<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dipecat &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/dipecat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Apr 2025 04:50:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Dipecat &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dokter PPDS Tersangka Pemerkosaan Dipecat, Unpad Tegaskan Tak Toleransi Pelanggaran</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dokter-ppds-tersangka-pemerkosaan-dipecat-unpad-tegaskan-tak-toleransi-pelanggaran/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dokter-ppds-tersangka-pemerkosaan-dipecat-unpad-tegaskan-tak-toleransi-pelanggaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2025 04:50:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dipecat]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter PPDS]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosa]]></category>
		<category><![CDATA[Unpad tak toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=26198</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Bandung — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap indikasi kelainan perilaku seksual pada dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable]">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] md:pb-9">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[70rem]:[--thread-content-margin:--spacing(12)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="ab583f0c-0c59-402c-991f-8061000edc1f" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p class="" data-start="98" data-end="485"><strong data-start="98" data-end="117">Media Analis Indonesia, Bandung</strong> — Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap indikasi kelainan perilaku seksual pada dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang menjadi tersangka pemerkosaan terhadap keluarga pasien. Universitas Padjadjaran pun mencabut status akademik tersangka sebagai bentuk ketegasan atas pelanggaran hukum dan etika.</p>
<p class="" data-start="487" data-end="763">Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Surawan, Rabu (9/4/2025), mengatakan, pemeriksaan awal menunjukkan pelaku berinisial PAP (31) memiliki kecenderungan penyimpangan seksual. Polisi akan memperkuat temuan tersebut melalui pemeriksaan psikologi forensik.</p>
<p class="" data-start="765" data-end="974">“Dari pemeriksaan beberapa hari ini, pelaku diduga mengalami kelainan dari segi seksual. Hal itu akan didalami lebih lanjut dengan bantuan ahli psikologi forensik,” kata Surawan di Markas Polda Jabar, Bandung.</p>
<p class="" data-start="976" data-end="1205">PAP, seorang residen anestesi, diduga memperkosa korban FH (21) di ruang kosong Gedung MCHC Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang mendampingi ayahnya yang dirawat dalam kondisi kritis.</p>
<p class="" data-start="1207" data-end="1503">Modus pelaku adalah meminta korban melakukan transfusi darah secara mandiri, lalu membawanya ke ruangan kosong dengan dalih tindakan medis. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan sisa sperma di tubuh korban dan alat kontrasepsi yang digunakan pelaku. Sampel itu telah dibekukan untuk uji DNA.</p>
<p class="" data-start="1505" data-end="1688">PAP ditangkap pada 23 Maret 2025 di sebuah apartemen di Bandung, lima hari setelah kejadian. Saat hendak ditangkap, ia sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya.</p>
<p class="" data-start="1690" data-end="1718"><strong data-start="1690" data-end="1718">Dicabut Status Mahasiswa</strong></p>
<p class="" data-start="1720" data-end="1960">Universitas Padjadjaran langsung mengambil tindakan tegas. Rektor Unpad Prof Arief S. Kartasasmita menyatakan, PAP tidak lagi memiliki status sebagai mahasiswa PPDS dan dilarang menjalani aktivitas akademik di lingkungan kampus maupun RSHS.</p>
<p class="" data-start="1962" data-end="2157">“Unpad tidak menoleransi pelanggaran hukum ataupun norma. Meski proses hukum masih berjalan, kami sudah memiliki cukup dasar untuk menjatuhkan sanksi akademik berupa pemutusan studi,” kata Arief.</p>
<p class="" data-start="2159" data-end="2427">Unpad juga telah menjalin koordinasi dengan RSHS dan aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan adil. Selain itu, kampus akan memperkuat pengawasan terhadap proses pendidikan, termasuk di rumah sakit pendidikan, guna mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p class="" data-start="2429" data-end="2528">“Kami menyampaikan penyesalan dan keprihatinan mendalam kepada korban dan keluarganya,” ujar Arief.</p>
<p class="" data-start="2530" data-end="2725">Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pasien dan keluarga di rumah sakit pendidikan serta perlunya sistem pengawasan yang ketat terhadap peserta didik di jenjang spesialis. (ima)</p>
<p data-start="2530" data-end="2725">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dokter-ppds-tersangka-pemerkosaan-dipecat-unpad-tegaskan-tak-toleransi-pelanggaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AKBP Bintoro Dipecat dari Polri Diduga Terlibat Pemerasan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/akbp-bintoro-dipecat-dari-polri-diduga-terlibat-pemerasan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/akbp-bintoro-dipecat-dari-polri-diduga-terlibat-pemerasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 23:24:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[AKBP Bintoro]]></category>
		<category><![CDATA[Dipecat]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=23657</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Hasil sidang Kode Etik Profesi Polri (KKEP) memutuskan dua oknum anggota Polri terkena Pemberhentian Tidak&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Hasil sidang Kode Etik Profesi Polri (KKEP) memutuskan dua oknum anggota Polri terkena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terkait kasus dugaan pemerasan terhadap tersangka kasus pembunuhan, Arif Nugroho (AN) dan Muhammad Bayu Hartoyo (MBH).</p>
<p>&#8220;Dua oknum polisi tersebut yaitu AKP Zakaria dan AKBP Bintoro,&#8221; kata Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/2/2025).</p>
<p>AKBP Bintoro sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan dan AKP Zakaria sebagai Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jaksel dalam mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan AN dan MBH.</p>
<p>Sedangkan, untuk AKBP Gogo Galesung yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel dan mantan Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Novian Dimas terkena demosi masing-masing delapan tahun dan penempatan khusus (patsus) selama 20 hari.</p>
<p>Anam juga menambahkan AKP Zakaria diberi sanksi yang lebih berat karena mempunyai peran yang aktif dalam kasus itu. Zakaria bahkan disebut mengetahui tata kelola uang yang diberi oleh tersangka pembunuhan, Arif Nugroho dan Muhammad Bayu Hartoyo.</p>
<p>&#8220;Dia (Zakaria)  adalah bagian dari struktur cerita dari pejabat lama ke pejabat baru, sehingga rangkaian peristiwa dari awal ke akhir tahu, dia juga tahu bagaimana tata kelola uang itu,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dia juga menyebutkan di dalam sidang tersebut, konstruksi perkara dijelaskan secara detail oleh Komisi Kode Etik.</p>
<p>&#8220;Jika didasarkan konstruksi perkara, kasus itu dinilainya masuk ke dalam kategori penyuapan, bukan pemerasan,&#8221; jelas Anam.</p>
<p>Sementara itu untuk AKP Mariana (eks Kanit PPA Satreskrim Polres Jaksel), Anam menyebutkan masih berproses karena masih ada pemeriksaan saksi-saksi.</p>
<p>&#8220;Jumlahnya masih banyak, sekitar 16 orang saksi. Ini masih cukup lama,&#8221; ucapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/akbp-bintoro-dipecat-dari-polri-diduga-terlibat-pemerasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
