<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#diskominfotikntb #igubernurntb #pemprov #hargacabaimekejit #disdagntb #satutahuniqbaldinda &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/diskominfotikntb-igubernurntb-pemprov-hargacabaimekejit-disdagntb-satutahuniqbaldinda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2026 11:20:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>#diskominfotikntb #igubernurntb #pemprov #hargacabaimekejit #disdagntb #satutahuniqbaldinda &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Resmi! Seaplane Mendarat di Batujai, NTB Siap Lompat Jadi Poros Wisata Premium Kepulauan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/resmi-seaplane-mendarat-di-batujai-ntb-siap-lompat-jadi-poros-wisata-premium-kepulauan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/resmi-seaplane-mendarat-di-batujai-ntb-siap-lompat-jadi-poros-wisata-premium-kepulauan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 10:34:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#batujailomboktengah]]></category>
		<category><![CDATA[#diskominfotikntb #igubernurntb #pemprov #hargacabaimekejit #disdagntb #satutahuniqbaldinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=32582</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia.Lombok Tengah, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai babak baru konektivitas kepulauan. Penandatanganan Nota&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia.Lombok Tengah, NTB –</strong> Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai babak baru konektivitas kepulauan. Penandatanganan Nota Kesepahaman pengembangan layanan seaplane, 28 Februari 2026, dilakukan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fathul Bahri dan PT Abadi Mega Angkutan; disaksikan langsung Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi.</p>
<p>Kesepakatan ini bukan sekadar membuka rute wisata baru, melainkan merancang arsitektur besar konektivitas udara–air yang terintegrasi di provinsi kepulauan.</p>
<p>Batujai Dipilih Bukan karena Indah, Tapi karena Logis</p>
<p>Lokasi waterbase di Bendungan Batujai diputuskan melalui kalkulasi teknis ketat. Kedekatannya dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menjadi keunggulan utama; integrasi Air Traffic Control (ATC) memungkinkan pengawasan ruang udara berada dalam satu klaster kendali; efisiensi radius navigasi menekan kebutuhan infrastruktur terpisah yang mahal; serta respons darurat lebih cepat karena berada dalam ekosistem bandara internasional.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32584" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-1024x682.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-1024x682.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-2048x1365.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0001-scaled.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>“Ini bukan proyek simbolik; ini keputusan berbasis aviation logic dan standar keselamatan,” tegas Gubernur Iqbal.</p>
<p>Bagi NTB yang memiliki ratusan pulau kecil di perairan Lombok dan Sumbawa, aksesibilitas selama ini menjadi tantangan. Transportasi laut tetap vital; namun waktu tempuh antarpulau kerap memakan waktu berjam-jam dan sangat bergantung cuaca. Seaplane diproyeksikan memangkas perjalanan menjadi hitungan puluhan menit—sebuah lompatan efisiensi yang signifikan.</p>
<p>Roadmap Bertahap, Utamakan Keselamatan dan Lingkungan</p>
<p>Pengembangan dilakukan terukur; mulai dari penataan waterbase sesuai regulasi Kementerian Perhubungan; sinkronisasi perizinan dan SOP water aerodrome; pembangunan fasilitas berkonsep hijau; hingga uji coba operasional sebelum ekspansi rute.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32585" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-1024x682.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-1024x682.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-2048x1365.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0003-scaled.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Koordinasi dengan pengelola bendungan memastikan fungsi utama pengairan tetap terlindungi. Operasional dirancang tidak mengganggu tata kelola air; sekaligus menjaga keselamatan kawasan.</p>
<p>Bidik Wisata Premium, Dampaknya ke UMKM Pesisir</p>
<p>Dari sisi ekonomi, kebijakan ini memperkuat strategi low volume–high value tourism; yakni jumlah wisatawan terkendali dengan kontribusi belanja lebih tinggi. Dampaknya diproyeksikan menjalar ke pemerataan kunjungan pulau kecil; kenaikan okupansi homestay dan eco-resort; pertumbuhan UMKM pesisir; hingga peningkatan PAD sektor pariwisata.</p>
<p>Dalam horizon 5–10 tahun, konektivitas cepat ini membuka peluang investasi resort pulau kecil; memperluas pasar wisata konservasi; serta mempercepat distribusi komoditas perikanan premium bernilai tinggi.</p>
<p>Tak hanya itu; konektivitas udara–air juga berimplikasi lintas sektor—mendukung ekonomi biru; mempermudah akses medis darurat dari pulau terpencil; serta memperkuat jejaring Bali–NTB–NTT dalam arus wisata dan investasi.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-32586" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-1024x682.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-1024x682.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-1536x1024.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-2048x1365.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2026/03/IMG-20260301-WA0002-scaled.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Elitis? Ramah Lingkungan? Ini Jawaban Pemprov</p>
<p>Segmen premium memang menjadi sasaran awal; namun manfaat ekonomi disebut akan menyebar melalui lapangan kerja, kemitraan UMKM, dan jasa lokal. Fasilitas dirancang ramah lingkungan dan tunduk pada regulasi keselamatan serta lingkungan; dengan prinsip pertumbuhan dan kelestarian berjalan seiring.</p>
<p>Pemerintah juga menegaskan operasional tidak mengganggu fungsi utama bendungan; seluruh tahapan dilakukan dengan koordinasi lintas instansi dan prinsip transparansi.</p>
<p>Seaplane Batujai bukan akhir; melainkan titik awal reposisi strategis NTB sebagai provinsi kepulauan yang terhubung, modern, dan berdaya saing. Jika konsisten dijalankan; kebijakan ini diyakini membuka akses ke ratusan pulau mengubah batas geografis menjadi kekuatan utama pertumbuhan daerah.</p>
<p>(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/resmi-seaplane-mendarat-di-batujai-ntb-siap-lompat-jadi-poros-wisata-premium-kepulauan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NTB Melejit! Surplus Daging–Telur, Hilirisasi Ayam Terintegrasi Siap Serap 1.300 Tenaga Kerja</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ntb-melejit-surplus-daging-telur-hilirisasi-ayam-terintegrasi-siap-serap-1-300-tenaga-kerja/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ntb-melejit-surplus-daging-telur-hilirisasi-ayam-terintegrasi-siap-serap-1-300-tenaga-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 14:52:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[#diskominfotikntb #igubernurntb #pemprov #hargacabaimekejit #disdagntb #satutahuniqbaldinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=32568</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Sub sektor peternakan kian menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Bukan hanya penyedia protein&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia.Mataram, NTB</strong> – Sub sektor peternakan kian menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Bukan hanya penyedia protein hewani; sektor ini juga menjadi sumber penghidupan masyarakat, pencipta lapangan kerja, penopang pertanian berkelanjutan, hingga instrumen efektif pengentasan kemiskinan.</p>
<p>Di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan daya beli masyarakat, permintaan produk peternakan terus menanjak. Dalam lanskap nasional, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tampil sebagai kekuatan baru. Populasi sapi potong NTB berada di peringkat keempat nasional; kerbau peringkat keempat; kuda peringkat ketiga; kambing ketujuh; ayam kampung ke-12; serta itik peringkat ke-13 dari 38 provinsi.</p>
<p>Keunggulan itu ditopang ketersediaan lahan pakan ruminansia seluas 1.692.694 hektare; terdiri atas 353.025 hektare di Pulau Lombok dan 1.339.669 hektare di Pulau Sumbawa. Daya tampung ternak herbivora mencapai 1.585.103 Unit Ternak (UT) atau setara 2.219.144 ekor; dengan potensi pengembangan tambahan 419.640 UT atau 587.496 ekor mayoritas berada di Pulau Sumbawa.</p>
<p>Surplus Daging dan Telur, Produksi Terus Naik</p>
<p>Sepanjang 2025, kinerja produksi peternakan NTB mencatatkan tren positif. Produksi daging ruminansia mencapai 15.366,1 ton; melampaui kebutuhan konsumsi 13.687,8 ton. NTB mencatat surplus 1.678,32 ton; meningkat 5,7 persen dibanding 2024 sebesar 14.537 ton.</p>
<p>Pada sektor unggas, produksi daging ayam menyentuh 57.998,4 ton; melebihi kebutuhan 55.553 ton dengan surplus 1.860,27 ton. Angka ini naik 3,3 persen dibanding 2024 sebesar 56.138,1 ton.</p>
<p>Produksi telur pun meningkat menjadi 57.506,44 ton; naik 1,86 persen dari 2024 sebesar 56.434,86 ton. Kenaikan ini didorong populasi ayam buras yang mencapai 5.303.821 ekor—naik 4 persen; populasi itik 444.410 ekor—naik 4 persen; serta telur puyuh 227,83 ton dari populasi 131.389 ekor—melonjak 14 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Capaian tersebut memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat NTB tetap terjaga; bahkan mencatat surplus di sejumlah komoditas strategis.</p>
<p>Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Lompatan Menuju Industri Modern</p>
<p>Memasuki 2026, tantangan penyediaan protein skala besar kian menguat; seiring pertumbuhan ekonomi dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menjawab kebutuhan itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI bersama Pemprov NTB meluncurkan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi.</p>
<p>Program ini mengintegrasikan seluruh rantai produksi dalam satu klaster; mulai dari breeding ayam pedaging dan petelur, industri pakan, budidaya, rumah potong unggas, hingga pengolahan produk seperti karkas, sosis, nugget, dan tepung telur.</p>
<p>Setiap klaster diproyeksikan menyerap lebih dari 1.300 tenaga kerja; memperkuat rantai pasok; menekan biaya produksi; serta meningkatkan kesejahteraan peternak. Kabupaten Sumbawa dipilih sebagai lokasi utama; didukung ketersediaan lahan pemerintah yang memadai dan jauh dari permukiman.</p>
<p>Langkah ini menandai pergeseran besar pembangunan peternakan NTB; dari produksi primer menuju industri berbasis nilai tambah.</p>
<p>100 Persen Wilayah Terkendali Penyakit Strategis</p>
<p>Di bidang kesehatan hewan, NTB mencatat 100 persen wilayah terkendali Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) di 10 kabupaten/kota sepanjang 2025. Sebanyak 914 kasus—meliputi Anthrax, Septichaemia Epizootica, Surra, Rabies, Avian Influenza, dan PMK—berhasil ditangani.</p>
<p>Penguatan laboratorium melalui pengadaan alat PCR memungkinkan pemeriksaan PMK dilakukan langsung di NTB; tanpa pengiriman sampel ke luar daerah. Dukungan vaksin dan operasional dari APBN turut mempercepat pengendalian penyakit; menjaga kepercayaan pasar dan keamanan lalu lintas ternak.</p>
<p>Tata Niaga Menguat, Distribusi Melonjak 455 Persen</p>
<p>Indikator tata niaga peternakan 2025 mencapai 77,85 persen; melampaui target 75 persen dengan capaian kinerja 103,80 persen. Produk peternakan yang dipasarkan meningkat 9,22 persen dibanding 2024.</p>
<p>Distribusi juga terdongkrak dukungan Tol Laut. Sepanjang 2025, tercatat 17 voyage kapal ternak dengan rute Bima–Tanjung Priok; Bima–Kwandang; Bima–Basirih; dan Bima–Trisakti. Pemanfaatan angkutan khusus ternak melonjak 455,95 persen dibanding 2024; setelah NTB memiliki kapal sendiri tanpa mekanisme deviasi.</p>
<p>Populasi Sapi Naik, Nol Pemotongan Betina Produktif</p>
<p>Sebagai salah satu lumbung sapi nasional, populasi sapi NTB pada 2025 mencapai 1.340.130 ekor; naik 2,44 persen dari 1.308.204 ekor pada 2024. Peningkatan ini didorong inseminasi buatan, transfer embrio, vaksinasi PMK, serta keberhasilan menjaga nol kasus pemotongan betina produktif sepanjang tahun.</p>
<p>Satu tahun terakhir menjadi fase konsolidasi dan akselerasi. Peternakan NTB kini tak lagi sekadar soal populasi ternak; melainkan tentang industri, nilai tambah, lapangan kerja, dan fondasi ketahanan pangan daerah.</p>
<p>(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ntb-melejit-surplus-daging-telur-hilirisasi-ayam-terintegrasi-siap-serap-1-300-tenaga-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
