<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bruaak &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/bruaak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Apr 2025 10:55:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>bruaak &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bruaak! Rombongan Pengantar Umrah Tewas Tabrakan Maut di Duduksampeyan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/bruaak-rombongan-pengantar-umrah-tewas-tabrakan-maut-di-duduksampeyan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/bruaak-rombongan-pengantar-umrah-tewas-tabrakan-maut-di-duduksampeyan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 10:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[bruaak]]></category>
		<category><![CDATA[rombongan pengantar umroh]]></category>
		<category><![CDATA[Tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=26166</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Gresik – Suara benturan keras memecah pagi yang masih sepi di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik, Kamis (10/5/2025).&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable]">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] md:pb-9">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[70rem]:[--thread-content-margin:--spacing(12)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="d488e928-f7a9-4eb8-b082-4a1d26e0cd06" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p class="" data-start="87" data-end="482"><strong data-start="87" data-end="99">Media Analis Indonesia, Gresik –</strong> Suara benturan keras memecah pagi yang masih sepi di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik, Kamis (10/5/2025). Dari balik warung kopi, Pratama, warga setempat, sontak berdiri dan bergegas keluar. “Pas ngopi dengar suara keras, ternyata kecelakaan,” katanya. Yang dia lihat kemudian adalah horor: sebuah Isuzu Panther ringsek di bagian depan, tujuh penumpangnya tergeletak tanpa nyawa.</p>
<p class="" data-start="484" data-end="876">Kecelakaan itu melibatkan Panther bernomor polisi DK-1157-FCL dan Bus Rajawali Indah jurusan Bojonegoro–Surabaya. Mobil Panther berwarna biru datang dari arah Lamongan menuju Gresik, sekitar pukul 05.45 WIB. Ban kirinya diduga selip, membuat mobil oleng ke kanan dan melewati marka jalan. Naas, dari arah berlawanan meluncur bus merah dengan kecepatan sedang. Benturan pun tak terelakkan.</p>
<p class="" data-start="878" data-end="910"><strong data-start="878" data-end="910">Perjalanan Menuju Perpisahan</strong></p>
<p class="" data-start="912" data-end="1121">Seluruh penumpang Isuzu Panther yang tewas adalah rombongan pengantar jemaah umrah. Salah satu di antaranya, Muhammad Aqib (27), sejatinya akan berangkat ke Tanah Suci hari itu juga. Namun takdir berkata lain.</p>
<p class="" data-start="1123" data-end="1404">“Iya, rencananya habis umroh mau lamaran dengan orang Surabaya. Semalam itu ke rumah saya sama keponakan antar makanan habis tasyakuran,” ujar Hasim, pamannya, dengan mata sembab saat ditemui di RSUD Ibnu Sina. Ia datang untuk memastikan jasad keponakannya yang kini terbujur kaku.</p>
<p class="" data-start="1406" data-end="1644">Menurut kesaksian warga, sebagian korban ditemukan dalam posisi tengkurap. “Yang duduk di depan, seorang bapak memangku anaknya. Sudah meninggal,” ucap Pratama lirih. Muhammad Aqib diduga salah satu dari mereka yang berada di baris depan.</p>
<p class="" data-start="1646" data-end="1669"><strong data-start="1646" data-end="1669">Tabrakan dan Tangis</strong></p>
<p class="" data-start="1671" data-end="1946">Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Andri Aswoko, memastikan jumlah korban tewas bertambah dari empat menjadi tujuh orang. “Seluruh penumpang Panther meninggal dunia,” ujarnya. Sopir dan beberapa penumpang bus mengalami patah tulang dan kini dirawat di RSUD Ibnu Sina.</p>
<p class="" data-start="1948" data-end="2147">Eko Prakoso, kondektur bus, masih syok saat ditemui. “Tiba-tiba penumpang teriak. Aku pas di tengah narik ongkos, langsung ‘bruak’,” tuturnya. Suwarno, sopir bus asal Tuban, juga mengalami luka-luka.</p>
<p class="" data-start="2149" data-end="2172"><strong data-start="2149" data-end="2172">Duka di Ujung Jalan</strong></p>
<p class="" data-start="2174" data-end="2476">Jalan Raya Duduksampeyan bukan tempat asing untuk kecelakaan. Lalu lintas padat di pagi hari, ditambah kondisi jalan yang sebagian bergelombang, kerap menjadi jebakan mematikan. Belum ada keterangan resmi soal apakah kecepatan menjadi faktor utama, atau apakah ada unsur kelalaian teknis dari kendaraan.</p>
<p class="" data-start="2478" data-end="2717">Namun pagi itu, sebuah mobil penuh doa dan harapan pulang dari tasyakuran terakhir justru berujung maut. Muhammad Aqib tak jadi menginjak tanah suci, tak jadi melamar gadis pujaannya. Jalan raya menjadi saksi perpisahan paling menyakitkan. (ima)</p>
<p data-start="2478" data-end="2717">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/bruaak-rombongan-pengantar-umrah-tewas-tabrakan-maut-di-duduksampeyan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
