<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pantun Betawi &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/pantun-betawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jul 2025 15:44:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Pantun Betawi &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>17 Desember Ditetapkan Sebagai Hari Pantun Nasional, Ini Harapan Budayawan Betawi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 15:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[DPP Permata MHT]]></category>
		<category><![CDATA[Hari pantun nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pantun Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30189</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta — Pemerintah telah resmi menetapkan pada tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional melalui Keputusan Menteri&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta —</strong> Pemerintah telah resmi menetapkan pada tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 163/M/2025. Penetapan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Senin (7/7/2025) di Jakarta.</p>
<p>Menanggapi hal ini Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, menyambut baik akan kebijakan pemerintah tersebut. Ditemui usai menjadi narasumber dalam sebuah acara pelatihan seni pantun yang diselenggarakan oleh DPP Permata MHT, disebuah Hotel kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/7/2025)</p>
<p>Yahya Andi Saputra mengatakan, bahwa penetapan Hari Pantun Nasional menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian salah satu kekayaan sastra lisan bangsa. Pantun yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat kini diharapkan semakin kokoh sebagai identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.</p>
<p>“Ya, 17 Desember telah ditetapkan sebagai Hari Pantun Nasional. Ini merupakan ketetapan resmi melalui Keputusan Menteri Kebudayaan,” ucap Yahya.</p>
<p>Ia menjelaskan, keputusan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud penghargaan mendalam terhadap pantun yang telah diakui dunia. Pantun berhasil diinskripsi ke dalam daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Kemanusiaan UNESCO pada 17 Desember 2020 di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut diberikan melalui sidang daring yang diselenggarakan dengan tuan rumah negara Jamaika.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-30191 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-1024x904.jpg" alt="" width="640" height="565" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-1024x904.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-300x265.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-768x678.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Menurut Yahya, pantun memiliki nilai edukasi, sosial, dan budaya yang tinggi. Sebagai media komunikasi, pantun mengajarkan kesantunan, kebijaksanaan, dan kecintaan terhadap bahasa. Pantun juga berpotensi mendukung sektor kesenian hingga ekonomi kreatif.</p>
<p>“Hari Pantun Nasional menjadi momentum penting untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi, memperkuat kearifan lokal, dan menghidupkan pantun di masyarakat. Dengan inovasi yang berkelanjutan, pantun dapat menjadi produk budaya unggulan daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap, penetapan Hari Pantun Nasional dapat memicu lahirnya lebih banyak program pelestarian dan inovasi yang mengangkat pantun di tingkat nasional.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pada hari ini yang di gagas oleh DPP Permata MHT sangat baik sekali, ini merupakan bagian dari pelestarian budaya, dan pada momen yang sangat tepat, harusnya lebih diperbanyak lagi kegiatan-kegiatan seperti ini,&#8221; ucap Yahya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, tradisi berpantun bagi masyarakat Betawi sudah berlangsung sejak lama. Bagian dari kesusastraan Melayu ini terus bertahan dan berkembang lantaran dipelihara lewat media lisan alias penuturan maupun dalam bentuk tulisan atau buku-buku serta hikayat.</p>
<p>Namun, menurut Yahya, pelestarian pantun orang-orang Betawi perlu dihidupkan dan ditata kembali. Sehingga, gagasan atau isi yang hendak disampaikan penutur dapat tersampaikan.</p>
<p>“Ada beberapa catatan, bikin pantun itu bukan asal ngejeplak (mengucap). Mungkin pada bagian dari aksi palang pintu itu, akan ada koreksi dan penekanan utama, biasanya palang pintu dilaksanakan pada saat acara pernikahan yang sifatnya sakral, jadi harus tepat menggunakan kalimatnya,&#8221; tegas Yahya.</p>
<p>Menurut dia, pantun merupakan bentuk puisi khas Melayu yang terdiri dalam empat baris atau larik. Dua larik pertama dikatakan sampiran dan dua baris selanjutnya merupakan isi.</p>
<p>Beberapa catatan pembuatan pantun di antaranya, menghindari penyebutan nama-nama orang, baris pertama dan kedua harus berkaitan, serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. “Kamus-kamus bahasa Indonesia harus sering baca juga, kemudian Poebi (pedoman umum bahasa Indonesia) harus sering dilihat. Misalnya, hukum kata depan di yang dipisah dan di yang di-gancetin (digabung) juga harus tahu,” pungkasnya.</p>
<p>Sehingga ke depan, penulisan pantun Betawi harus lebih teliti dan berhati-hati dalam penyusunannya agar tidak menyalahi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan Benar. Yahya juga berharap, para pemerhati pantun budaya di ibu kota sekitarnya bisa bersatu dan berkolaborasi untuk menyusun satu buku sebagai upaya untuk membumikan pantun Betawi.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPP Permata MHT Gelar Pelatihan Seni Budaya Pantun, Dihadiri 150 Peserta</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dpp-permata-mht-gelar-pelatihan-seni-budaya-pantun-dihadiri-150-peserta/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dpp-permata-mht-gelar-pelatihan-seni-budaya-pantun-dihadiri-150-peserta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 06:49:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Beky Mardani]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[H. Supli Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Kebudayaan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantun Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Permata MHT]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30116</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (DPP Permata MHT), menggelar kegiatan pelatihan seni&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (DPP Permata MHT), menggelar kegiatan pelatihan seni budaya pantun sebagai wujud nyata dalam melestarikan seni budaya khususnya kebudayaan Betawi, kegiatan ini berlangsung selama dua hari 11-12 Juli 2025, yang berlokasi di Hotel Horison Arcadia Mangga Dua, Jakarta Pusat.</p>
<p>Sebanyak 150 orang peserta hadir mengikuti kegiatan ini, mereka berasal dari pengurus DPC dan Korwil permata MHT di lima wilayah DKI dan Kepulauan Seribu.</p>
<p>Dalam kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua orang narasumber utama, yakni Drs. Yahya Andi Saputra, M.Hum, seorang budayawan Betawi, yang akan membahas sejarah dan kebiasaan berpantun di tanah Betawi, serta Drs. Zahrudin, M.Hum, atau biasa dikenal sebagai raja pantun, yang akan memberikan tehnik atau cara membuat pantun dengan baik dan benar. Kedua narasumber tersebut akan di pandu oleh H.Beky Mardani, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang bertindak sebagai moderator.</p>
<p>Ketua harian DPP Permata MHT, HM Nuh, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Permata MHT terus berkomitmen dalam melestarikan kebudayaan Betawi, sebagai wujud nyata dalam mendukung program Pemprov DKI, menuju lima abad menjadikan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.</p>
<p>Jakarta merupakan kota yang sangat kaya akan budaya, salah satunya adalah pantun Betawi, kota ini dapat memperkuat posisinya sebagai kota global yang dinamis dan semakin menarik jika kearifan lokalnya selalu dijaga dengan baik.</p>
<p>&#8220;Kita berterima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta, Bang Anung (Pramono Anung) dan Wagub Rano Karno, yang terus berkomitmen mau menjadikan budaya Betawi, sebagai budaya yang di banggakan di kota Jakarta ini,&#8221; ucap HM Nuh.</p>
<figure id="attachment_30119" aria-describedby="caption-attachment-30119" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-30119 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-1024x536.jpg" alt="" width="640" height="335" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-1024x536.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-300x157.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-768x402.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-1536x804.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-2048x1073.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-scaled.jpg 1800w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-30119" class="wp-caption-text">Para pengurus DPP Permata MHT foto bersama usai acara</figcaption></figure>
<p>Banyak sekali kegiatan budaya terutama budaya Betawi yang kembali di populerkan oleh Bang Anung dan Bang Rano, pada saat ini, diantaranya ada Festival Bandeng, Andilan Potong Kebo, bahkan kuliner khas Betawi berupa bir pletok yang kini menjadi hidangan wajib di Balaikota DKI Jakarta.</p>
<p>Ia menambahkan, ucapan terimakasih juga diberikan kepada Dewan Pembina Permata MHT, Bang Fauzi Bowo dan Ketua Umum DPP Permata MHT, H Marullah Matali, yang terus memberikan arahannya agar Permata MHT terus memberikan kontribusinya kepada masyarakat Jakarta, dalam mendukung program pemerintah DKI.</p>
<p>Senada dengannya, Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pelatihan keterampilan berpantun, tetapi juga sebagai media sosialisasi pentingnya pelestarian budaya lisan (pantun) di tengah arus globalisasi.</p>
<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi kerja sama seluruh panitia yang telah berkontribusi secara maksimal demi kesuksesan acara pada hari ini,&#8221; ujar H Supli Ali.</p>
<figure id="attachment_30117" aria-describedby="caption-attachment-30117" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-30117 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-768x1024.jpg" alt="" width="640" height="853" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-768x1024.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-225x300.jpg 225w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-1152x1536.jpg 1152w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-1536x2048.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-scaled.jpg 1350w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-30117" class="wp-caption-text">Sekjen DPP Permata MHT, H Supli Ali (kiri) menyerahkan sertifikat kepada narasumber Yahya Andi Saputra.</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, salah satu narasumber acara Yahya Andi Saputra, menjelaskan bahwa pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage tanggal 17 Desember 2020. Dengan demikian, pantun menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang masuk daftar warisan budaya tak benda yang diakui dunia.</p>
<p>Pemerintah Republik Indonesia juga secara resmi telah menetapkan tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional, lewat Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 163/M/2025 yang ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pada 7 Juli 2025.</p>
<p>Penetapan ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian pantun sebagai bagian dari warisan budaya lisan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Melayu dan Nusantara secara luas, termasuk Betawi.</p>
<p>Ia menambahkan, pantun memiliki berbagai jenis berdasarkan isi dan tujuannya. Beberapa jenis pantun yang umum dikenal antara lain pantun jenaka, pantun nasihat, pantun teka-teki, pantun kiasan, pantun agama, pantun peribahasa, pantun perkenalan, pantun percintaan, dan pantun anak-anak.</p>
<p>&#8220;Pantun memiliki ciri khas, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris, yang terdiri dari 8-12 suku kata di tiap barisnya, pantun harus memiliki sampiran dan isi bersajak atau berima a-b-a-b,&#8221; jelas Yahya.</p>
<p><strong>Pantun Nasihat di Tradisi Palang Pintu di Acara Pernikahan</strong></p>
<p>Bagi sebagian besar masyarakat Betawi, tradisi palang pintu dalam sebuah acara pernikahan sering kita saksikan selain seni beladiri diri pencak silat,<br />
berbalas pantun menjadi ciri khas lainnya.<br />
Menurut Yahya Andi Saputra, sekarang ini sudah banyak yang salah dalam melaksanakan tatacara berpantun dalam acara pernikahan tersebut.</p>
<p>&#8220;Pernikahan itu adalah acara yang sakral, seharusnya kita menggunakan pantun nasihat, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi acara.<br />
Gunakan bahasa yang santun dan sopan, meskipun ada unsur jenaka, tapi jangan berlebihan, misalnya melorotin celana, menampar muka, tempeleng kepala, dan lain sebagainya, karena itu bukan ciri khas dari palang pintu, itu sudah menjurus kepada lenong.<br />
Juga usahakan pantun yang disampaikan mudah dipahami dan enak didengar dengan bahasa yang halus dan sopan,&#8221; tegas Yahya.</p>
<p>Pernyataan ini diamini oleh Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, H Beky Mardani, menurutnya apa yang dikatakan Bang Yahya adalah benar, pernikahan adalah acara yang sangat sakral.</p>
<p>&#8220;Jadi sebaiknya dalam acara palang pintu jangan ada unsur tambahan seperti yang di katakan Bang Yahya, mari kita perbaiki, kita kembalikan sesuai dengan pakemnya,&#8221; harap Ketua LKB.</p>
<p>Palang pintu merupakan sebuah acara tradisi pernikahan adat Betawi, sebagai simbol diplomasi dan mufakat antara pihak laki-laki dan perempuan.<br />
Tradisi palang pintu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2016, menandakan pentingnya tradisi ini dalam budaya Betawi.<br />
Dengan demikian, palang pintu bukan hanya sekadar prosesi, tetapi juga merupakan bagian penting dari pernikahan adat Betawi yang sarat dengan makna dan filosofi kehidupan.</p>
<figure id="attachment_30118" aria-describedby="caption-attachment-30118" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-30118 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-768x1024.jpg" alt="" width="640" height="853" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-768x1024.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-225x300.jpg 225w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-1152x1536.jpg 1152w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-1536x2048.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-scaled.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-30118" class="wp-caption-text">Ketua Harian DPP Permata MHT, HM Nuh (kanan) menyerahkan sertifikat kepada salah satu narasumber Drs Zahrudin</figcaption></figure>
<p>Narasumber lainnya yakni Drs. Zahrudin atau yang lebih dikenal sebagai raja pantun mencoba berbagi ilmu tentang seni budaya pantun.<br />
Menurutnya, setiap orang bisa untuk melakukan seni berpantun tetapi butuh kesabaran dan ketekunan juga kecepatan otak untuk berpikir dalam menyusun kalimat pantun tersebut.</p>
<p>&#8220;Pantun memiliki empat baris dalam satu bait. Dua baris pertama adalah sampiran, berfungsi sebagai pengantar atau pembuka. Dua baris terakhir adalah isi, yang berisi maksud atau pesan pantun. Rima pantun biasanya berpola a-b-a-b atau a-a-a-a.<br />
Kemudian rajin berlatih membuat contoh-contoh sederhana. Pilih tema yang mudah, lalu buat isi pantun terlebih dahulu sebelum menentukan sampirannya, maka kita akan mudah dan cepat dalam membuat pantun,&#8221; terang Zahrudin.</p>
<p>Sebelumnya, acara di buka oleh Wakil Kadis Kebudayaan DKI, Puspa Dirjaya, yang menekankan pentingnya pelestarian budaya di setiap daerah.</p>
<p>&#8220;Budaya daerah merupakan identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Pelestarian budaya daerah penting untuk mempertahankan warisan leluhur, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi aset wisata yang berharga, termasuk budaya lisan (pantun) yang hari ini sedang mengadakan kegiatan pelatihan oleh DPP Permata MHT,&#8221; pungkas Puspa Dirjaya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Pusat, Denny Ramdany, mengatakan, dengan adanya undang-undang yang baru soal Jakarta, harusnya kita bisa meniru yang ada di Bali, yaitu adanya Pecalang.</p>
<p>Pecalang bukan hanya sekadar petugas keamanan biasa, melainkan juga menjadi representasi dari kearifan lokal dan pelestari nilai-nilai budaya di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Salah satu faktor yang dinilai sebagai kota global berdasarkan Global Cities Index (GCI) salah satunya adalah kearifan lokal, dalam hal ini budaya dan kesenian Betawi yang harus di perkuat,&#8221; ungkap Denny.</p>
<p>Ia menambahkan, bahwa Gubernur DKI Jakarta sudah berkomitmen untuk melestarikan dan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta sebagai kota global.</p>
<p>&#8220;Sekarang Betawi jadi jagoannya, karena alas hukumnya sudah ada, komandonya juga ada, ayo sama-sama kita jalani,&#8221; tutup Denny, diiringi tepuk tangan para peserta yang hadir.</p>
<p>Beberapa pengurus Permata MHT yang juga turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, H Hamzah, H Naman Setiawan, Ustadz Zaini Hamdan, H Yusron Sjarief, Ustadz Hazami, dan para pengurus DPC masing-masing wilayah.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dpp-permata-mht-gelar-pelatihan-seni-budaya-pantun-dihadiri-150-peserta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
