<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#diskominfotikntb #igubernurntb #stuntingdintb &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/diskominfotikntb-igubernurntb-stuntingdintb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2026 14:15:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>#diskominfotikntb #igubernurntb #stuntingdintb &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Safari Ramadan di Lombok Tengah, Gubernur NTB Bongkar Penyebab Kemiskinan Sulit Turun: “Jangan Jalan Sendiri-sendiri!”</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/safari-ramadan-di-lombok-tengah-gubernur-ntb-bongkar-penyebab-kemiskinan-sulit-turun-jangan-jalan-sendiri-sendiri/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/safari-ramadan-di-lombok-tengah-gubernur-ntb-bongkar-penyebab-kemiskinan-sulit-turun-jangan-jalan-sendiri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 14:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#diskominfotikntb #igubernurntb #adpemprov]]></category>
		<category><![CDATA[#diskominfotikntb #igubernurntb #stuntingdintb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=32613</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia.Lombok Tengah, NTB &#8211; Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia.Lombok Tengah, NTB &#8211;</strong> Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan kemiskinan ekstrem dan stunting di daerah. Pesan, tersebut disampaikan saat memulai rangkaian Safari Ramadan melalui pertemuan bersama Pendamping Desa Berdaya di Aula Kantor Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (4/3/2026).</p>
<p>Dalam arahannya, Iqbal menyoroti posisi NTB yang hingga kini masih masuk dalam daftar 12 provinsi termiskin di Indonesia. Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena selama ini program penanganan kemiskinan sering berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang kuat.</p>
<p>“Kenapa kemiskinan kita sulit turun? Karena kita sering berjalan sendiri-sendiri atau lampak mesak-mesak; tidak ada orkestrasi dan kolaborasi yang solid,” tegas Iqbal.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32615" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0017-1024x662.jpg" alt="" width="640" height="414" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0017-1024x662.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0017-300x194.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0017-768x497.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0017.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Ia meminta para pendamping desa tidak memulai program dari nol; melainkan merangkul berbagai elemen yang sudah aktif di masyarakat seperti kader Posyandu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Karang Taruna.</p>
<p>Menurutnya, pendekatan yang paling efektif adalah dengan memahami langsung kondisi warga dari pintu ke pintu atau per kepala keluarga. Cara ini dinilai penting untuk memetakan akar persoalan yang dihadapi masyarakat; mulai dari kondisi rumah tidak layak huni, rendahnya tingkat pendidikan, hingga persoalan gizi.</p>
<p>Iqbal menjelaskan, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah memberikan perlindungan sosial agar masyarakat memenuhi standar hidup layak; kemudian dilanjutkan dengan program pemberdayaan ekonomi.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32616" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0019-1024x546.jpg" alt="" width="640" height="341" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0019-1024x546.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0019-300x160.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0019-768x409.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0019.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Pemerintah Provinsi NTB menargetkan setiap keluarga miskin ekstrem mampu mencapai pendapatan minimal Rp1.250.000 per bulan.</p>
<p>“Sekarang logikanya harus kita balik. Kita punya pasar besar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG); kebutuhan telur saja masih 87 persen didatangkan dari luar daerah. Ini peluang besar bagi masyarakat desa untuk meningkatkan ekonomi,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTB juga meninjau langsung kondisi warga serta menyerahkan bantuan kepada anak-anak stunting dan keluarga miskin ekstrem di Desa Barebali. Pemerintah Provinsi NTB turut menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni melalui BAZNAS NTB sebagai bagian dari intervensi nyata pemerintah daerah.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32617" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0020-1024x524.jpg" alt="" width="640" height="328" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0020-1024x524.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0020-300x154.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0020-768x393.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260304-WA0020.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Desa Barebali, Salbi, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi wilayahnya dengan jumlah penduduk mencapai 15.519 jiwa. Saat ini tercatat 84 kasus stunting dan sekitar 250 kepala keluarga masuk kategori kemiskinan ekstrem.</p>
<p>Untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, pihak desa mengusulkan pemekaran wilayah menjadi tiga desa persiapan, yakni Barebali Timur, Barebali Barat, dan Wira Surya.</p>
<p>“Berkas usulan pemekaran saat ini sedang diverifikasi di tingkat provinsi. Kami berharap dukungan Bapak Gubernur agar prosesnya dapat dipercepat demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/safari-ramadan-di-lombok-tengah-gubernur-ntb-bongkar-penyebab-kemiskinan-sulit-turun-jangan-jalan-sendiri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NTB Alarm Stunting 29,8 Persen! PKK Bongkar Fakta: Bukan Sekadar Kurang Gizi, Rumah Tak Sehat dan Nikah Dini Jadi Biang Kerok</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ntb-alarm-stunting-298-persen-pkk-bongkar-fakta-bukan-sekadar-kurang-gizi-rumah-tak-sehat-dan-nikah-dini-jadi-biang-kerok/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ntb-alarm-stunting-298-persen-pkk-bongkar-fakta-bukan-sekadar-kurang-gizi-rumah-tak-sehat-dan-nikah-dini-jadi-biang-kerok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 16:24:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[#diskominfotikntb #igubernurntb #stuntingdintb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=32557</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi NTB tancap gas menekan angka stunting yang kembali menjadi sorotan. Dalam Rapat Koordinasi&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia.Mataram, NTB</strong> – Pemerintah Provinsi NTB tancap gas menekan angka stunting yang kembali menjadi sorotan. Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2026 di Aula Dinas Kesehatan NTB, Kamis (19/2/2026), terungkap fakta mengejutkan: stunting di NTB masih berada di angka 29,8 persen berdasarkan survei 2024.</p>
<p>Rakor yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ini menegaskan satu hal penting; penanganan stunting tak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi harga mati.</p>
<p>Ketua TP PKK NTB, Sinta Agatia M. Iqbal, secara terbuka mengakui evaluasi tahun lalu menunjukkan gerakan penurunan stunting belum maksimal. Menurutnya, selama ini OPD dan pemangku kepentingan masih bekerja secara parsial; padahal persoalan stunting jauh lebih kompleks dari sekadar asupan gizi.</p>
<p>“Tidak semua anak stunting harus diberi telur. Ada yang justru butuh perbaikan rumah, ventilasi, sanitasi, hingga pola asuh,” tegasnya.</p>
<p>Ia mencontohkan hasil intervensi di salah satu wilayah Lombok; ditemukan kasus stunting dipicu kondisi rumah yang tidak sehat, bukan semata-mata kekurangan makanan bergizi. Faktor pernikahan usia dini, lingkungan, hingga kualitas hunian disebut berkontribusi signifikan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32560" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-1024x683.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-1024x683.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-2048x1366.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/02/IMG-20260219-WA0022-scaled.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, memaparkan dua sumber data utama, yakni e-PPGBM dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Berdasarkan SKI 2024, prevalensi stunting NTB mencapai 29,8 persen; namun data by name by address melalui e-PPGBM mencatat angka kumulatif 13,8 persen dari sekitar 388 ribu balita.</p>
<p>“Kalau kita keroyok bersama lintas sektor dan intervensi tepat sasaran, angka ini bisa ditekan. Kuncinya data akurat dan gerak cepat,” ujarnya.</p>
<p>Lombok Timur masih tercatat sebagai daerah dengan prevalensi tertinggi; sementara Kota Mataram termasuk terendah. Penguatan partisipasi posyandu dengan target minimal 80 persen menjadi strategi utama 2026.</p>
<p>Tak hanya itu, isu pernikahan anak, bayi berat lahir rendah (BBLR), kepesertaan JKN nonaktif, serta rendahnya cakupan ASI eksklusif turut menjadi fokus intervensi. Pemerintah juga memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; saat ini cakupannya baru sekitar 40 persen dan ditargetkan tembus 100 persen pada 2026.</p>
<p>“Kita ingin mencegah kasus baru. Intervensi pada anak berisiko jauh lebih efektif dibanding menangani yang sudah stunting,” jelas Fikri.</p>
<p>Rakor tersebut turut dihadiri perwakilan BKKBN NTB, Badan Gizi Nasional, tim ahli gubernur, praktisi gizi, serta berbagai pemangku kepentingan. Pemprov NTB menargetkan seluruh strategi berjalan optimal sebelum survei nasional April–Agustus 2026; sehingga capaian penurunan stunting dapat terukur dan berkelanjutan.</p>
<p>Kini, pertanyaannya: mampukah NTB menekan angka 29,8 persen itu sebelum survei nasional berikutnya? Waktu terus berjalan; kolaborasi nyata menjadi kunci.</p>
<p>(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ntb-alarm-stunting-298-persen-pkk-bongkar-fakta-bukan-sekadar-kurang-gizi-rumah-tak-sehat-dan-nikah-dini-jadi-biang-kerok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
