<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Sep 2024 05:52:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Budaya &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Upaya Pelestarian Kekayaan Tradisi dan Budaya Daerah, Asmul Gelar Workshop “Mangupa Mangalap Boru”</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/upaya-pelestarian-kekayaan-tradisi-dan-budaya-daerah-asmul-gelar-workshop-mangupa-mangalap-boru/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/upaya-pelestarian-kekayaan-tradisi-dan-budaya-daerah-asmul-gelar-workshop-mangupa-mangalap-boru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 05:52:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Sidimpuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=16762</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Padang sidimpuan &#8211; Upaya pelestarian terhadap kebudayaan dan memanfaatkannya sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan merupakan sebuah pekerjaan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Padang sidimpuan</strong> &#8211; Upaya pelestarian terhadap kebudayaan dan memanfaatkannya sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki banyak tantangan dewasa ini. Karena jika pemanfaatan kebudayaan tersebut dikelola dengan baik dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin kebudayaan tersebut akan menghasilkan kebermanfaatan bagi kelestarian kebudayaan itu sendiri.</p>
<p>Pola atau konsep dalam rangka pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan di Kota Padangsidimpuan secara khusus masih perlu untuk terus ditingkatkan dengan baik. Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan di Kota Padangsidimpuan seharusnya tetap digaungkan dan dimanfaatkan, dalam hal ini sasarannya adalah generasi penerus. Beberapa objek pemajuan kebudayaan hari ini haruslah mendapat perhatian secara khusus agar beberapa objek pemajuan kebudayaan tersebut tidak terlupakan hingga saatnya nanti dapat menjadi hilang di tengah-tengah kehidupan masyarakat.</p>
<p>Kita bisa lakukan pengamatan secara langsung jika sebenarnya banyak generasi penerus yang kurang paham terkait dengan objek pemajuan kebudayan daerah, secara khusus di Kota Padangsidimpuan dan salah satunya adalah mengenai kekayaan tradisi daerah “Mangupa Mangalap Boru”. Mangupa Mangalap Boru merupakan sebuah kekayaan lokal daerah masyarakat Batak Angkola-Mandailing yang bertujuan untuk melakukan penjemputan pengantin wanita dan masuk kategori upacara adat pernikahan yang biasa dilakukan masyarakat Batak Angkola-Mandailing secara turun temurun.</p>
<p>Berkaitan dengan hal itu, Asmul Fauzi Harahap yang merupakan anak muda tangguh dan solutif dari Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara lulusan Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Riau dengan dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Workshop Mangupa Mangalap Boru dengan tajuk Pelestarian Budaya perkawinan adat batak Angkola dan Mandailing.</p>
<p>Kegiatan Workshop ini dilaksanakan di aula kantor desa Labuhan Labo Dusun V Pangkal Dolok Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan pada hari Minggu (22/09/2024). Minggu yang lalu. Adapun Narasumber dalam kegiatan Workshop tersebut adalah Maraindo Harahap, Jatom Harahap, dan Ali Mukmin Simamora,S.Ag yang sehari-hari merupakan adalah raja, orang kaya dan alim ulama yg ada di dusun V Pangkal Dolok Desa Labuhan Labo.</p>
<p>Asmul sapaan akrab Asmul Fauzi Harahap dalam sambutannya menyebut bahwa kegiatan Workshop ini sengaja dilakukan di Desa Labuhan Labo atas dasar pertimbangan karena sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok muda mudi di desa sebagai generasi penerus. Kelompok muda -mudi atau biasa disebut dengan Naposo Nauli Bulung ini sengaja kita pilih untuk jadi peserta sebagai bentuk komitmen kita untuk memberikan pelatihan kepada mereka tentang tujuan dan manfaat mangupa mangalap boru sehingga harapannya mereka sebagai generasi penerus akan dapat terus mencintai dan melestarikan kekayaan tradisi daerah secara berkelanjutan, Demikian dikatakan Asmul Fauzi Harahap kepada awak Media ini, Jum&#8217;at. (27/09/2024).</p>
<p>Asmul juga melanjutkan bahwa kegiatan ini dirancang dengan dua sesi, yakni sesi workshop (didalamnya juga diskusi dan tanya jawab) dan praktek langsung. Kita awali kegiatan ini dengan Workshop oleh narasumber yang berpengalaman, setelah itu langsung kita adakan praktek langsung yang dipandu oleh tim pelaksana, lanjut Asmul</p>
<p>Workshop Mangupa Mangalap Boru ini diikuti sebanyak 50 orang dan dihadiri serta dibuka langsung oleh Kepala Desa Labuhan Labo yang didampingi beberapa orang Kepala Dusun. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat Desa.</p>
<p>Asmul dalam keterangan persnya, menyampaikan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk melestarikan budaya perkawinan adat batak angkola dan mandailing secara khusus untuk kelompok pemuda di Desa Labuhan Labo. Karena dalam upacara adat mangupa mangalap boru ini bukan hanya tentang sekedar pelaksanaannya, lebih dari itu bahwa terdapat nilai sejarah hingga nilai sosial di dalamnya.</p>
<p>Lebih lanjut Asmul juga mengatakan apresiasi, rasa hormat dan ucapan terimakasih kepada BPK Wilayah II dan pihak Pemerintah Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan yang telah memberikan dukungan penuh atas terlenggaranya kegiatan Workshop ini.</p>
<p>Kami ucapkan rasa hormat dan terimakasih yang besar kepada Balai Pelestarian Kebudayan Wilayah II atas dukungan penuh pendanaan dan motivasi kepada kami mulai dari perencanaan kegiatan hingga pelaksanaan saat ini, ungkap Asmul.</p>
<p>Kemudian kami juga berikan apresiasi dan ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Labuhan Labo atas dukungan tempat kegiatan, pelibatan peserta dan kerjasama yang baik kepada kami. Mudah mudahan kedepan dapat terjalin terus kerjasama yang baik sehingga upaya kami dan kita semua dalam terlibat melestarikan kebudayaan daerah khsusunya di Kota Padangsidimpuan dapat terlaksana dan terwujud,&#8221; tutup Asmul. (081)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/upaya-pelestarian-kekayaan-tradisi-dan-budaya-daerah-asmul-gelar-workshop-mangupa-mangalap-boru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perang Api, Tradisi Umat Hindu di Mataram Sambut Perayaan Hari Nyepi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/perang-api-tradisi-umat-hindu-di-mataram-sambut-perayaan-hari-nyepi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/perang-api-tradisi-umat-hindu-di-mataram-sambut-perayaan-hari-nyepi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 05:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh Ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Api]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Mataram]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Hindu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=4873</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Mataram &#8211; Polresta Mataram bersama Polsek Sandubaya diterjunkan mengamankan serta mengawal tradisi Umat Hindu di Lombok, yaitu&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Mataram &#8211;</strong> Polresta Mataram bersama Polsek Sandubaya diterjunkan mengamankan serta mengawal tradisi Umat Hindu di Lombok, yaitu perang api dalam rangka menyambut perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Caka 1946 Tahun 2024.</p>
<p>Kegiatan adat budaya perang Api/ Perang Bobok budaya tradisi Umat Hindu yang dilaksanakan pasca perayaan pawai Ogoh &#8211; ogoh oleh warga umat hindu Negarasakah dan Sweta yang masuk dalam rangkaian ritual bertempat di Jalan Utama Patung Tani Negarasakah Timur Jalan Selaparang Cakranegara pada Minggu (10/3/2024) sore.</p>
<p>Kapolresta Mataram melalui Kapolsek Sandubaya Kompol Imam Maladi ST SIK MH sebagai koordinator pengamanan menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan perang api atau perang Bobok haya berlaku bagi masyarakat Umat Hindu yang ada di Negara Sakah Barat dan Negarasakah Timur melawan warga Hindu dari Lingkungab Sweta Barat dan Sweta Timur.</p>
<p>&#8221; Acara tradisi ini merupakan adat budaya turun menurun yang sampai saat ini masih di lestarikan oleh warga umat Hindu khususnya Sweta dan Negarasakah, alat yang digunakan dalam perang bobok yakni Daun Kelapa yang sudah dikeringkan dan di ikat menjadi bantalan bobok yang di pergunakan menjadi senjata dalam perang api &#8220;, ucapnya. Minggu, (10/03/2024).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-4876 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0011.jpg" alt="" width="1600" height="1070" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0011.jpg 1600w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0011-300x201.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0011-1024x685.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0011-768x514.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0011-1536x1027.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>&#8220;Sebelum pelaksanaan tradisi perang api dari masing masing perwakilan dari beberapa lingkungan yang ikut terlibat melakukan memeriksa dan pengecekan alat yang digunakan dalam perang api sebagai Antisiapsai adanya para peserta perang api yang menggunakan botol plastik yang diikat dalam bobok dan kayu atau benda tumpul lainnya di dalam Bobok tersebut &#8220;, jelasnya</p>
<p>Kompol Maladi juga menerangkan bahwa pelaksanaan tradisi perang Api ini dilaksanakan setelah perayaan pawai ogoh ogoh selesai di perkirakan perang api mulai persiapan dari pukul 17.00 Wita sudah berada di daerah persiapan dan untuk acara puncak perang api mulai pada pukul 18.00 wita.</p>
<figure id="attachment_4874" aria-describedby="caption-attachment-4874" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-4874 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0013.jpg" alt="" width="1600" height="1148" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0013.jpg 1600w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0013-300x215.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0013-1024x735.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0013-768x551.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/IMG-20240311-WA0013-1536x1102.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-4874" class="wp-caption-text">Pawai Ogoh &#8211; ogoh di Kota Mataram</figcaption></figure>
<p>&#8221; Dengan perwakilan dari masing masing peserta diperkirakan berjumlah 50 orang dan sebagian pemuda dari masing- masing lingkungan Negarasakah dan Sweta mengundang dari lingkungan luar seperti Lingkungan Karang Siluman,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Kekuatan yang dilibatkan sebanyak 79 personel Polsek Sandubaya, Sat Lantas dan Sat Samapta Polresta Mataram, selama rangkaian kegiatan berlangsung berakhir pada pukul 17.10 wita berjalan dengan aman dan lancar,&#8221; tutupnya.<br />
(Yyt)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/perang-api-tradisi-umat-hindu-di-mataram-sambut-perayaan-hari-nyepi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
