<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kali Ciliwung &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/kali-ciliwung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2025 06:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Kali Ciliwung &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Kanal Kali Ciliwung di Kebon Melati</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gubernur-pramono-tinjau-pengerukan-kanal-kali-ciliwung-di-kebon-melati/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gubernur-pramono-tinjau-pengerukan-kanal-kali-ciliwung-di-kebon-melati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 06:07:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Ciliwung]]></category>
		<category><![CDATA[Pengerukan Kali]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28351</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pengerukan kanal Kali Ciliwung di Kebon Melati, Tanah Abang,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pengerukan kanal Kali Ciliwung di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (26/05). Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kanal Kali Ciliwung yang melintas di tengah permukiman padat penduduk ditangani sesuai standar sanitasi permukiman.</p>
<p>&#8220;Saya melihat persoalan di sini berbeda dengan di tempat-tempat lain karena memang relatif tidak ada banjir. Pertama, persoalan sanitasi. Kedua, sungai yang kurang terawat. Karena tidak semua alat besar bisa masuk ke sini dan memerlukan alat khusus, seperti mini eskavator untuk menjangkau area dalam kali,&#8221; ucapnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-28352 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/IMG-20250527-WA0015-1024x683.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/IMG-20250527-WA0015-1024x683.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/IMG-20250527-WA0015-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/IMG-20250527-WA0015-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/IMG-20250527-WA0015.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Pada kesempatan itu, Gubernur Pramono menyaksikan langsung pengerukan kali menggunakan alat berat untuk mengangkat sedimen yang menumpuk dan menyebabkan terjadinya pendangkalan. Untuk lokasi-lokasi yang tidak dapat dijangkau alat berat, pengerukan dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga satgas.</p>
<p>&#8220;Hampir di beberapa ruas kali itu sudah ada bangunannya, termasuk masjid dan musala, yang memerlukan ekstra kesabaran dan kehati-hatian. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh warga di sini agar tidak lagi membuang sampah rumah tangga maupun sampah lainnya ke kali,&#8221; ujarnya</p>
<p>Ia menyebut program ini menjadi role model yang akan diterapkan di tempat-tempat lain, termasuk di Kampung Melati, Tanah Abang, dan sekitarnya.</p>
<p>Selain meninjau lokasi, Gubernur Pramono juga menyempatkan diri berdialog dengan warga. Ia menawarkan solusi berupa pembuatan MCK (mandi, cuci, kakus) komunal, sekaligus mempercantik permukiman sekitar. Ia menyebut pembangunan MCK disesuaikan dengan kebutuhan warga, khususnya lansia, dengan menghadirkan toilet duduk.</p>
<p>&#8220;Warga menyambut baik usulan itu. Bahkan tadi ada permintaan toilet duduk untuk lansia. Jadi, nanti kami siapkan toilet duduk dan toilet jongkok. Intinya, kami meminta agar apa pun jenis toiletnya, masyarakat harus merawatnya bersama-sama,&#8221; pungkas Pramono. (*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gubernur-pramono-tinjau-pengerukan-kanal-kali-ciliwung-di-kebon-melati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah di Kebon Pala Terendam Banjir Dua Meter Akibat Luapan Kali Ciliwung</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/rumah-di-kebon-pala-terendam-banjir-dua-meter-akibat-luapan-kali-ciliwung/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/rumah-di-kebon-pala-terendam-banjir-dua-meter-akibat-luapan-kali-ciliwung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2025 03:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Ciliwung]]></category>
		<category><![CDATA[Kebon Pala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=24717</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Permukiman warga di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur masih dilanda banjir&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Permukiman warga di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur masih dilanda banjir mencapai satu hingga dua meter, pada Selasa (4/3/2025) pagi, akibat Kali Ciliwung meluap.</p>
<p>Banjir yang melanda sejak Senin (3/3/2025) dini hari itu tak kunjung surut hingga menyebabkan aktivitas warga terganggu.</p>
<p>Terlihat sejak pukul 08.00 WIB warga bolak balik menyelamatkan pakaian dan dokumen pentingnya dari rumah ke permukiman atas. Untuk menuju ke rumahnya pun ada yang harus menggunakan perahu karet atau baju pelampung.</p>
<p>&#8220;Ya begini, kalau mau kemana-mana harus basah, pakai perahu karet, makin ke sana makin dalam soalnya. Yang mau kerja jadi terhambat juga kan keluarnya, motor di parkir di atas,&#8221; kata Ketua RT 12/RW 04, Rukimah (53) saat ditemui di lokasi, Jakarta Timur, Selasa.</p>
<p>Terlihat beberapa warga masih bertahan di rumahnya.</p>
<p>Petugas terus berusaha mengevakuasi warga yang hendak pindah ke pengungsian ataupun yang mau ke rumahnya untuk mengambil barang bawaannya.</p>
<p>Tim dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersiaga dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga.</p>
<p>Sementara, ada beberapa warga korban banjir yang mengungsi ke SDN 01 Kampung Melayu. Mereka yang mengungsi mayoritas ibu-ibu, anak-anak, dan lanjut usia (lansia).</p>
<p>Hujan yang terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (2/3/2025) menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa yang berada di Bogor, Jawa Barat, menjadi Siaga 3 atau Waspada pada pukul 20.20 WIB.</p>
<p>Kemudian, di hari yang sama pada pukul 20.40 Siaga 2 dan pada pukul 20.40 WIB Bendung Katulampa menjadi Siaga 1 atau Bahaya sekitar pukul 21.30 WIB.</p>
<p>Selanjutnya di Pos Pantau Depok berstatus Siaga 3 Waspada pukul 21.40 WIB, Siaga 2 pukul 00.00 WIB dan Siaga 1 atau Bahaya pukul 00.30 WIB.</p>
<p>Lalu di Pos Pantau Angke Hulu menjadi siaga 3 pukul 23.00 WIB dan menyebabkan terjadinya beberapa banjir di wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>Hingga saat ini tujuh RT di Jakarta Timur masih tergenang banjir yakni tiga RT di Kelurahan Bicara Cina dengan ketinggian air 90-100 sentimeter (cm), dan empat RT di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian air mencapai 95 cm.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/rumah-di-kebon-pala-terendam-banjir-dua-meter-akibat-luapan-kali-ciliwung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Bantaran Kali Ciliwung Diminta Waspada Banjir</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/warga-bantaran-kali-ciliwung-diminta-waspada-banjir/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/warga-bantaran-kali-ciliwung-diminta-waspada-banjir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2025 22:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Ciliwung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=24711</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta kepada warga yang berada di sekitar bantaran&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta kepada warga yang berada di sekitar bantaran Kali Ciliwung untuk waspada banjir karena Pos Pantau Depok pada pukul 00.40 WIB dalam status Siaga 1 atau Bahaya.</p>
<p>&#8220;Kami menginformasikan bahwa ketinggian Pos Pantau Depok 350 centimeter (cm) dengan kondisi hujan,&#8221; kata petugas BPBD DKI Jakarta saat mengumumkan status bahaya banjir dari akun X @BPBDJakarta yang dipantau di Jakarta, Selasa (4/3/2025) dini hari.</p>
<p>Pada pengumuman tersebut, petugas meminta warga yang berada di bantaran Kali Ciliwung untuk waspada banjir yang dapat menerjang sewaktu-waktu.</p>
<p>BPBD juga merilis sejumlah daerah yang rawan terjadi bencana banjir akibat kenaikan status Pos Pantau Depok, di antaranya Kelurahan Srengseng Sawah, Lenteng Agung dan Tanjung Barat.</p>
<p>Selain itu Pejantan Timur, Rawajati, Cikoko, Bukit Duri, Manggarai, Kampung Melayu, dan lain sebagainya. &#8220;Diimbau kepada warga bantaran sungai untuk waspada dan berhati-hati,&#8221; katanya.</p>
<p>Hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/3) malam, membuat tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa Kota Bogor kembali menyentuh angka 170 centimeter (cm) atau berstatus Siaga 2.</p>
<p>Petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman menyebutkan, kondisi itu terjadi pada pukul 23.00 WIB dengan debit air mencapai 339.679 liter per detik.</p>
<p>Ketinggian muka air Bendung Katulampa bahkan sempat menyentuh angka 220 cm atau berstatus Siaga 1 pada Minggu (2/3) pada pukul 21.33 WIB dengan debit air mencapai 514.659 liter per detik.</p>
<p>Namun beberapa menit kemudian, TMA di Bendung Katulampa surut menjadi 160 cm atau berstatus Siaga 2 pada pukul 22.15 WIB, dengan debit air 307.467 liter per detik dan terus berangsur surut menjadi normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/warga-bantaran-kali-ciliwung-diminta-waspada-banjir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>28 RT di Jaksel dan Jaktim Terendam Banjir Akibat Meluapnya Kali Ciliwung</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/28-rt-di-jaksel-dan-jaktim-terendam-banjir-akibat-meluapnya-kali-ciliwung/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/28-rt-di-jaksel-dan-jaktim-terendam-banjir-akibat-meluapnya-kali-ciliwung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2025 00:30:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Ciliwung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=24680</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis indonesia, Jakarta &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, terdapat 28 rukun tetangga (RT) di daerah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, terdapat 28 rukun tetangga (RT) di daerah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) yang terendam banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung.</p>
<p>&#8220;Hingga pukul 04.00 WIB genangan (banjir) terjadi di 28 RT,&#8221; kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin (3/3/2025).</p>
<p>Menurut dia, banjir yang terjadi itu diakibatkan meluapnya Kali Ciliwung sehingga mengakibatkan daerah yang berada di bantaran sungai terendam banjir.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa hujan yang terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (2/3) menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa yang berada di Bogor, Jawa Barat, menjadi siaga 3 atau waspada pada pukul 20.20 WIB.</p>
<p>Kemudian, lanjut Yohan, di hari yang sama pada pukul 20.40 siaga 2, dan pada pukul 20.40 WIB Bendung Katulampa menjadi siaga 1 atau bahaya sekitar pukul 21.30 WIB.</p>
<p>Selanjutnya di Pos Pantau Depok kata Yohan, berstatus siaga 3 waspada pukul 21.40 WIB, siaga 2 pukul 00.00 WIB, dan siaga 1 atau bahaya pukul 00.30 WIB.</p>
<p>&#8220;Untuk di Pos Pantau Angke Hulu menjadi siaga 3 pukul 23.00 WIB dan menyebabkan terjadinya beberapa banjir di wilayah DKI Jakarta,&#8221; katanya.</p>
<p>Berikut 28 RT yang terdampak banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung di Jakarta.</p>
<p>Jakarta Selatan terdapat 11 RT yang terdiri dari:</p>
<p>Kelurahan Lenteng Agung dua RT dengan ketinggian air 30-40 sentimeter. Kelurahan Tanjung Barat, banjir terjadi di dua RT dengan ketinggian air mulai dari 40 sentimeter sampai 1,15 meter.</p>
<p>Kelurahan Rawajati, satu RT ketinggian air 30 sentimeter. Kelurahan Pejaten Timur, terdapat di enam RT dengan ketinggian air 1,3 meter sampai 1,5 meter.</p>
<p>Jakarta Timur terdapat di 17 RT yang terdiri dari:</p>
<p>Kelurahan Bidara Cina dengan tiga RT terendam banjir ketinggian 60 sentimeter. Kelurahan Kampung Melayu, terdapat di empat RT dengan ketinggian 65 sentimeter.</p>
<p>Selanjutnya di Kelurahan Balekambang, ketinggian air 50-90 sentimeter. Kelurahan Cawang lima RT dengan ketinggian air 1,3 meter. Kelurahan Cililitan dua RT ketinggian air 30 sentimeter sampai 1,5 meter.</p>
<p>&#8220;Untuk penyebab banjir semua karena luapan Kali Ciliwung,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/28-rt-di-jaksel-dan-jaktim-terendam-banjir-akibat-meluapnya-kali-ciliwung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat RT di Pejaten Timur Terendam Banjir Capai 260 Centimeter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/empat-rt-di-pejaten-timur-terendam-banjir-capai-260-centimeter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/empat-rt-di-pejaten-timur-terendam-banjir-capai-260-centimeter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 07:15:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Ciliwung]]></category>
		<category><![CDATA[Pejaten Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=9303</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyebut ketinggian banjir di empat rukun tetangga (RT) Kelurahan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyebut ketinggian banjir di empat rukun tetangga (RT) Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan mencapai 260 centimeter (cm) pada Sabtu pagi pukul 09.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Empat RT di Pejaten Timur banjir dengan ketinggian 190 hingga 269 cm yang penyebabnya luapan Kali Ciliwung,&#8221; kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.</p>
<p>Selain Pejaten Timur, kawasan Jakarta Selatan lain yang dilanda banjir akibat luapan Ciliwung ada enam RT di Rawajati dengan ketinggian 80 hingga 90 cm.</p>
<p>Kemudian, di Jakarta Timur terdapat 27 RT terdiri dari empat RT di Bidara Cina dengan ketinggian 80 hingga 120 cm yang juga disebabkan luapan Kali Ciliwung.</p>
<p>Lalu, 18 RT di Kampung Melayu dengan ketinggian 30 hingga 150 cm, dua RT di Balekambang dengan ketinggian 60 cm.</p>
<p>&#8220;Ada lagi tiga RT di Cawang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, satu RT di Pluit, Jakarta Utara dengan ketinggian 15 cm yang penyebabnya rob. Sedangkan wilayah yang sudah surut yakni satu RT di Penjaringan dan satu RT di Pluit.</p>
<p>Hingga pukul 09.00 WIB, BPBD mencatat genangan yang terjadi mengalami kenaikan dari 31 menjadi 38 RT atau 0,124 persen dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta.</p>
<p>Berdasarkan siaran pers BMKG, terdapat peringatan dini banjir pesisir (rob) pada tanggal 21-29 Mei 2024 akibat adanya fenomena fase bulan baru pada tanggal 21 Mei 2024 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.</p>
<p>Hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (24/5) menyebabkan kenaikan status Bendung Katulampa menjadi siaga 3 (Waspada) pada Jumat (24/5) pukul 19.16 WIB, Pos Pantau Depok menjadi siaga 3 (Waspada) pada Jumat (24/5) pukul 23.00 WIB.</p>
<p>Pos Pantau Depok menjadi siaga 2 (Siaga) pada Sabtu (25/5) pukul 00.00 WIB, Pintu Air Manggarai menjadi siaga 3 (Waspada) pada Sabtu (25/5) pukul 06.00 WIB dan terjadinya genangan di wilayah DKI Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/empat-rt-di-pejaten-timur-terendam-banjir-capai-260-centimeter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
