<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PBNU &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/pbnu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Sep 2024 03:07:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>PBNU &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PBNU: Tak Ada Pengurus Cabang dan Wilayah Ikut MLB</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pbnu-tak-ada-pengurus-cabang-dan-wilayah-ikut-mlb/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pbnu-tak-ada-pengurus-cabang-dan-wilayah-ikut-mlb/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 03:10:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah Latopada]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar Luar Biasa]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=16116</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdullah Latopada menegaskan tidak ada pengurus tingkat cabang dan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdullah Latopada menegaskan tidak ada pengurus tingkat cabang dan wilayah yang terlibat dalam wacana penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) NU yang diperkirakan berlangsung beberapa bulan ke depan.</p>
<p>Latopada menyebut MLB NU itu merupakan isu yang digulirkan segelintir orang yang tak mempunyai legitimasi dalam kepengurusan PBNU.</p>
<p>“Saya pastikan tidak ada (pengurus) cabang ataupun wilayah yang ikut. Itu hanya wacana yang didengungkan segelintir orang pengangguran,” kata Latopada kepada wartawan sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (15/9/2024).</p>
<p>Dia pun menekankan struktur kepengurusan PBNU solid dan kokoh hingga ke bawah.</p>
<p>“Karenanya, jika ada klaim mereka didukung PCNU dan PWNU maka saya pastikan itu tindakan menyebar hoaks. Di NU itu tidak ada rebutan jabatan,” kata Latopada.</p>
<p>Wacana menggelar Muktamar Luar Biasa NU digulirkan oleh Presidium Penyelamat Organisasi dan MLB NU, yang di beberapa kesempatan kerap diwakili salah satu anggotanya KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam.</p>
<p>Gus Salam dalam kesempatan terpisah menyebut presidium bakal menggelar pramuktamar pada akhir September 2024 atau awal Oktober. Hasil dari pramuktamar itu yang kemudian menentukan jadwal MLB NU. Gus Salam berharap MLB NU dapat digelar pada 2024.</p>
<p>Dalam proses menuju pramuktamar, Gus Salam menyebut presidium membuka kanal aduan (hotline) bagi warga dan pengurus NU untuk menyampaikan aduan, masukan, kritik, dan saran terkait dugaan pelanggaran dalam PBNU yang dia yakini terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.</p>
<p>Warga dan pengurus NU yang ingin melapor dapat menghubungi +6287839539999, atau email aduanmlbnu@gmail.com, atau melapor langsung ke Sekretariat Presidium di Ndalem Kasepuhan PP Mambaul Maarif Denanyar Jombang di Jawa Timur.</p>
<p>Gus Salam lanjut mengklaim Presidium MLB NU telah mengantongi dukungan dari 300 lebih PCNU dan PWNU se-Indonesia</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pbnu-tak-ada-pengurus-cabang-dan-wilayah-ikut-mlb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PBNU Sebut Kunjungan Sri Paus Jadi Kontranarasi terhadap Radikalisme</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pbnu-sebut-kunjungan-sri-paus-jadi-kontranarasi-terhadap-radikalisme/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pbnu-sebut-kunjungan-sri-paus-jadi-kontranarasi-terhadap-radikalisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 04:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Fransiskus]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15955</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PBNU Najih Arromadloni menilai kunjungan Paus&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PBNU Najih Arromadloni menilai kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia menjadi kontranarasi tegas terhadap radikalisme dan ekstremisme.</p>
<p>“Menjadi bantahan nyata terhadap narasi-narasi ekstremisme yang mencoba memecah belah persatuan bangsa,” ujar Gus Najih, sapaan akrabnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (12/9/2024).</p>
<p>Kehadiran pemimpin tertinggi umat Katolik di tanah air ini dipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat persaudaraan dan kerukunan antara umat beragama, terutama Islam dan Katolik.</p>
<p>Gus Najih menekankan bahwa kunjungan ini bukan hanya sebuah simbol, tetapi harus dimaknai sebagai momentum rekonsiliasi di tengah tantangan ekstremisme yang pernah memicu konflik berbasis agama di Indonesia.</p>
<p>“Kunjungan ini harus kita maknai sebagai upaya untuk memperkuat kerukunan, memperkuat perdamaian, dan juga upaya untuk memperkuat rekonsiliasi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Gus Najih juga mengapresiasi langkah simbolik yang dilakukan Imam Besar Masjid Istiqlal dalam menunjukkan persahabatan dengan Paus Fransiskus. Menurutnya, tindakan ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam, tetapi justru mencerminkan esensi Islam sebagai agama perdamaian.</p>
<p>“Apa yang dilakukan oleh Imam besar Istiqlal dan Paus sesungguhnya adalah suatu hal yang sangat bermakna, sangat simbolik dan sama sekali tidak melanggar ajaran Islam,” kata dia.</p>
<p>Kunjungan ini, menurut Gus Najih, membawa pesan kuat bahwa agama harus menjadi sumber solusi, bukan pemicu konflik.</p>
<p>Ia berharap keteladanan para pemuka agama seperti Paus Fransiskus dan tokoh-tokoh agama di Indonesia bisa menginspirasi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput, demi menciptakan kerukunan yang lebih nyata di masyarakat.</p>
<p>Paus Fransiskus juga dipuji karena menghadirkan contoh kepemimpinan yang inklusif dan penuh kasih sayang. Gus Najih berharap bahwa upaya-upaya perdamaian ini dapat terus diperkuat di tingkat internasional, sekaligus menjadi bantahan nyata terhadap narasi-narasi radikal yang mengancam perdamaian dunia.</p>
<p>“Indonesia juga harus tetap ingat akan pentingnya memperjuangkan keadilan global, termasuk dalam isu Palestina, sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan yang mendasar,” ucapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pbnu-sebut-kunjungan-sri-paus-jadi-kontranarasi-terhadap-radikalisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kritik PBNU ke PKB Seperti Jamu, Pahit Tapi Menyehatkan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kritik-pbnu-ke-pkb-seperti-jamu-pahit-tapi-menyehatkan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kritik-pbnu-ke-pkb-seperti-jamu-pahit-tapi-menyehatkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 02:34:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Said Aqil Siroj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=13856</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode masa khidmat 2010-2021 Prof Said Aqil Siroj&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode masa khidmat 2010-2021 Prof Said Aqil Siroj menilai bahwa kritik-kritik dari PBNU terhadap PKB justru bakal membuat PKB semakin kuat.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa serangan, kritikan, dan penggerogotan yang terjadi hari ini sebagai cambuk atau jamu bagi PKB. Jamu memang terasa pahit tetapi bisa menyehatkan.</p>
<p>&#8220;Jadikan apa yang dihadapi hari ini sebagai cambuk. Jadikan sebagai jamu, pahit, tidak apa-apa asal sembuh,&#8221; kata Said Aqil dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/8/2024).</p>
<p>Said yang dulunya merupakan anggota Tim Lima Pendiri PKB itu mengatakan PKB di bawah kepemimpinan Abdul Muhaimin sejauh ini semakin maju. Pasalnya, kata dia, perolehan kursi di tingkat pusat bertambah, dari 58 kursi menjadi 68 kursi.</p>
<p>&#8220;Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan teman-teman PKB di pusat dan daerah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dia pun mencontohkan bahwa saat ini pengurus wilayah PKB di daerah Bandung sedang dalam kondisi yang solid. Menurutnya kekompakan itu buah dari sinergi antara PKB dan NU di wilayah tersebut.</p>
<p>Dengan adanya dinamika yang terjadi saat ini, dia meyakini lambat laun PKB akan semakin kuat dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.</p>
<p>Di samping itu, dia menjelaskan bahwa tokoh pendiri PKB terdiri dari lima orang, yang kemudian disebut dengan Tim Lima. Dari lima anggota tersebut, menurutnya tiga orang sudah wafat.</p>
<p>&#8220;Dua orang masih hidup. Yakni, saya dan Wakil Presiden KH Ma&#8217;ruf Amin. Tiga orang yang telah berpulang, Bapak Rozi Munir, Bapak Ahmad Bagdja, dan Bapak Mustopa Zuhad,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sebelumnya, PBNU telah membentuk tim lima atau panitia khusus (pansus) yang bertujuan untuk merebut PKB agar kembali kepada ideologi awalnya.</p>
<p>Hal tersebut dilakukan lantaran elit PBNU melihat PKB tidak lagi berada dalam jalur ideologi NU dan hanya dikuasai oleh Muhaimin Iskandar serta kroni-kroninya saja.</p>
<p>Pembentukan pansus akan menyerupai tim yang awalnya melahirkan PKB di masa lalu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kritik-pbnu-ke-pkb-seperti-jamu-pahit-tapi-menyehatkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
