<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter PPDS &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/dokter-ppds/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Apr 2025 08:22:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Dokter PPDS &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Korban Bertambah, Dokter PPDS Diduga Perkosa Tiga Perempuan di RSHS Bandung</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/korban-bertambah-dokter-ppds-diduga-perkosa-tiga-perempuan-di-rshs-bandun/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/korban-bertambah-dokter-ppds-diduga-perkosa-tiga-perempuan-di-rshs-bandun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 08:22:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter PPDS]]></category>
		<category><![CDATA[korban bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa tiga perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[RSHS Bandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=26215</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap dua korban baru dalam kasus dugaan pemerkosaan oleh dokter Program&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable]">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] md:pb-9">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[70rem]:[--thread-content-margin:--spacing(12)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="8eca0375-82b4-4892-af0b-2756def1b008" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p class="" data-start="157" data-end="502"><strong>Media Analis Indonesia, Bandung</strong> — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap dua korban baru dalam kasus dugaan pemerkosaan oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran, Priguna Anugerah Pratama atau PAP (31), yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Dengan temuan terbaru ini, jumlah korban bertambah menjadi tiga orang.</p>
<p class="" data-start="504" data-end="908">Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Surawan, Jumat (11/4/2025), mengatakan bahwa dua korban terbaru merupakan pasien perempuan berusia 21 tahun dan 31 tahun. Keduanya mengaku menjadi korban pelecehan seksual dengan modus yang sama, yakni berpura-pura melakukan uji alergi melalui penyuntikan cairan anestesi sebelum dibawa ke sebuah ruangan khusus untuk tindakan pencabulan.</p>
<p class="" data-start="910" data-end="1019">&#8220;Korban dibawa ke ruangan yang sama. Ini terjadi sebelum kasus yang menimpa korban ketiga, FH,&#8221; ujar Surawan.</p>
<p class="" data-start="1021" data-end="1239">Aksi pelaku disebut dilakukan secara individu, meskipun pada awalnya Priguna bertugas mendampingi dokter utama dalam pelayanan medis. Setelah itu, ia menghubungi pasien secara pribadi dengan dalih pemeriksaan lanjutan.</p>
<p class="" data-start="1241" data-end="1459">Korban pertama yang melapor sebelumnya adalah FH (21), seorang perempuan yang merupakan keluarga pasien di RSHS. Berdasarkan penyelidikan, dugaan pelecehan terhadap dua korban lainnya terjadi pada 10 dan 16 Maret 2025.</p>
<p class="" data-start="1461" data-end="1650">Atas perbuatannya, Priguna dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan berulang. Ancaman hukumannya maksimal 17 tahun penjara.</p>
<p class="" data-start="1652" data-end="1776">Polda Jabar menyatakan proses penyidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. (ima)</p>
<p data-start="1652" data-end="1776">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/korban-bertambah-dokter-ppds-diduga-perkosa-tiga-perempuan-di-rshs-bandun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dokter PPDS Tersangka Pemerkosaan Dipecat, Unpad Tegaskan Tak Toleransi Pelanggaran</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dokter-ppds-tersangka-pemerkosaan-dipecat-unpad-tegaskan-tak-toleransi-pelanggaran/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dokter-ppds-tersangka-pemerkosaan-dipecat-unpad-tegaskan-tak-toleransi-pelanggaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 04:50:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dipecat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter PPDS]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosa]]></category>
		<category><![CDATA[Unpad tak toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=26198</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap indikasi kelainan perilaku seksual pada dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable]">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] md:pb-9">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[70rem]:[--thread-content-margin:--spacing(12)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="ab583f0c-0c59-402c-991f-8061000edc1f" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p class="" data-start="98" data-end="485"><strong data-start="98" data-end="117">Media Analis Indonesia, Bandung</strong> — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap indikasi kelainan perilaku seksual pada dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang menjadi tersangka pemerkosaan terhadap keluarga pasien. Universitas Padjadjaran pun mencabut status akademik tersangka sebagai bentuk ketegasan atas pelanggaran hukum dan etika.</p>
<p class="" data-start="487" data-end="763">Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Surawan, Rabu (9/4/2025), mengatakan, pemeriksaan awal menunjukkan pelaku berinisial PAP (31) memiliki kecenderungan penyimpangan seksual. Polisi akan memperkuat temuan tersebut melalui pemeriksaan psikologi forensik.</p>
<p class="" data-start="765" data-end="974">“Dari pemeriksaan beberapa hari ini, pelaku diduga mengalami kelainan dari segi seksual. Hal itu akan didalami lebih lanjut dengan bantuan ahli psikologi forensik,” kata Surawan di Markas Polda Jabar, Bandung.</p>
<p class="" data-start="976" data-end="1205">PAP, seorang residen anestesi, diduga memperkosa korban FH (21) di ruang kosong Gedung MCHC Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang mendampingi ayahnya yang dirawat dalam kondisi kritis.</p>
<p class="" data-start="1207" data-end="1503">Modus pelaku adalah meminta korban melakukan transfusi darah secara mandiri, lalu membawanya ke ruangan kosong dengan dalih tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan sisa sperma di tubuh korban dan alat kontrasepsi yang digunakan pelaku. Sampel itu telah dibekukan untuk uji DNA.</p>
<p class="" data-start="1505" data-end="1688">PAP ditangkap pada 23 Maret 2025 di sebuah apartemen di Bandung, lima hari setelah kejadian. Saat hendak ditangkap, ia sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya.</p>
<p class="" data-start="1690" data-end="1718"><strong data-start="1690" data-end="1718">Dicabut Status Mahasiswa</strong></p>
<p class="" data-start="1720" data-end="1960">Universitas Padjadjaran langsung mengambil tindakan tegas. Rektor Unpad Prof Arief S. Kartasasmita menyatakan, PAP tidak lagi memiliki status sebagai mahasiswa PPDS dan dilarang menjalani aktivitas akademik di lingkungan kampus maupun RSHS.</p>
<p class="" data-start="1962" data-end="2157">“Unpad tidak menoleransi pelanggaran hukum ataupun norma. Meski proses hukum masih berjalan, kami sudah memiliki cukup dasar untuk menjatuhkan sanksi akademik berupa pemutusan studi,” kata Arief.</p>
<p class="" data-start="2159" data-end="2427">Unpad juga telah menjalin koordinasi dengan RSHS dan aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan adil. Selain itu, kampus akan memperkuat pengawasan terhadap proses pendidikan, termasuk di rumah sakit pendidikan, guna mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p class="" data-start="2429" data-end="2528">“Kami menyampaikan penyesalan dan keprihatinan mendalam kepada korban dan keluarganya,” ujar Arief.</p>
<p class="" data-start="2530" data-end="2725">Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pasien dan keluarga di rumah sakit pendidikan serta perlunya sistem pengawasan yang ketat terhadap peserta didik di jenjang spesialis. (ima)</p>
<p data-start="2530" data-end="2725">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dokter-ppds-tersangka-pemerkosaan-dipecat-unpad-tegaskan-tak-toleransi-pelanggaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
