<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelestarian Budaya Betawi &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/pelestarian-budaya-betawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jul 2025 15:44:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Pelestarian Budaya Betawi &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>17 Desember Ditetapkan Sebagai Hari Pantun Nasional, Ini Harapan Budayawan Betawi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 15:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[DPP Permata MHT]]></category>
		<category><![CDATA[Hari pantun nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pantun Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30189</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta — Pemerintah telah resmi menetapkan pada tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional melalui Keputusan Menteri&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta —</strong> Pemerintah telah resmi menetapkan pada tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 163/M/2025. Penetapan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Senin (7/7/2025) di Jakarta.</p>
<p>Menanggapi hal ini Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, menyambut baik akan kebijakan pemerintah tersebut. Ditemui usai menjadi narasumber dalam sebuah acara pelatihan seni pantun yang diselenggarakan oleh DPP Permata MHT, disebuah Hotel kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/7/2025)</p>
<p>Yahya Andi Saputra mengatakan, bahwa penetapan Hari Pantun Nasional menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian salah satu kekayaan sastra lisan bangsa. Pantun yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat kini diharapkan semakin kokoh sebagai identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.</p>
<p>“Ya, 17 Desember telah ditetapkan sebagai Hari Pantun Nasional. Ini merupakan ketetapan resmi melalui Keputusan Menteri Kebudayaan,” ucap Yahya.</p>
<p>Ia menjelaskan, keputusan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud penghargaan mendalam terhadap pantun yang telah diakui dunia. Pantun berhasil diinskripsi ke dalam daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Kemanusiaan UNESCO pada 17 Desember 2020 di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut diberikan melalui sidang daring yang diselenggarakan dengan tuan rumah negara Jamaika.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-30191 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-1024x904.jpg" alt="" width="640" height="565" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-1024x904.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-300x265.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-768x678.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Menurut Yahya, pantun memiliki nilai edukasi, sosial, dan budaya yang tinggi. Sebagai media komunikasi, pantun mengajarkan kesantunan, kebijaksanaan, dan kecintaan terhadap bahasa. Pantun juga berpotensi mendukung sektor kesenian hingga ekonomi kreatif.</p>
<p>“Hari Pantun Nasional menjadi momentum penting untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi, memperkuat kearifan lokal, dan menghidupkan pantun di masyarakat. Dengan inovasi yang berkelanjutan, pantun dapat menjadi produk budaya unggulan daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap, penetapan Hari Pantun Nasional dapat memicu lahirnya lebih banyak program pelestarian dan inovasi yang mengangkat pantun di tingkat nasional.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pada hari ini yang di gagas oleh DPP Permata MHT sangat baik sekali, ini merupakan bagian dari pelestarian budaya, dan pada momen yang sangat tepat, harusnya lebih diperbanyak lagi kegiatan-kegiatan seperti ini,&#8221; ucap Yahya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, tradisi berpantun bagi masyarakat Betawi sudah berlangsung sejak lama. Bagian dari kesusastraan Melayu ini terus bertahan dan berkembang lantaran dipelihara lewat media lisan alias penuturan maupun dalam bentuk tulisan atau buku-buku serta hikayat.</p>
<p>Namun, menurut Yahya, pelestarian pantun orang-orang Betawi perlu dihidupkan dan ditata kembali. Sehingga, gagasan atau isi yang hendak disampaikan penutur dapat tersampaikan.</p>
<p>“Ada beberapa catatan, bikin pantun itu bukan asal ngejeplak (mengucap). Mungkin pada bagian dari aksi palang pintu itu, akan ada koreksi dan penekanan utama, biasanya palang pintu dilaksanakan pada saat acara pernikahan yang sifatnya sakral, jadi harus tepat menggunakan kalimatnya,&#8221; tegas Yahya.</p>
<p>Menurut dia, pantun merupakan bentuk puisi khas Melayu yang terdiri dalam empat baris atau larik. Dua larik pertama dikatakan sampiran dan dua baris selanjutnya merupakan isi.</p>
<p>Beberapa catatan pembuatan pantun di antaranya, menghindari penyebutan nama-nama orang, baris pertama dan kedua harus berkaitan, serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. “Kamus-kamus bahasa Indonesia harus sering baca juga, kemudian Poebi (pedoman umum bahasa Indonesia) harus sering dilihat. Misalnya, hukum kata depan di yang dipisah dan di yang di-gancetin (digabung) juga harus tahu,” pungkasnya.</p>
<p>Sehingga ke depan, penulisan pantun Betawi harus lebih teliti dan berhati-hati dalam penyusunannya agar tidak menyalahi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan Benar. Yahya juga berharap, para pemerhati pantun budaya di ibu kota sekitarnya bisa bersatu dan berkolaborasi untuk menyusun satu buku sebagai upaya untuk membumikan pantun Betawi.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarasehan ke-III Kaukus Muda Betawi, Ketum LKB: Ini Bukan Soal Kepentingan Segelintir Pihak, tapi&#8230; </title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/sarasehan-ke-iii-kaukus-muda-betawi-ketum-lkb-ini-bukan-soal-kepentingan-segelintir-pihak-tapi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/sarasehan-ke-iii-kaukus-muda-betawi-ketum-lkb-ini-bukan-soal-kepentingan-segelintir-pihak-tapi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 11:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Beky Mardani]]></category>
		<category><![CDATA[Kaukus Muda Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum LKB]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Kebudayaan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28552</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menghadiri kegiatan Sarasehan ke-III&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menghadiri kegiatan Sarasehan ke-III Kaukus Muda Betawi bertema “Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi Tahun 2025”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada Senin (2/6/2025).</p>
<p>Gubernur Pramono menyambut antusias terselenggaranya acara ini karena merupakan langkah penting menuju usia ke-500 tahun Kota Jakarta. Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan, membangun dialog, dan meneguhkan toleransi di tengah keragaman warga Jakarta.</p>
<p>“Menurut saya, ini bagian dari komitmen kita untuk menyelesaikan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, di mana Jakarta kini tengah bertransformasi menjadi kota global dan pusat ekonomi nasional. Jadi, kalau tidak sekarang diselesaikan, menurut saya kita akan mengalami kesulitan. Bahkan, Ketua DPRD-nya punya komitmen, serta teman-teman sekalian di sini berkeinginan untuk itu juga,” ujar Gubernur Pramono.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-28555 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0042-1024x683.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0042-1024x683.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0042-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0042-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0042.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Ia menilai sarasehan ini juga menjadi momen strategis bagi para tokoh, budayawan, seniman, pelaku ekonomi, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bertukar gagasan, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai penjaga dan penggerak budaya Betawi.</p>
<p>“Maka, saya meminta Dinas Kebudayaan serta para wali kota dan bupati agar budaya Betawi kita menjadi naik kelas. Kita juga sudah melakukan kerja sama dengan sepuluh hotel berbintang lima untuk budaya Betawi, itu menjadi budaya utama ketika kita datang ke hotel. Kita mulai contohnya di Hotel Borobudur; selama dua bulan, Borobudur akan menyajikan makanan khas Betawi setiap hari,” jelas Gubernur Pramono.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengatakan, budaya Betawi memiliki peran penting sebagai identitas kultural Jakarta. Oleh karena itu, budaya Betawi perlu terus dirawat, dilestarikan, dan dikembangkan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan yang dikenal dengan semangat “Betawi Cultural Collaboration.”</p>
<p>Menurut Gubernur Pramono, masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menempatkan lembaga kebudayaan dan organisasi masyarakat Betawi sebagai mitra utama dalam merawat nilai-nilai luhur, sekaligus mendorong kemajuan budaya Betawi.</p>
<p>“Sebagai bentuk komitmen nyata, saya bersama Bang Doel menetapkan peningkatan pariwisata melalui promosi budaya Betawi sebagai program prioritas dalam 100 hari pertama pemerintahan kami. Sejumlah kegiatan seperti Festival Bandeng, Andilan Potong Kebo, pagelaran seni budaya, Lebaran Betawi, hingga silaturahmi dengan para tokoh kami dorong sebagai bagian dari upaya pelestarian yang nyata. Ke depan, kami akan terus memperkuat budaya Betawi ini,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Pelestarian Kebudayaan Betawi</strong></p>
<p>Salah satu fokus penting dalam Sarasehan III adalah dorongan untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Revisi ini dinilai penting untuk memperluas ruang partisipasi dan memperkuat perlindungan, pemanfaatan, pengembangan, serta pembinaan budaya Betawi secara komprehensif.</p>
<p>Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Pembina Kaukus Muda Betawi, Beky Mardani, menurutnya, Sarasehan ini merupakan forum silaturahmi dan tukar gagasan yang sangat dibutuhkan dalam proses memajukan budaya Betawi di tengah dinamika Jakarta sebagai kota global.</p>
<p>“Saat ini Jakarta sedang menata diri sebagai kota global yang berbudaya. Maka penting bagi kita membangun sinergi lintas komponen Betawi agar memiliki satu orientasi dan perspektif yang sama dalam menjaga dan memajukan budaya kita,” jelas Beky yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB)</p>
<p>Beky menekankan revisi Perda 4/2015 tidak boleh hanya menjadi kepentingan birokratis, tetapi harus menjadi bagian dari cita-cita bersama masyarakat Betawi. Terlebih, dua tahun ke depan, Jakarta akan memasuki usia ke-5 abad, momen penting yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat identitas dan ketahanan budaya lokal.</p>
<p>“Komitmen bersama dari seluruh elemen Betawi adalah kunci untuk mendorong percepatan revisi Perda ini. Ini bukan soal kepentingan segelintir pihak, tapi kehormatan budaya kita,” tutup Beky.</p>
<figure id="attachment_28553" aria-describedby="caption-attachment-28553" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-28553 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-1024x683.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-1024x683.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-2048x1365.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250602-WA0115-scaled.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-28553" class="wp-caption-text">Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim juga menegaskan keabsahan regulasi daerah terkait Lembaga Adat Masyarakat Betawi akan diuji dan didiskusikan melalui forum ini. Sejumlah akademisi yang hadir sebagai narasumber untuk memberikan masukan objektif, konstruktif, dan strategis.</p>
<p>“Di usia ke-498 ini, Jakarta membutuhkan peta jalan budaya yang kuat. Baik regulasi maupun pimpinan adat Betawi sudah terbentuk. Maka perlu diperkuat dengan kebijakan yang adaptif dan berpihak,” jelasnya.</p>
<p>(*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/sarasehan-ke-iii-kaukus-muda-betawi-ketum-lkb-ini-bukan-soal-kepentingan-segelintir-pihak-tapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarasehan di Setu Babakan Bahas Upaya Pelestarian Budaya Betawi Seiring Perkembangan Teknologi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/sarasehan-di-setu-babakan-bahas-upaya-pelestarian-budaya-betawi-seiring-perkembangan-teknologi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/sarasehan-di-setu-babakan-bahas-upaya-pelestarian-budaya-betawi-seiring-perkembangan-teknologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 04:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Beky Mardani]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Kebudayaan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Setu Babakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=16121</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-24 Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-24 Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar acara sarasehan, pada Sabtu (14/9/2024).</p>
<p>Hadir dalam acara ini, Diennaryati Tjokrosuprihatono, mantan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Ekuador pada periode 2017-2020.<br />
Menurutnya, budaya Betawi terbukti dapat go international jika dikelola secara profesional dan dikemas dengan baik.</p>
<p>&#8220;Dalam menyambut Jakarta sebagai kota global, budaya Betawi perlu beradaptasi dan berkembang meskipun banyak yang harus dibenahi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dienny menceritakan, bahwa ketika mengadakan halal bihalal bersama masyarakat Indonesia dan umat muslim Ekuador, usai melaksanakan shalat Ied bersama di Masjid As-salam yang ada di Quito, ia menampilkan budaya Betawi.<br />
Dalam acara open house dan halal bihalal bersama masyarakat Indonesia dan sahabat Indonesia dari Ekuador di Wisma Duta itu hadir sejumlah pejabat pemerintah Ekuador, pebisnis, seniman, perwakilan sahabat muslim Ekuador serta chef ternama dari Ekuador.</p>
<p>Dirinya menambahkan, bahwa hidangan yang disiapkan pun khas kuliner Betawi. &#8220;Saya orang Betawi sehingga setiap aktivitas kehidupan mengamalkan nilai-nilai Budaya Betawi,&#8221; ungkapnya.<br />
Ia juga menceritakan, bagaimana masyarakat Indonesia dan seluruh tamu asing yang hadir menyerbu hidangan mulai dari lontong, opor ayam, rendang, sate Betawi, bakso, otak-otak, kerupuk sampai berbagai kue-kue manis pun laris dinikmati tamu yang umumnya belum mengenal berbagai masakan khas Indonesia.</p>
<p>Dalam acara ini tampil sebagai pembicara adalah Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani, serta dosen Institut Sains dan Teknologi Nasioal (ISTN) Daisy Radnawati, dengan moderator wartawan senior, Lahyanto Nadie.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-16123 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240915-WA0012-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240915-WA0012-1024x576.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240915-WA0012-300x169.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240915-WA0012-768x432.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/09/IMG-20240915-WA0012.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p><strong>MENGIKUTI TREND</strong></p>
<p>Dalam sambutannya Beky Mardani mengatakan, bahwa upaya pelestarian budaya Betawi pengemasannya harus mengikuti trend, mengikuti perkembangan teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (A.I.,Artificial Intelligence) dengan memaksimalkan peran media sosial yang menjadi pusat rujukan generasi masa kini. Tanpa menghilangkan esensi nilai nilai yang melekat pada kebudayaan Betawi.</p>
<p>Ketua Umum LKB tersebut dengan penuh semangat menyampaikan idenya dalam sarasehan yang bertajuk &#8220;Benteng Utama Budaya Betawi Siap Mendukung Jakarta sebagai Kota Global&#8221;.</p>
<p>Acara sarasehan berlangsung di tengah kemeriahan menyambut milad (ulang tahun) Perkampungan Betawi ke-24, yang jatuh 15 September 2024 ini. Pada tahun 2000, 15 September, Gubernur Sutiyoso memulai pembangunan kawasan ini.<br />
Sarasehan mengkaji beragam wacana, konsep dan aktivitas keseharian budaya Betawi di masa kini dan masa depan. ”Kampung Betawi ini memiliki empat fungsi, pelestarian, pembinaan, pemanfaatan dan pengembangan budaya Betawi.  Hari ini kita syukuri, sambil terus dibenahi, ” kata Beky Mardani.</p>
<p><strong>TEMPAT STUDI</strong></p>
<p>Perkampungan Betawi di Srengseng Sawah, kata Beky, kini telah menjadi tempat studi budaya bagi mahasiswa yang berkampus di sekitarnya, seperti Universitas Pancasila, UI, ISTN dan lainnya dan kawasan di ibukota lainnya. “Dari penelitian, 72% yang datang untuk wisata budaya” katanya, sembari kunjungan anak anak sekolah juga rutin berdatangan. ”Di sini bisa dilihat, prototip rumah Betawi pinggir, tengah dan pesisir, ada lengkap,&#8221; papar Beky Mardani, yang juga mantan aktifis mahasiswa dan jurnalis teve swasta ini.</p>
<p>Merujuk pada gagasan pembangunannya, Kampung Betawi di Setu Babakan tak cuma menjadi lokasi wisata budaya melainkan juga edukasi pengembangan budaya. Dengan luas lahan 289 hektare, terdiri daratan dan air (setu) yang menyatu dengan pemukiman warga, Kampung Budaya Betawi memiliki kelebihan dan kekurangan. “Kami berharap agar warga di sekitar ini juga merasa memiliki kampung Betawi ini dan mendapat manfaat dari keberadaan kampung budaya ini,&#8221; ucap Beky.</p>
<p>Merespon pada perkembangan terkini, setelah Jakarta tak lagi menjadi ibukota, Kampung Betawi dan Setu Babakan siap menjadi ikon global, dengan menawarkan gagasan; menyelenggarakan festival budaya sebagai agenda tahunan, meningkatkan diplomasi budaya dan kolaborasi dengan seniman internasional dan terus ‘branding’ masyarakat Betawi sebagai masyarakat terbuka dan kaya akan keberagaman.</p>
<p>Menyadari perkembangan teknologi informasi yang efektif dan fungsional, Beky berharap Situs Perkampungan Betawi juga bisa dihadirkan secara virtual, ”Supaya bisa dilihat oleh mereka yang tidak bisa datang ke sini. Ada semacam tour virtual budaya Betawi,&#8221; ucap Beky.</p>
<p>”Sarana ada, pelaku ada . Tinggal action,&#8221; paparnya.</p>
<p><strong>MODIFIKASI ELEMEN BETAWI</strong></p>
<p>Pembicara ke dua, Dr. Daisy Radnawati, S.T., M.Si., pakar arsitektur lanskap dari ISTN, menyatakan terjadi distrupsi luar biasa dalam perkembangan budaya, tak hanya Betawi melainkan juga seluruh budaya tradisional di dunia global.<br />
“Rasanya perlu diselenggarakan seminar international tentang Budaya Betawi – fokus membahas budaya Betawi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pengaruh budaya Tionghoa,  Arab yang berbaur menjadi Betawi seperti apa nantinya?<br />
Wakil rektor ISTN ini menyebut tantangan semua pihak terkait, bagaimana menjaga keseimbangan modernisasi dan menjaga tradisi.</p>
<p>“Saya dibesarkan di Betawi, lahir dan besar di wilayah Betawi. Dulu ada tradisi warga bareng ke mushala. Sekarang, warga jalan bareng masih ada tapi sudah bukan ke mushala, ” kenangnya.</p>
<p>Daisy mengaku telah buku Peran Batik dalam Pelestarian Budaya dan menawarakan desain yang menghadirkan elemen budaya betawi di berbagai perabotan rumah, sebagai karya kreasi dan modifikasi, tanpa melanggar nilai budaya dan simbol sakral di dalamnya.<br />
Sependapat dengan Beky Mardani, Daisy menyatakan perlunya memanfaatkan dan belajar dengan A.I. (artificial intelligence) dan dunia digital untuk mempromosikan Budaya Betawi ke kancah global.</p>
<p>”Saya sudah coba, bikin lagu pakai AI satu menit bisa. Yang penting promt-nya sesuai dengan khas Betawi,&#8221; pungkasnya. (*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/sarasehan-di-setu-babakan-bahas-upaya-pelestarian-budaya-betawi-seiring-perkembangan-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
