<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kementerian Agama &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/kementerian-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jan 2025 07:04:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Kementerian Agama &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenag Rilis Rencana Perjalanan Haji 1446 H/2025</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kemenag-rilis-rencana-perjalanan-haji-1446-h-2025/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kemenag-rilis-rencana-perjalanan-haji-1446-h-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 07:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya Ibadah Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=22369</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan rencana perjalanan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 setelah sebelumnya telah memutuskan Biaya&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan rencana perjalanan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 setelah sebelumnya telah memutuskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Panitia Kerja (Panja) Haji Komisi VIII DPR RI.</p>
<p>&#8220;1 Mei 2025 jamaah haji mulai masuk asrama haji. 2 Mei 2025 awal pemberangkatan jamaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah,&#8221; ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief di Jakarta, Rabu (8/1/2025).</p>
<p>Pemerintah dan DPR telah menyepakati BPIH 1446 Hijriah/2025 dengan rata-rata sebesar Rp89.410.258,79. Dari jumlah itu, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jamaah rerata sebesar Rp55.431.750,78.</p>
<p>Hasil kesepakatan pemerintah dan DPR ini akan diajukan ke Presiden RI untuk diterbitkan Keputusan Presiden tentang BPIH 2025, dan selanjutnya dilakukan proses pelunasan Bipih oleh jamaah.</p>
<p>Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota haji, terdiri atas 201.063 haji reguler, 1.572 petugas haji daerah, 685 pembimbing pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 17.680 haji khusus.</p>
<p>Hilman menjelaskan masa operasional pemberangkatan dan pemulangan jamaah calon haji akan berlangsung selama 30 hari. Sementara rata-rata masa tinggal jamaah Indonesia di Arab Saudi adalah 41 hari.</p>
<p>Adapun Rencana Perjalanan Haji 1446 H/2025 M sebagai berikut.</p>
<p>a. 1 Mei 2025 (3 Zulkaidah 1446), jamaah calon haji masuk asrama haji.</p>
<p>b. 2 Mei 2025 (4 Zulkaidah 1446), awal pemberangkatan jamaah calon haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.</p>
<p>c. 11 Mei 2025 (13 Zulkaidah 1446), awal pemberangkatan jamaah calon haji gelombang I dari Madinah ke Makkah.</p>
<p>d. 16 Mei 2025 (18 Zulkaidah 1446), akhir pemberangkatan jamaah calon haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.</p>
<p>e. 17 Mei 2025 (19 Zulkaidah 1446), awal pemberangkatan jamaah calon haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.</p>
<p>f. 25 Mei 2025 (27 Zulkaidah 1446), akhir pemberangkatan jamaah calon haji gelombang | dari Madinah ke Makkah.</p>
<p>g. 31 Mei 2025 (4 Zulhijjah 1446), akhir pemberangkatan jamaah calon haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.</p>
<p>h. 31 Mei 2025 (4 Zulhijjah 1446), Closing Date KAAIA Jeddah (Pukul 24.00 WAS).</p>
<p>i. 4 Juni 2025 (8 Zulhijjah 1446), pemberangkatan jamaah calon haji dari Makkah ke Arafah.</p>
<p>j. 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah 1446), Wukuf di Arafah.</p>
<p>k. 6 Juni 2025 (10 Zulhijjah 1446), Idul Adha 1446 Hijriah.</p>
<p>l. 7 Juni 2025 (11 Zulhijjah 1446), Hari Tasyrik I.</p>
<p>m. 8 Juni 2025 (12 Zulhijjah 1446), Hari Tasyrik II (Nafar Awal).</p>
<p>n. 9 Juni 2025 (13 Zulhijjah 1446) Hari Tasyrik III (Nafar Tsani).</p>
<p>o. 11 Juni 2025 (15 Zulhijjah 1446), a2al pemulangan jamaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air.</p>
<p>p. 11 Juni 2025 (15 Zulhijjah 1446), awal kedatangan jamaah haji gelombang I di Tanah Air.</p>
<p>q. 18 Juni 2025 (22 Zulhijjah 1446), awal pemberangkatan jamaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah.</p>
<p>r. 25 Juni 2025 (29 Zulhijjah 1446), akhir pemulangan jamaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air.</p>
<p>s. 26 Juni 2025 (1 Muharram 1447), tahun baru Hijriah 1447 H</p>
<p>t. 26 Juni 2025 (1 Muharram 1447), awal pemulangan jamaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.</p>
<p>u. 2 Juli 2025 (7 Muharram 1447), akhir pemberangkatan jamaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah.</p>
<p>v. 10 Juli 2025 (15 Muharram 1447), akhir pemulangan jamaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.</p>
<p>w. 11 Juli 2025 (16 Muharram 1447), akhir kedatangan jamaah haji gelombang II di Tanah Air.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kemenag-rilis-rencana-perjalanan-haji-1446-h-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terjemahan Al Quran dalam Bahasa Daerah Kini Tersedia di Aplikasi Quran Kemenag</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/terjemahan-al-quran-dalam-bahasa-daerah-kini-tersedia-di-aplikasi-quran-kemenag/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/terjemahan-al-quran-dalam-bahasa-daerah-kini-tersedia-di-aplikasi-quran-kemenag/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 04:15:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Terjemahan Alquran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=22255</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Kementerian Agama mengumumkan bahwa fitur terjemah Al Quran bahasa daerah kini tersedia di halaman utama&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Kementerian Agama mengumumkan bahwa fitur terjemah Al Quran bahasa daerah kini tersedia di halaman utama aplikasi Quran Kemenag, sebagai bagian menghadirkan inovasi dan kemudahan bagi umat Islam.</p>
<p>&#8220;Langkah ini merupakan bukti nyata kerja sama yang solid untuk mendekatkan umat dengan kitab suci Al Quran, sejalan dengan arahan Menteri Agama,&#8221; ujar Kepala LPMQ, Abdul Aziz Sidqi di Jakarta, Senin (6/1/2025).</p>
<p>Abdul Aziz mengatakan terobosan ini untuk memudahkan pengguna menemukan dan mengatur bahasa yang diinginkan dengan lebih cepat dan praktis.</p>
<p>Fitur terjemah bahasa daerah hadir atas sinergi Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) dengan Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan.</p>
<p>Saat ini, Quran Kemenag telah mengintegrasikan 10 terjemah bahasa daerah, yakni bahasa Mandar, Sunda, Palembang, Jawa Banyumas, Using Banyuwangi, Melayu Jambi, Gayo, Tolaki, Cirebon, dan Bima.</p>
<p>Kehadiran fitur ini, kata Abdul Aziz, menjadikan Quran Kemenag sebagai platform yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merepresentasikan keberagaman budaya Nusantara.</p>
<p>&#8220;Terjemah bahasa daerah ini adalah keunikan dan kekhasan Quran Kemenag yang tidak dimiliki aplikasi Al Quran digital lainnya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ke depan, Kemenag akan terus menambah koleksi terjemah bahasa daerah ke dalam aplikasi Quran Kemenag yang dapat diunduh melalui telepon pintar.</p>
<p>&#8220;Dengan begitu, semakin banyak masyarakat dapat memahami Al Quran dalam bahasa yang mereka gunakan sehari-hari,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dengan berbagai fitur unggulan, kata dia, Quran Kemenag mempertegas posisinya sebagai pelopor dalam menghubungkan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal di era digital.</p>
<p>&#8220;Inovasi ini diharapkan semakin mendekatkan Al Quran dengan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang,&#8221; kata dia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/terjemahan-al-quran-dalam-bahasa-daerah-kini-tersedia-di-aplikasi-quran-kemenag/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag Imbau Televisi Siarkan Azan via Running Text Selama Misa Paus Fransiskus</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kemenag-imbau-televisi-siarkan-azan-via-running-text-selama-misa-paus-fransiskus/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kemenag-imbau-televisi-siarkan-azan-via-running-text-selama-misa-paus-fransiskus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 03:32:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Misa Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Fransiskus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15480</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan imbauan agar stasiun televisi berkenan untuk menyiarkan azan Magrib dalam&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan imbauan agar stasiun televisi berkenan untuk menyiarkan azan Magrib dalam bentuk running text ketika menayangkan secara langsung ibadah misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2024) esok.</p>
<p>Hal itu sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika tertanggal 1 September 2024, yang salinannya diperoleh Antara pada Selasa (3/9/2024) malam tadi.</p>
<p>Surat itu juga mengimbau agar seluruh televisi nasional menyiarkan secara langsung dan tidak terputus ibadah misa akbar yang dipimpin Paus Fransiskus besok.</p>
<p>&#8220;Kementerian Agama menyarankan agar Misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 September 2024 pada pukul 17.00 s.d. 19.00 WIB disiarkan secara langsung dengan tidak terputus pada seluruh televisi nasional,&#8221; demikian bunyi surat yang ditandangani Dirjen Bimas Katolik Suparman dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin tersebut.</p>
<p>Kemenag juga mengingatkan bahwa azan Maghrib yang kemungkinan berlangsung di sela-sela ibadah misa akbar tersebut tetap disiarkan.</p>
<p>Hanya saja, Kemenag mengimbau agar penyiaran azan Maghrib dilakukan dengan cara running text atau teks berjalan yang muncul di layar televisi.</p>
<p>&#8220;Sehubungan dengan hal tersebut, mohon kiranya penyiaran azan Maghrib dapat dilakukan dengan running text,&#8221; demikian tertulis dalam surat tersebut.</p>
<p>Imbauan itu keluar setelah Panitia Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus meminta agar Kemenag berkenan menjembatani komunikasi dengan organisasi keagamaan terkait penyiaran azan Maghrib di pada saat ibadah misa akbar di GBK.</p>
<p>Menteri Agama RI Yaqut Choil Qoumas yang turut menyambut langsung kedatangan Paus Fransiskus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (3/9/2024) siang, menyebut kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik itu harus dimaknai dengan keinginan untuk membangun perdamaian antarumat beragama.</p>
<p>Oleh karena itu, Menag mengajak masyarakat Indonesia dapat menunjukkan persatuan dan kesatuan serta sikap saling memahami dan saling pengertian.</p>
<p>&#8220;Kami berharap beliau menyaksikan bagaimana keberagaman di Indonesia itu bisa terpelihara dengan baik,&#8221; ujar Yaqut.</p>
<p>Indonesia menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia-Oseania. Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia pada tanggal 3-6 September 2024.</p>
<p>Paus Fransiskus adalah Paus ketiga yang berkunjung ke Indonesia. Kunjungan pertama dilakukan oleh Paus Paulus VI pada 1970, dan kunjungan kedua dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1989.</p>
<p>Pada 4 September, pemimpin umat Katolik tersebut dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta dan berkunjung ke Katedral Jakarta.</p>
<p>Kemudian pada 5 September, Paus Fransiskus akan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta, dilanjutkan dengan pertemuan penerima manfaat organisasi amal di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan akan memimpin Misa Kudus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.</p>
<p>Selanjutnya pada 6 September, pemimpin umat Katolik tersebut akan melanjutkan perjalanannya mengunjungi Papua Nugini.</p>
<p>Paus Fransiskus dijadwalkan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura pada 2-13 September 2024.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kemenag-imbau-televisi-siarkan-azan-via-running-text-selama-misa-paus-fransiskus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
