<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meta &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/meta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Aug 2024 05:57:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Meta &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Threads Kini Telah Memiliki 200 Juta Pengguna</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/threads-kini-telah-memiliki-200-juta-pengguna/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/threads-kini-telah-memiliki-200-juta-pengguna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 05:57:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[Threads]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=13264</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Platform media sosial besutan Meta, Threads telah memiliki 200 juta pengguna menurut pengumuman yang disampaikan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Platform media sosial besutan Meta, Threads telah memiliki 200 juta pengguna menurut pengumuman yang disampaikan oleh eksekutif Meta yakni Adam Mosseri.</p>
<p>Dilansir dari Engadget pada Jumat (2/8/2024), meskipun jumlah pengguna Threads masih terhitung lebih sedikit apabila dibandingkan oleh media sosial Meta lainnya, capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang cepat sejak Threads dirilis pada tahun lalu.</p>
<p>Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa Threads berhasil mengumpulkan 175 juta pengguna pada bulan lalu saat media sosial tersebut genap berusia satu tahun.</p>
<p>Mark juga beberapa kali pernah mengatakan bahwa Threads akan menjadi aplikasi Meta berikutnya yang memiliki satu miliar pengguna.</p>
<p>&#8220;Kami telah membangun perusahaan ini selama 20 tahun, dan tidak banyak peluang yang datang untuk mengembangkan aplikasi dengan satu miliar pengguna. Tentu saja masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dari sekarang untuk sampai ke sana,&#8221; ujar Mark.</p>
<p>Terus memperbanyak pengguna menjadi strategi kunci Meta untuk merealisasikan monetisasi Threads yang saat ini belum menampilkan iklan maupun memiliki model bisnis.</p>
<p>“Semua produk baru ini, kami meluncurkannya, dan kemudian ada jangka waktu beberapa tahun antara pengembangan dan membuatnya tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi konsumen tetapi juga menjadi bisnis yang sangat besar,” kata Mark.</p>
<p>Meskipun Threads digadang-gadang sebagai media sosial tandingan X, aplikasi tersebut masih berupaya untuk memperkuat posisinya sebagai alternatif dari platform milik Elon Musk tersebut.</p>
<p>Mark dan Adam mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan Threads mempromosikan konten-konten bermuatan politik. Kebijakan ini bahkan menimbulkan pertanyaan dari kalangan karyawan Meta.</p>
<p>Selain itu, fitur algoritma &#8220;For You&#8221; di Threads juga dinilai lambat dalam mengikuti perkembangan peristiwa terkini dan berita-berita terbaru. Adam pun mengakui bahwa hal ini masih menjadi kekurangan Threads.</p>
<p>“Kami jelas belum cukup cepat, dan kami sedang bekerja secara aktif untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/threads-kini-telah-memiliki-200-juta-pengguna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Facebook akan Blokir Konten Berita bagi Pengguna di Australia</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/facebook-akan-blokir-konten-berita-bagi-pengguna-di-australia/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/facebook-akan-blokir-konten-berita-bagi-pengguna-di-australia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 09:10:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11285</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Meta berencana untuk memblokir akses terhadap konten berita bagi pengguna Facebook di Australia apabila pemerintah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Meta berencana untuk memblokir akses terhadap konten berita bagi pengguna Facebook di Australia apabila pemerintah negara tersebut mengesahkan undang-undang yang memaksa perusahaan membayar lisensi kepada penerbit berita.</p>
<p>Rencana ini muncul setelah Meta menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan kesepakatan komersial terkait konten berita dengan penerbit di Australia dan Amerika Serikat karena perusahaan tersebut akan lebih berfokus pada produk dan layanan yang lebih melibatkan pengguna.</p>
<p>Dikutip dari Silicon Republic pada Minggu (30/6/2024), Direktur Kebijakan Regional Meta Mia Garlick mengatakan kepada parlemen Australia bahwa &#8220;semua opsi ada di atas meja&#8221; saat ditanya mengenai rencana Meta untuk memblokir konten berita apabila pemerintah memaksa mereka membayar kepada penerbit berita.</p>
<p>&#8220;Ada banyak kanal di mana orang-orang bisa mendapat konten berita,&#8221; kata Mia.</p>
<p>Persoalan terkait penyiaran konten berita di Facebook bermula pada tahun 2021, ketika platform tersebut memblokir penayangan konten dari penerbit berita Australia. Langkah tersebut ditempuh menjelang rancangan undang-undang yang mengharuskan perusahaan untuk membayar penerbit akan disahkan menjadi undang-undang.</p>
<p>Garlick mengatakan bahwa Meta sedang menunggu keputusan pemerintah Australia apakah akan menerapkan undang-undang yang disebut belum teruji tersebut.</p>
<p>&#8220;Setiap undang-undang lainnya – undang-undang pajak, undang-undang keselamatan, undang-undang privasi – kami berupaya untuk mematuhinya. Kepatuhan hanya akan terlihat sedikit berbeda terkait dengan undang-undang ini jika sepenuhnya diterapkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Musim panas lalu, Meta mengatakan bahwa mereka berencana untuk menghentikan akses berita bagi pengguna Facebook dan Instagram di Kanada setelah Undang-Undang Berita Online negara itu disahkan.</p>
<p>Pada bulan Desember 2023, Kanada mengatakan akan terus mendorong Meta dan perusahaan teknologi besar lainnya untuk membayar penerbit berita Kanada atas konten mereka. Sementara itu, Google setuju untuk membayar jutaan dolar untuk berita di Kanada.</p>
<p>&#8220;Pengesahan ini mengatur perantara berita digital untuk meningkatkan keadilan di pasar berita digital Kanada dan berkontribusi pada keberlanjutannya,&#8221; kata pemerintah Kanada saat itu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/facebook-akan-blokir-konten-berita-bagi-pengguna-di-australia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
