, kegiatan berjalan dengan aman dan lancar situasi terpantau kondusif&#8221; Terang Kapolsek.</p>
<p>Kapolsek juga menambahkan bahwa kegiatan razia tersebut merupakan upaya Polsek Utan dalam rangka cipta kondisi selama bulan suci ramadhan khususnya mencegah gangguan kamtibmas akibat petasan yang di nyalakan.<br />
(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/polsek-utan-gelar-razia-pedagang-petasan-tanpa-izin-jual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Dilarang Main Petasan karena Bisa Kena Sanksi Pidana</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/warga-dilarang-main-petasan-karena-bisa-kena-sanksi-pidana/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/warga-dilarang-main-petasan-karena-bisa-kena-sanksi-pidana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2024 05:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Metro Jaktim]]></category>
		<category><![CDATA[Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly]]></category>
		<category><![CDATA[Petasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=5383</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Polisi melarang warga  bermain petasan khususnya selama bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah karena bisa terkena&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Polisi melarang warga  bermain petasan khususnya selama bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah karena bisa terkena sanksi pidana apalagi kalau petasan itu menimbulkan kebakaran hingga jatuh korban.</p>
<p>&#8220;Ada ancaman pidana bagi para pelaku yang bermain petasan. Ancaman pidana tersebut dilandaskan pada daya ledak yang ditimbulkan petasan tersebut,&#8221; kata Kapolres Metro Jaktim Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly ketika dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (17/3/2024)</p>
<p>Selama ini, lanjut dia, masyarakat yang bermain petasan memang biasanya dijerat pasal tindak pidana ringan (tipiring). Tetapi, karena daya ledak petasan yang menimbulkan kebakaran, maka dapat berpotensi dijerat pasal hukum pidana.</p>
<p>Nicolas menuturkan petasan yang memiliki daya ledak besar pun dapat dikategorikan sebagai bahan peledak yang berbahaya.</p>
<p>&#8220;Tetapi untuk daya ledak itu juga dilihat, apakah termasuk low (rendah), middle (sedang) atau high (tinggi). Apakah merusak atau tidak,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Polres Metro Jakarta Timur pun sudah melakukan razia petasan pada awal bulan suci Ramadhan di kawasan Jatinegara.</p>
<p>&#8220;Kita sudah melakukan razia petasan bersama  petugas gabungan  termasuk dari Kecamatan Jatinegara. Kita menyisir lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi tempat jualan petasan, tetapi hasilnya nihil,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto melarang sejumlah kegiatan menjelang dan saat Ramadhan 1445 Hijriah melalui maklumat nomor: mak/0/III/2024 pada 13 Maret 2024.</p>
<p>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Rabu, menjelaskan maklumat tersebut dikeluarkan dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.</p>
<p>&#8220;Untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang disalahgunakan sehingga dapat mengakibatkan terganggunya kegiatan umum, maka dilarang melakukan sejumlah kegiatan, &#8221; katanya.</p>
<p>Kegiatan pertama yang dilarang yaitu, kegiatan berkonvoi kendaraan sebagaimana pasal 134 huruf g Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.</p>
<p>&#8220;Kedua, kegiatan bermain petasan atau kembang api sebagaimana Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951,&#8221; katanya.</p>
<p>Maklumat berikutnya yakni melarang kegiatan berkumpul atau berkerumun sambil menunggu berbuka puasa dan sahur yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>&#8220;Gangguannya seperti balapan liar dan juga tawuran,&#8221; kata Ade Ary.</p>
<p>Ade menambahkan jika ditemukan kegiatan seperti yang telah dilarang maka anggota Polda Metro Jaya dapat melakukan tindakan Kepolisian sesuai ketentuan Pasal 212 KUHP, Pasal 216 ayat (1) KUHP dan Pasal 218 KUHP.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/warga-dilarang-main-petasan-karena-bisa-kena-sanksi-pidana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
