<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Italia &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/italia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Apr 2025 09:54:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Italia &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makam Paus Fransiskus dari Marmer Liguria, Bertuliskan &#8216;Franciscus&#8217; Sesuai Wasiat</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/makam-paus-fransiskus-dari-marmer-liguria-bertuliskan-franciscus-sesuai-wasiat/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/makam-paus-fransiskus-dari-marmer-liguria-bertuliskan-franciscus-sesuai-wasiat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 09:54:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Liguria]]></category>
		<category><![CDATA[Paus Fransiskus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=26906</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Prosesi pemakaman Paus Fransiskus dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/4/2025), dengan makam yang terbuat dari batu&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Prosesi pemakaman Paus Fransiskus dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/4/2025), dengan makam yang terbuat dari batu marmer asal Liguria, Italia, telah disiapkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.</p>
<p>Liguria, sebuah wilayah yang terletak di Italia barat laut, merupakan tempat kakek buyut Paus Fransiskus, Vincenzo Sivori, berasal.</p>
<p>Sesuai wasiatnya, makam tersebut tampak sederhana dengan hanya bertuliskan “FRANCISCUS” — nama Paus dalam bahasa Latin — serta dihiasi replika salib yang selalu dikenakan di dada mendiang.</p>
<p>Makam itu terletak di ceruk bagian tengah antara Kapel Salus Populi Romani dan Cappella Sforza di Basilika Santa Maria Maggiore, gereja pertama dan terbesar di dunia yang didedikasikan kepada Bunda Suci Maria, Ibu Yesus.</p>
<p>Prosesi pemakaman Paus Fransiskus akan dimulai di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Sabtu (26/4/2025) pukul 10.00 waktu setempat (15.00 WIB).</p>
<p>Misa pemakaman akan dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Dewan Kardinal.</p>
<p>Setelah itu, jenazah Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu akan dibawa dengan sangat perlahan ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk dimakamkan.</p>
<p>“Prosesi pemakaman yang akan mengiringi jenazah mendiang Paus dari Basilika Santo Petrus ke Basilika Santa Maria Maggiore akan dilaksanakan dengan (kecepatan) pejalan kaki, agar orang-orang dapat mengucapkan selamat tinggal padanya,” kata Direktur Kantor Pers Vatikan Matteo Bruni, Kamis (24/4/2025).</p>
<p>Upacara pemakaman tersebut akan disiarkan secara langsung di televisi, hingga jenazah Fransiskus sampai di pintu masuk basilika yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Vatikan itu.</p>
<p>Selanjutnya, proses pemakaman di dalam ruangan basilika akan berlangsung secara tertutup dan sederhana, sesuai keinginan mendiang Paus Fransiskus.</p>
<p>Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun pada Senin (21/4/2025).</p>
<p>Menurut keterangan dokter Vatikan, Paus dari Argentina itu meninggal dunia karena stroke yang diikuti kondisi koma dan gagal jantung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/makam-paus-fransiskus-dari-marmer-liguria-bertuliskan-franciscus-sesuai-wasiat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Italia Hantam Israel dengan Kemenangan Besar 4-1</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/italia-hantam-israel-dengan-kemenangan-besar-4-1/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/italia-hantam-israel-dengan-kemenangan-besar-4-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 00:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Nations League]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=17666</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Italia memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara Grup A2 Nations League pada Senin (14/10/2024)&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Italia memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara Grup A2 Nations League pada Senin (14/10/2024) setempat atau Selasa (15/10/2024) dini hari WIB, setelah menghantam Israel dengan kemenangan besar 4-1 pada pertandingan di Stadion Friuli, Udine.</p>
<p>Penalti Mateo Retegui empat menit sebelum turun minum, dua gol dari kapten Giovanni Di Lorenzo, dan sumbangan gol Davide Frattesi pada menit ke-72 memastikan Italia mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan tanpa kekalahan.</p>
<p>Tim Azzurri unggul enam poin atas tim peringkat ketiga Belgia, yang kalah 1-2 dari Prancis, dan hasil imbang melawan Belgia atau Prancis pada bulan depan akan cukup untuk memastikan tiket kelolosan ke perempat final.</p>
<p>Sedangkan Israel berada di posisi juru kunci, dengan nol poin dari empat laga yang telah dimainkan.</p>
<p>Tim asuhan Luciano Spalletti memperlihatkan wajah yang berbeda dari tim yang gagal mempertahankan Piala Eropa pada musim panas ini.</p>
<p>Satu-satunya “noda” dalam penampilan kali ini adalah gol pelipur lara Israel yang dicetak Mohamed Abu Fani melalui tendangan sudut pada menit ke-65, untuk menaklukkan kiper Guglielmo Vicario.</p>
<p>“Kami tidak mengambil keuntungan sepenuhnya dari apa yang kami ciptakan. Untuk berada di depan kiper mereka begitu sering tidak mudah, karena mereka bertahan begitu dalam dan (kami) sulit mendapatkan ruang,” kata Spalletti seperti dikutip dari AFP.</p>
<p>“Kami memiliki banyak peluang untuk mencetak lebih banyak gol, tapi ini OK. Anda dapat membuat kesalahan demi kesalahan, tetapi kami bereaksi dengan baik,” tambahnya.</p>
<p>Di Lorenzo sangat bersuka cita dengan kontribusi dua golnya, yang merupakan sundulan setelah menerima tendangan bebas rekan setimnya di Napoli Giacomo Raspadori pada menit ke-54, dan upaya solonya 11 menit sebelum laga usai.</p>
<p>Pemain 31 tahun itu tampil buruk di Piala Eropa silam, dan banyak mendapat kritik dari media maupun para penggemar.</p>
<p>“Malam ini benar-benar istimewa dengan mengenakan ban kapten ini… Saya akan mengingat malam ini sepanjang hidup saya,” tuturnya.</p>
<p>Daftar susunan pemain:</p>
<p>Italia: Guglielmo Vicario, Giovanni Di Lorenzo, Alessandro Bastoni, Riccardo Calafiori, Cambiasi, D Frattesi, N Fagioli, Sandro Tonali, F Dimarco, Giacomo Raspadori, Mateo Retegui</p>
<p>Pelatih: Luciano Spalletti</p>
<p>Israel: Omri Glazer, Itay Feingold, Idan Nachmias, Matan Baltaxa, Liel Abada, Mohamed Abu Fani, Kanichowsky, Dolev Hazizia, Dor Peretz, Oscar Gloukh, Elad Madmon</p>
<p>Pelatih: Ran Ben Shimon</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/italia-hantam-israel-dengan-kemenangan-besar-4-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Piala Eropa 2024, Swiss Melaju ke Perempat Final usai Kalahkan Italia</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/piala-eropa-2024-swiss-melaju-ke-perempat-final-usai-kalahkan-italia/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/piala-eropa-2024-swiss-melaju-ke-perempat-final-usai-kalahkan-italia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jun 2024 00:25:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Eropa 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Swiss]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11234</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Swiss melaju ke perempat final setelah menyingkirkan juara bertahan Italia dalam laga pembuka babak 16&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Swiss melaju ke perempat final setelah menyingkirkan juara bertahan Italia dalam laga pembuka babak 16 besar Piala Eropa (Euro) 2024 di Stadion Olimpiade, Berlin pada Sabtu (29/6/2024) malam WIB.</p>
<p>Dua gol kemenangan Swiss masing dicetak oleh Remo Freuler di babak pertama dan Ruben Vargas di babak kedua.</p>
<p>Kemenangan ini membuat Swiss melaju ke perempat final secara berturut-turut setelah melakukannya di Euro 2020 dengan menyingkirkan Prancis lewat adu penalti.</p>
<p>Di perempatan final, Swiss akan berhadapan dengan pemenang dari laga antara Inggris dan Slowakia yang akan berlangsung di Veltins Arena, Gelsenkirchen pada Minggu (30/6/2024) malam pukul 23.00 WIB.</p>
<p>Sementara itu perjalanan Italia harus terhenti di babak 16 besar setelah menjuarai Euro di edisi sebelumnya.</p>
<p>Jalannya pertandingan</p>
<p>Swiss menciptakan peluang berbahaya pertama pada menit ke-12 melalui tembakan Dan Ndoye, tetapi arah bola masih melebar di sisi kiri gawang Italia.</p>
<p>Gawang Italia kembali mendapatkan ancaman pada menit ke-24. Breel Embolo lolos dari jebakan offside dan tinggal menghadapi Donnarumma, tetapi tembakannya masih bisa ditepis kapten Italia tersebut.</p>
<p>Swiss secara mengejutkan terus menekan dan berupaya membongkar pertahanan Italia.</p>
<p>Pada menit ke-32, Ricardo Rodriguez mendapat ruang tembak di luar kotak penalti. Sayang sepakannya masih melambung di atas gawang Donnarumma.</p>
<p>Usaha Swiss akhirnya membuahkan gol pada menit ke-37. Freuler masuk kotak penalti untuk menyambut umpan silang dari Ruben Vargas. Dia sempat mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan ke sudut kiri gawang Italia, yang gagal dihentikan Donnarumma. Skor menjadi 1-0.</p>
<p>Unggul satu gol tidak membuat Swiss puas. Mereka hampir saja mencetak gol kedua andai saja Donnarumma gagal menepis tendangan bebas Fabian Rieder pada menit ke-45. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.</p>
<p>Swiss memulai babak kedua dengan brilian. Mereka berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-46.</p>
<p>Bermula saat kick-off babak kedua, Swiss berhasil merebut bola dari Italia. Michel Aebischer kemudian memberikan umpan ke Vargas, yang menemukan ruang di depak kotak penalti sebelum melepaskan sepakan melengkung melewati Donnarumma. Swiss 2-0 Italia.</p>
<p>Ini merupakan gol kedelapan Ruben Vargas untuk Timnas Swiss dan pertama baginya di kompetisi Euro.</p>
<p>Italia nyaris mencetak gol pada menit ke-51. Fabian Schar hampir mencetak gol bunuh diri saat sundulannya untuk membuang bola justru mengarah ke gawang Yann Sommer. Namun, bola masih mengenai mistar gawang.</p>
<p>Azzurri kembali mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-74, tetapi sundulan Scamacca masih membentur mistar gawang Swiss.</p>
<p>Swiss yang mengandalkan serangan balik setelah memimpin dua gol kembali mendapat peluang pada menit 82, tetapi tendangan Steven Zuber masih melenceng tipis dari gawang Italia.</p>
<p>Swiss mencoba untuk mempertahankan keunggulan dengan menguasai bola lebih lama di sisa waktu pertandingan.</p>
<p>Swiss sukses meraih kemenangan atas Italia dan berhak mengamankan tempat di babak perempat final Euro 2024.</p>
<p>Susunan pemain</p>
<p>Swiss (3-4-2-1): Yann Sommer, Fabian Schar, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez, Michel Aebischer (Renato Steffen 90+2&#8242;), Remo Freuler, Granit Xhaka, Fabian Rieder (Leonidas Stergiou 71&#8242;), Ruben Vargas (Steven Zuber 71&#8242;), Dan Ndoye (Vincent Sierro 77&#8242;), Breel Embolo (Kwadwo Duah 77&#8242;)</p>
<p>Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma, Matteo Darmian (Andrea Cambiaso 75&#8242;), Alessandro Bastoni, Gianluca Mancini, Giovanni Di Lorenzo, Nicolo Barella (Mateo Retegui 64&#8242;), Nicolo Fagioli (Davide Frattesi 86&#8242;), Bryan Cristante (Lorenzo Pellegrini 75&#8242;), Stephan El Shaarawy, Gianluca Scamacca, Federico Chiesa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/piala-eropa-2024-swiss-melaju-ke-perempat-final-usai-kalahkan-italia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Italia vs Swiss: Berpotensi Diakhiri Adu Penalti</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/italia-vs-swiss-berpotensi-diakhiri-adu-penalti/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/italia-vs-swiss-berpotensi-diakhiri-adu-penalti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 03:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Eropa 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Swiss]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11223</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta, &#8211; Laga Italia melawan Swiss di Stadion Olimpiade, Belin, pada Sabtu 29 Juni, pukul 23.00 WIB&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta,</strong> &#8211; Laga Italia melawan Swiss di Stadion Olimpiade, Belin, pada Sabtu 29 Juni, pukul 23.00 WIB nanti mengawali rangkaian pertandingan dalam fase 16 besar Euro 2024.</p>
<p>Kedua negara yang memiliki perbatasan darat sepanjang 744 km ini memiliki hubungan persepakbolaan yang dekat, terutama karena banyak pemain Swiss yang mencari peruntungan di Italia.</p>
<p>Sering pertemuan di antara menjadi ajang reuni pemain-pemain klub Italia. Dalam Euro 2024 reuni paling menarik adalah antara empat pemain Bologna, yakni Riccardo Calafiori dalam timnas Italia, dan trio Michel Aebischer, Dan Ndoye dan Remo Freuler pada skuad Swiss.</p>
<p>Sayang, Luciano Spalletti tak bisa memasang Calafiori karena bek tengah ini terkena akumulasi kartu kuning, sedangkan Murat Yakin bisa memasang tiga pemainnya yang jebolan Bologna.</p>
<p>Padahal, Calafiori berperan sentral di lini belakang Italia yang sudah kehilangan duet tangguh, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, karena gantung sepatu.</p>
<p>Meski begitu, Spalletti memiliki bek-bek tangguh lain yang bisa menghindarkan diri dari terkaman Swiss yang hampir mengalahkan Jerman pada fase grup.</p>
<p>Azzurri pantas khawatir terhadap tim berperingkat FIFA 19 itu. Italia sendiri berperingkat 10.</p>
<p>Dari tiga pertandingan pertama Euro 2024 yang dijalani kedua negara, Swiss hampir tak beda dengan Italia, karena dari aspek penguasaan bola, akurasi umpan, jelajah lapangan, penciptaan peluang dan frekuensi serangan, keduanya hanya beda-beda tipis.</p>
<p>Tapi dalam urusan peluang dan gol, Swiss lebih baik.</p>
<p>Sama-sama sudah kebobolan tiga gol, Swiss dan Italia masing-masing telah mencetak 5 dan 3 gol. Swiss total membuat 30 peluang yang 14 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Italia total melepaskan 33 peluang tapi cuma 9 tepat sasaran.</p>
<p>Itulah salah satu aspek yang membuat Swiss tak bisa dikesampingkan oleh Italia, walau dari 61 pertemuan terdahulu, yang lima di antaranya terjadi dalam Piala Dunia dan Piala Eropa, Swiss hanya bisa mengalahkan Italia enam kali dan terakhir mereka lakukan pada 1993.</p>
<p>Keras kepala</p>
<p>Swiss tampil meyakinkan walau memiliki sejumlah kekurangan. Mereka mengalahkan Hungaria 2-1 dalam pertandingan pertama Grup A, tapi kesulitan saat menghadapi Skotlandia sehingga hanya bisa seri 1-1.</p>
<p>Seri dalam skor yang sama mereka dapatkan dari pertandingan melawan tuan rumah Jerman. Inilah sebenarnya penampilan terbaik Swiss sejauh ini dalam Piala Eropa 2024.</p>
<p>Waktu itu Murat Yakin memasang Fabian Rieder di ujung tombak serangan. Jerman mendapat kesulitan saat berusaha membangun serangan dari belakang karena terus diganggu Rieder, sampai jenderal lapangan tengah Toni Kroos tiga kali melanggarnya.</p>
<p>Bagian instrumental lain dalam skuad Swiss adalah duet pertahanan Manuel Akanji dan Fabian Schar.</p>
<p>Bersama pemain-pemain seperti itu, Swiss lolos ke fase gugur dalam enam turnamen utama terakhir (Piala Dunia dan Piala Eropa). Di Eropa, hanya Prancis yang bisa melakukan hal seperti ini.</p>
<p>Perjalanan Italia ke babak 16 besar tak lebih meyakinkan dari Swiss. Sang juara bertahan menang susah payah 2-1 dari Albania dalam pertandingan pertama Grup B, dihabisi Spanyol 1-0, dan hampir kalah melawan Kroasia kalau tidak berkat gol Mattia Zaccagni beberapa detik sebelum laga berakhir.</p>
<p>Namun yang menarik dari Azzurri adalah konsisten mereka dalam merangkul sepak bola menyerang, yang sebenarnya bukan filosofi mereka.</p>
<p>Spalletti yang tahun lalu sukses membawa Napoli menjuarai Serie A Italia berada di belakang revolusi ini.</p>
<p>Pelatih keras kepala ini pantang menurunkan standar atau dipaksa pragmatis. Dia tak mau timnya hanya asal menang. Sebaliknya, harus menang dalam segala hal, termasuk penguasaan bola.</p>
<p>Spalletti yang menggantikan Roberto Mancini menjadi pelatih Italia, dipastikan akan kembali menurunkan formasi menyerang dengan pemain-pemain yang menekankan penguasaan bola.</p>
<p>Spalletti mungkin tak berhasil mengulangi sukses Mancini tiga tahun lalu, tapi dia bisa menjadi pelatih yang membuat Italia stabil berkualitas tinggi, tak seperti era Mancini yang turun naik dari juara Eropa tapi setahun kemudian gagal masuk Piala Dunia 2022.</p>
<p>Berubah</p>
<p>Baik Spalletti maupun Murat Yakin bakal mengubah susunan sebelas pemain pertamanya, tapi ini lebih karena pemain cedera atau terkena larangan bermain karena akumulasi kartu kuning.</p>
<p>Murat Yakni yang tetap memasang tiga bek tengah dalam formasi 3-4-2-1, akan menukar Silvan Widmer dengan Leonidas Stergiou. Widmer terkena larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning.</p>
<p>Yakin mungkin tergoda menempatkan Zeki Amdouni di ujung tombak serangan, tapi penampilan menawan Breel Embolo membuat Yakin terlalu berat untuk membangku cadangkan Embolo.</p>
<p>Yakin hampir tak mungkin mengusik kapten Granit Xhaka dan Remo Freuler di jangkar permainan Swiss yang membuat tim ini sulit dikalahkan oleh siapa pun.</p>
<p>Yakin juga mustahil mengocak ulang tiga hulubalang pertahan Swiss. Untuk itu, dia kembali memasang Ricardo Rodríguez yang bermain di Liga Italia bersama Torino, dan Fabian Schar-Manuel Akanji, yang menjadi bagian penting dalam cerita bagus di Newcastle United dan Manchester City di Liga Inggris.</p>
<p>Spalletti sendiri dipaksa melakukan perubahan pada skuadnya karena akumulasi kartu kuning yang didapatkan bek tengah Riccardo Calafiori yang begitu penting di barisan pertahanan Italia.</p>
<p>Mengingat pilihannya makin sedikit setelah Francesco Acerbi dan Giorgio Scalvini tak bisa memperkuat tim karena cedera, maka Gianluca Mancini adalah pemain ideal yang menjalankan fungsi yang biasanya dikerjakan Calafiori.</p>
<p>Spalletti juga mungkin menurunkan komposisi serangan yang baru yang masih dalam formasi 4-3-3, dengan memasukkan Gianluca Scamacca.</p>
<p>Sementara Giacomo Raspadori bisa dipaksa merelakan tempatnya di barisan serang, untuk diisi Federico Chiesa atau bahkan Mattia Zaccagni yang menyelamatkan Italia dari terkaman Kroasia.</p>
<p>Jika melihat tiga pertandingan terdahulu dan materi pemain yang tak terlalu senjang satu sama lain, maka pertandingan ini berpotensi diakhiri dengan adu penalti.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/italia-vs-swiss-berpotensi-diakhiri-adu-penalti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Laga Uji Coba: Italia Menang Tipis, Prancis Ditahan Imbang Kanada</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/hasil-laga-uji-coba-italia-menang-tipis-prancis-ditahan-imbang-kanada/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/hasil-laga-uji-coba-italia-menang-tipis-prancis-ditahan-imbang-kanada/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 00:12:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sports]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas Kanada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=10170</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Italia mengakhiri rangkaian uji coba jelang Piala Eropa 2024 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Bosnia&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="titletext"><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Italia mengakhiri rangkaian uji coba jelang Piala Eropa 2024 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Bosnia &amp; Herzegovina di Stadio Carlo Castellani pada Senin  (10/6/2024) dini hari WIB.</p>
<p>Gol semata wayang Davide Frattesi pada babak pertama sukses memenangkan skuad Luciano Spalletti atas Bosnia.</p>
<p>Pertandingan berjalan alot, dengan tuan rumah lebih dominan menguasai bola dan membangun serangan. Bosnia mengandalkan serangan balik cepat.</p>
<p>Italia baru bisa mencetak gol pada menit ke-38 melalui sepakan voli gelandang Inter Milan itu menyambut umpan silang Chiesa yang gagal dibendung kiper Bosnia, Kenan Piric.</p>
<p>Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol tambahan yang tercipta. Italia menang 1-0 atas Bosnia.</p>
<p>Kemenangan ini menjadi tren bagus untuk Italia menatap Euro 2024. Mereka masuk dalam Grup B yang diisi Spanyol, Kroasia, dan Albania.</p>
<p>Prancis vs Kanada</p>
<p>Sementara itu, Timnas Prancis hanya meraih hasil imbang tanpa gol lawan Timnas Kanada dalam laga uji coba terakhir mereka jelang Euro 2024.</p>
<p>Laga uji coba antara Prancis melawan Kanada digelar di Matmut Atlantique, Bordeaux pada Senin dini hari WIB.</p>
<p>Prancis menciptakan peluang pertama melalui sepakan Marcus Thuram pada menit ke-9, tetapi bola masih bisa diselamatkan kiper Kanada, Maxime Crepeau.</p>
<p>Peluang lain didapatkan Antoine Griezmann 10 menit kemudian. Tembakan penyerang Atletico Madrid tersebut dari luar kotak penalti juga digagalkan Crepeau. Babak pertama berakhir tanpa gol.</p>
<p>Kanada nyaris mencetak gol di babak kedua andai saja tendangan Liam Millar tidak menghantam mistar gawang.</p>
<p>Permainan Prancis kurang maksimal selepas jeda, sejumlah peluang tidak bisa mereka selesaikan menjadi gol.</p>
<p>Pelatih Didier Deschamps lalu memasukkan Kylian Mbappe pada menit ke-74. Masuknya Mbappe meningkatkan ancaman Prancis.</p>
<p>Peluang Mbappe pada masa injury time diselamatkan juga belum mampu menjebol gawang Crepeau dan memastikan tidak ada gol yang tercipta di pertandingan ini.</p>
<p>Laga ini sekaligus jadi penutup dari serangkaian uji coba Prancis sebelum Piala Eropa 2024. Les Blues sendiri tergabung dalam Grup D bersama Belanda, Polandia, dan Austria.</p>
<p>Timnas Prancis akan menghadapi Austria di pertandingan pembuka mereka pada Selasa (18/6/2024) pukul 02.00 dini hari WIB.</p>
<p>Hasil pertandingan uji coba pada Senin dini hari WIB:</p>
<p>Montenegro 1-3 Georgia</p>
<p>Slowakia 4-0 Wales</p>
<p>Italia 1-0 Bosnia &amp; Herzegovina</p>
<p>Prancis 0-0 Kanada</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/hasil-laga-uji-coba-italia-menang-tipis-prancis-ditahan-imbang-kanada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
