<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Erupsi &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/erupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jul 2025 02:13:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Erupsi &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-dua-kali-kolom-abu-capai-1-000-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-dua-kali-kolom-abu-capai-1-000-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 02:13:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30283</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indinesia, Jakarta &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat erupsi dua&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indinesia, Jakarta</strong> &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat erupsi dua kali dengan tinggi letusan hingga 1.000 meter di atas puncak pada Kamis pagi.</p>
<p>Erupsi pertama terjadi pada Kamis pukul 04.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 170 detik.</p>
<p>&#8220;Gunung Semeru kembali erupsi pukul 07.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.</p>
<p>Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 158 detik.</p>
<p>Aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan pada periode pengamatan Rabu (16/7) selama 24 jam tercatat sebanyak 32 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, kemudian 4 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-6 mm.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Delapan kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 mm, satu kali harmonik dengan amplitudo 15 mm, 22 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 5-12 mm, dan tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5-15 mm.</p>
<p>Mukdas menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-dua-kali-kolom-abu-capai-1-000-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Membumbung Setinggi 600 Meter!</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/semeru-erupsi-lagi-kolom-abu-membumbung-setinggi-600-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/semeru-erupsi-lagi-kolom-abu-membumbung-setinggi-600-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 00:15:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29829</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 600 meter di atas puncak pada Minggu (6/7/2025) pagi.</p>
<p>&#8220;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl),&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulisnya yang diterima di Lumajang.</p>
<p>Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.</p>
<p>Gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu sebelumnya erupsi pada pukul 01.11 WIB dan visual letusan tidak teramati, namun saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aktivitas kegempaan Gunung Semeru pada Sabtu (5/7) tercatat sebanyak 35 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11-23 mm, kemudian 6 kali gempa embusan dengan amplitudo 6-8 mm dan lama gempa 38-52 detik.</p>
<p>Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 2 kali harmonik dengan amplitudo 4-6 mm dan 7 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11-30 mm.</p>
<p>Liswanto menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.*</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/semeru-erupsi-lagi-kolom-abu-membumbung-setinggi-600-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-500-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-500-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 06:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Dukono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=29789</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Ternate &#8211; Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan Gunung Dukono&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Ternate</strong> &#8211; Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan Gunung Dukono pada Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 06.30 WIT menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter di atas puncak gunung.</p>
<p>&#8220;Iya, erupsi dengan kolom abu yang teramati setinggi 1.500 meter,&#8221; kata petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan yang diterima di Ternate, Jumat (4/7/2025).</p>
<p>Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), kembali mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 1,1 kilometer di atas puncak.</p>
<p>Erupsi Gunung Dukono dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.</p>
<p>Dia menjelaskan erupsi gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 33 mm dan durasi 62.67 detik.</p>
<p>&#8220;Saat ini kondisi Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diimbau agar tidak beraktivitas mendaki, dan mendekati kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.</p>
<p>&#8220;Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,&#8221; kata Bambang.</p>
<p>Dia meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-500-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi, Letusan Capai 1.000 Meter di Atas Puncak</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-letusan-capai-1-000-meter-di-atas-puncak/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-letusan-capai-1-000-meter-di-atas-puncak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 03:07:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28823</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indinesia, Lumajang &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi disertai letusan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indinesia, Lumajang</strong> &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi disertai letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak pada Selasa (10/6/2025) pagi.</p>
<p>&#8220;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 10 Juni 2025, pukul 05.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.</p>
<p>Menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 191 detik.</p>
<p>Sejak 1 Januari hingga 10 Juni pukul 07.00 WIB tercatat jumlah letusan Gunung Semeru sebanyak 1.799 kali, sehingga aktivitas gunung api itu didominasi oleh gempa letusan/erupsi setiap hari.</p>
<p>Ia menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>&#8220;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,&#8221; katanya.</p>
<p>Masyarakat juga diimbau tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.</p>
<p>Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-letusan-capai-1-000-meter-di-atas-puncak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-capai-900-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-capai-900-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 03:53:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28748</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indinesia, Jakarta &#8211; Petugas mencatat lima kali erupsi Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indinesia, Jakarta</strong> &#8211; Petugas mencatat lima kali erupsi Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur dengan tinggi letusan hingga 900 meter di atas puncak gunung berapi itu, Sabtu (7/6/2025) pagi.</p>
<p>Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis diterima di Lumajang, menyebut erupsi pertama pukul 02.41 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara, serta erupsi dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 154 detik.</p>
<p>Erupsi kedua pukul 06.27 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.</p>
<p>&#8220;Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,&#8221; kata</p>
<p>Erupsi ketiga pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.</p>
<p>Gunung Semeru juga erupsi pukul 08.16 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.</p>
<p>Selang delapan menit kemudian atau pada pukul 08.24 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.</p>
<p>Pada pukul 08.59 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.</p>
<p>Liswanto menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.</p>
<p>Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-kolom-letusan-capai-900-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Kembali Erupsi, Letusan Capai 1.200 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-kembali-erupsi-letusan-capai-1-200-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-kembali-erupsi-letusan-capai-1-200-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 02:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28376</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Lumajang &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Lumajang </strong>&#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.200 meter di atas puncak Mahameru pada Rabu (28/5/2025) pagi.</p>
<p>&#8220;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.12 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Rabu (28/5/2025)</p>
<p>Menurutnya, erupsi tersebut juga mengeluarkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut, bahkan saat laporan tersebut dibuat, petugas merekam bahwa erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berlangsung.</p>
<p>Gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu tercatat sudah tiga kali erupsi pada Rabu, yakni pukul 00.59 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak, kemudian erupsi kedua pukul pukul 02.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 500 meter di atas puncak dan pukul 06.12 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.200 meter.</p>
<p>Liswanto menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status Gunung Semeru yang masih Waspada atau Level II, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&#8221; katanya.</p>
<p>Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-kembali-erupsi-letusan-capai-1-200-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 500 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-tiga-kali-kolom-abu-capai-500-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-tiga-kali-kolom-abu-capai-500-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 02:05:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28291</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Lumajang &#8211; Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Kabupaten&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Lumajang</strong> &#8211; Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan abu vulkanik ke arah tenggara dan selatan pada Senin (26/5/2025) pagi.</p>
<p>&#8220;Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.05 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Ghufron Alwi dalam laporan tertulisnya yang diterima di Lumajang, Senin.</p>
<p>Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan, kemudian erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.</p>
<p>Berdasarkan catatan petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat sudah tiga kali mengalami erupsi pada Senin yakni pukul 00.35 WIB dengan visual letusan tidak teramati, kemudian pukul pukul 05.32 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak dan pukul 07.05 WIB.</p>
<p>Saat erupsi pukul 05.32 WIB, terpantau kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.</p>
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status Gunung Semeru yang masih Waspada atau Level II, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&#8221; katanya.</p>
<p>Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-tiga-kali-kolom-abu-capai-500-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-empat-kali-kolom-abu-capai-800-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-empat-kali-kolom-abu-capai-800-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 04:50:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28226</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat erupsi sebanyak&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat erupsi sebanyak empat kali dengan letusan hingga 800 meter di atas puncak pada Sabtu pagi.</p>
<p>Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.38 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat.</p>
<p>&#8220;Gunung Semeru erupsi kembali pada pukul 05.53 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Ghufron Alwi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.</p>
<p>Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut dan saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.</p>
<p>Kemudian pada pukul 07.29 WIB Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan.</p>
<p>&#8220;Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 114 detik,&#8221; katanya.</p>
<p>Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 08.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 mdpl.</p>
<p>&#8220;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 126 detik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status Gunung Semeru yang masih Waspada atau Level II, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&#8221; katanya.</p>
<p>Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-semeru-erupsi-empat-kali-kolom-abu-capai-800-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Marapi Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 1.000 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-marapi-erupsi-dua-kali-kolom-abu-capai-1-000-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-marapi-erupsi-dua-kali-kolom-abu-capai-1-000-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 04:37:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=27931</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi dua kali dalam waktu berdekatan dengan tinggi letusan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi dua kali dalam waktu berdekatan dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter dan 700 meter dari puncak gunung berapi itu, Sabtu (17/5/2025).</p>
<p>Warga di sekitar gunung itu, mengaku mendengar dentuman yang cukup keras dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>&#8220;Dentuman terdengar keras, rumah kami bergoyang. Kami langsung keluar rumah dan melihat jelas letusan dengan asap pekat di puncak Gunung Marapi,&#8221; kata seorang warga Kecamatan Ampek Angkek, Agam Widia (35).</p>
<p>Kepulan asap letusan terlihat jelas dari Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam wilayah timur dan Kota Bukittinggi.</p>
<p>Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) di Bukittinggi Ahmad Rifandi menyebutkan letusan terjadi pada jam 09.47 WIB dan 09.54 WIB dengan intensitas abu teramati tebal condong ke arah timur laut dan utara.</p>
<p>Erupsi pertama pada pukul 09.47 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak gunung itu (3.891 meter di atas permukaan laut). Erupsi kedua pada pukul 09.54 WIB dengan ketinggian 700 meter.</p>
<p>&#8220;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut,&#8221; katanya.</p>
<p>Erupsi pertama terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sementara ini sekitar 51 detik. PGA mengungkap erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.</p>
<p>Erupsi kedua terekam di seismogram dengan amplitudo 7,4 mm dengan durasi 1 menit 15 detik.</p>
<p>Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Marapi berada pada status level II (waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).</p>
<p>&#8220;Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,&#8221; kata Ahmad Rifandi.</p>
<p>Dalam catatan PGA, letusan ini menjadi yang ke-442 sejak erupsi utama pada Desember 2023 sekaligus ke-11 pada Mei 2025 serta 6.499 kali embusan hingga hari ini.</p>
<p>Ia mengatakan jika terjadi hujan abu maka masyarakat harus menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan kesehatan.</p>
<p>Ia juga meminta masyarakat menjaga suasana kondusif, tidak menyebarkan hoaks, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/gunung-marapi-erupsi-dua-kali-kolom-abu-capai-1-000-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erupsi Gunung Semeru, Kolom Letusan Mencapai 1.000 Meter</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/erupsi-gunung-semeru-kolom-letusan-mencapai-1-000-meter/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/erupsi-gunung-semeru-kolom-letusan-mencapai-1-000-meter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 00:10:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=27769</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak (Mahameru) pada Selasa (13/5/2025) pagi.</p>
<p>&#8220;Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 13 Mei 2025, pukul 04:54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter atau 1 km di atas puncak,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.</p>
<p>Menurutnya kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik.</p>
<p>Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu sebelumnya erupsi pada Selasa pukul 00.23 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 mdpl.</p>
<p>&#8220;Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Yadi menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status Gunung Semeru yang masih waspada atau level II, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).</p>
<p>Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&#8221; katanya.</p>
<p>Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/erupsi-gunung-semeru-kolom-letusan-mencapai-1-000-meter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
