<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Festival Budaya Kampung Petukangan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/festival-budaya-kampung-petukangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jun 2025 23:16:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Festival Budaya Kampung Petukangan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Budaya Kampung Petukangan 2025 Bikin &#8220;Diskusi dan Diseminasi Kebudayaan Lenong Betawi dan Ubrug Banten&#8221;</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/festival-budaya-kampung-petukangan-2025-bikin-diskusi-dan-diseminasi-kebudayaan-lenong-betawi-dan-ubrug-banten/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/festival-budaya-kampung-petukangan-2025-bikin-diskusi-dan-diseminasi-kebudayaan-lenong-betawi-dan-ubrug-banten/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 23:16:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya Kampung Petukangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29556</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Salah satu kegiatan dalam acara Festival Budaya Kampung Petukangan adalah Diskusi dan Diseminasi Kebudayaan Lenong&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Salah satu kegiatan dalam acara Festival Budaya Kampung Petukangan adalah Diskusi dan Diseminasi Kebudayaan Lenong Betawi dan Ubrug Banten, dengan menampilkan dua orang narasumber yakni Agus Priyatna ( Rik A Sakri ) membahas tentang Lenong Betawi, dan Asep Wahyu Ningrat, membahas Ubruk, kesenian tradisional khas Banten.Kegiatan ini hasil kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII.</p>
<p>Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII adalah unit pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertugas melestarikan warisan budaya di wilayah kerjanya. Wilayah kerja BPK VIII mencakup Provinsi Banten dan DKI Jakarta.</p>
<p>Sebagaimana diungkapkan oleh Yuni Rahmawati, selaku Pamong Budaya balai pelestarian kebudayaan wilayah VIII, Kementerian kebudayaan.</p>
<p>Kementerian kebudayaan itu mempunyai 23 Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), dari Sabang sampai Merauke, untuk wilayah VIII itu meliputi, DKI Jakarta dan Banten.</p>
<p>Karena kedua wilayah ini memiliki kesamaan dalam sejarah dan budaya, serta potensi cagar budaya yang perlu dilestarikan secara bersama. Selain itu, pembentukan wilayah kerja BPK ini juga mempertimbangkan faktor geografis dan kemudahan koordinasi dalam pelaksanaan tugas pelestarian budaya.</p>
<p>Contohnya pada hari ini yang kita diskusikan adalah soal kesenian lenong dari Betawi dan Ubrug dari Banten.</p>
<p>&#8220;Tujuannya adalah memberikan informasi dan pengetahuan baru kepada masyarakat luas terkait dua kesenian tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-29557 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250629-WA0002-1024x721.jpg" alt="" width="640" height="451" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250629-WA0002-1024x721.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250629-WA0002-300x211.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250629-WA0002-768x541.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250629-WA0002-1536x1082.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250629-WA0002.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>&#8220;Di Jakarta itu kalau kita mau melihat kebudayaan itu sangat beragam, kalau bicara kebudayaan itu ada Tangible&#8221; dalam bahasa Indonesia berarti nyata, berwujud, atau sesuatu yang dapat diraba atau dilihat secara fisik, seperti cagar budaya.<br />
Sementara Intangible adalah istilah dalam arti tidak berwujud, tak benda, seperti halnya yang sedang dibahas pada sore ini, Lenong dan Ubrug,&#8221; jelas Yuni.</p>
<p>Ia menambahkan, saat ini support pemerintah terhadap kebudayaan semakin tinggi dan lebih fokus karena sekarang dinas kebudayaan sudah berdiri sendiri, tidak seperti sebelumnya yang masih tergabung dengan dinas pendidikan.<br />
Pemerintah Indonesia akan terus berupaya menjadi pusat kebudayaan global.</p>
<p>Sementara itu, kedua narasumber yang berdiskusi saling menjelaskan soal kedua kesenian daerahnya masing-masing.<br />
Asep Wahyu Ningrat memaparkan soal kesenian ubrug, menurutnya ubrug adalah kesenian teater rakyat tradisional yang berasal dari Banten, Kesenian ini memadukan unsur komedi, tari, musik, dan sastra (lakon) dalam pementasannya. Ubrug sering kali dipentaskan di lapangan atau halaman terbuka, dan dikenal dengan gaya lawakan yang khas serta penggunaan bahasa yang akrab dengan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selain sebagai hiburan, Ubrug juga berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai moral dan sosial kepada masyarakat,&#8221; ujar Asep</p>
<p>&#8220;Pertunjukan Ubrug melibatkan berbagai unsur, termasuk komedi, tari, musik (biasanya gamelan), dan lakon atau cerita yang dibawakan, sama halnya dengan lenong,&#8221; pungkas Asep.</p>
<p>Sementara itu, Agus Priyatna, atau biasa disapa Rik, menjelaskan seputar lenong menurutnya, lenong terbagi menjadi dua jenis utama, ada<br />
lenong denes yang menampilkan cerita tentang kehidupan kerajaan atau bangsawan dengan kostum yang mewah dan megah.<br />
Kemudian ada lenong preman, yang menampilkan cerita kehidupan sehari-hari, seringkali mengangkat tema seperti kisah cinta, keluarga, atau bahkan kriminalitas.</p>
<p>&#8220;Lenong adalah seni teater rakyat tradisional Betawi yang memadukan unsur drama, komedi, musik, dan tarian. Pertunjukan ini biasanya menggunakan bahasa Betawi dan diiringi musik gambang kromong,&#8221; jelas Agus.</p>
<p>Selain menghibur, lenong juga seringkali menyampaikan pesan moral kepada para penonton, seperti pentingnya tolong menolong dan menjauhi perbuatan buruk. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/festival-budaya-kampung-petukangan-2025-bikin-diskusi-dan-diseminasi-kebudayaan-lenong-betawi-dan-ubrug-banten/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berlangsung Meriah, Walikota Jaksel Hadiri Festival Budaya Kampung Petukangan Ke-4</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/berlangsung-meriah-walikota-jaksel-hadiri-festival-budaya-kampung-petukangan-ke-4/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/berlangsung-meriah-walikota-jaksel-hadiri-festival-budaya-kampung-petukangan-ke-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 13:46:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Beksi]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya Kampung Petukangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Petukangan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Jaksel]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Jaksel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29549</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar didampingi Ketua TP PKK Kota Jakarta Selatan, Diah Anwar&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar didampingi Ketua TP PKK Kota Jakarta Selatan, Diah Anwar menghadiri Festival Budaya Kampung Petukangan Ke-4 Tahun 2025.</p>
<p>Festival ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-498 Kota Jakarta, berlangsung di Lapangan bola Komplek Kiwal Kostrad, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggarahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/6/2025).</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-29551 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0022.jpg" alt="" width="916" height="755" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0022.jpg 916w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0022-300x247.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0022-768x633.jpg 768w" sizes="(max-width: 916px) 100vw, 916px" /></p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri, anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A, Dadiyono, Kabag Kesra Kota Administrasi Jakarta Selatan, Khabib Asyngari, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Rusmantoro, Camat Pesanggrahan, Agus Ramdani beserta para Lurah se-Kecamatan Pesanggarahan.</p>
<p>Kemudian Ketua Beksi Petukangan Utara, Nouval Hariyawan, selaku ketua panitia, Dewan Kota Kecamatan Pesanggarahan, RT, RW, LMK, FKDM, Karang Taruna, tokoh masyarakat Kelurahan Petukangan Utara dan para pegiat silat se-DKI Jakarta.</p>
<figure id="attachment_29553" aria-describedby="caption-attachment-29553" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-29553 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0023-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0023-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0023-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0023-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0023-1536x1152.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0023.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-29553" class="wp-caption-text">Ketua Panitia Acara Festival Budaya Kampung Beksi Petukangan, Nouval Hariyawan (kanan) bersama keluarga</figcaption></figure>
<p>M Anwar, berharap, dengan adanya kegiatan Festival Budaya Kampung Petukangan, masyarakat dapat lebih mengenali Budaya Betawi mulai dari seni, kuliner, kerajinan hingga adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur.</p>
<p>&#8220;Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi ikon budaya di Jakarta Selatan. Mari kita jaga dan lestarikan, karena dari budaya, kita bisa mengenal jati diri dan memperkuat persatuan,&#8221; ucapnya.</p>
<figure id="attachment_29550" aria-describedby="caption-attachment-29550" style="width: 919px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-29550 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0024.jpg" alt="" width="919" height="736" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0024.jpg 919w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0024-300x240.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/06/IMG-20250628-WA0024-768x615.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 919px) 100vw, 919px" /><figcaption id="caption-attachment-29550" class="wp-caption-text">Para remaja dan anak-anak sedang menampilkan jurus-jurus silat Beksi.</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua Pelaksanan Acara Festival Budaya Kampung Petukangan Ke-4, Nouval Hariyawan,<br />
mengapresiasi Pemerintah Kota Jakarta Selatan, beserta para anggota Dewan, dan jajaran pemerintah lainnya yang turut hadir dalam meramaikan acara ini yang hanya berlangsung selama satu hari.</p>
<p>“Festival pada hari ini diisi dengan Kegiatan pentas seni budaya silat, bazar kuliner yang murah meriah, untuk kuliner ini kami menyediakan kurang lebih 80 stan. Mudah-mudahan acara yang kami selenggarakan dapat meningkatkan ekonomi warga Petukangan Utara, khususnya para pelaku UMKM dan juga bisa menjadi contoh di wilayah yang lainnya,&#8221; pungkas Nauval.</p>
<p>Banyak kuliner khas Betawi di jajakan dalam festival ini antara lain, kerak telor, dodol Betawi, asinan dan lain sebagainya.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan ini ketua harian Organisasi Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT), HM Nuh, beserta Sekjennya H Supli Ali. (*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/berlangsung-meriah-walikota-jaksel-hadiri-festival-budaya-kampung-petukangan-ke-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
