<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BKSDA Sumbar &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/bksda-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jul 2024 03:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>BKSDA Sumbar &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seekor Harimau Sumatra Mati Terjerat dengan Kondisi Mengenaskan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/seekor-harimau-sumatra-mati-terjerat-dengan-kondisi-mengenaskan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/seekor-harimau-sumatra-mati-terjerat-dengan-kondisi-mengenaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 03:03:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=12830</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Agam &#8211; Seekor harimau Sumatra mati terjerat di Sigaruntang, Jorong Sungai Pua, Nagari atau Desa Sungai Pua,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Agam &#8211; </strong>Seekor harimau Sumatra mati terjerat di Sigaruntang, Jorong Sungai Pua, Nagari atau Desa Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (25/7/2024).</p>
<p>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menyatakan harimau tersebut pernah muncul di dua lokasi di Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Satwa ini juga pernah muncul di Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh dan Baringin, Kecamatan Palembayan,&#8221; kata Kepala Seksi Wilayah I Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antonius Vevri di Lubuk Basung, Jumat (26/7), dikutip dari Antara.</p>
<p>Ia mengatakan harimau tersebut sempat terekam kamera jebak milik BKSDA Sumbar di Baringin Kecamatan Palembayan April 2024 dan Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh.</p>
<p>Dari hasil kamera jebak, satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya terlihat dengan kondisi kaki depan sebelah kiri putus.</p>
<p>&#8220;Harimau yang mati tersebut juga mengalami cacat pada kaki bagian kiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Antonius menambahkan penanganan konflik telah dilakukan di daerah tersebut setelah kerbau dan kambing milik warga dimangsa harimau.</p>
<p>Penanganan konflik itu dengan menurunkan petugas WRU BKSDA Sumbar, Resort Konservasi Wilayah I Panti, Resort Konservasi Wilayah II Maninjau dan Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Baringin, COP dan Sintas Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami juga memasang kandang jebak di Pasia Laweh, Baringin dan lainnya untuk mengevakuasi satwa itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengakui harimau pertama kali terkena jerat babi pada bagian leher diketahui warga atas nama Simar saat sedang berada di sawahnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-12832 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240726-WA0066-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240726-WA0066-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240726-WA0066-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240726-WA0066-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240726-WA0066.jpg 1280w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Simar menduga babi yang terjerat dan setelah itu ia langsung menuju lokasi. Sesampai di lokasi, Simar melihat harimau terjerat dan langsung melaporkan ke warga sekitar.</p>
<p>Setelah itu Wali Nagari atau Kepala Desa Sungai Pua melaporkan temuan itu ke BKSDA sekitar pukul 16:00 WIB.</p>
<p>Pihaknya langsung menurunkan petugas dari Resort Konservasi Wilayah I Panti, Resort Konservasi Wilayah II Maninjau dan Resort Konservasi Marapi Singgalang ke lokasi.</p>
<p>Petugas sampai ke Sungai Pua sekitar pukul 18:30 WIB dan langsung ke lokasi, lalu sekitar pukul 19:10 WIB harimau sudah mati.</p>
<p>&#8220;Satwa langsung kita evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Hewan Sumbar di Padang untuk dilakukan nekropsi guna memastikan penyebab kematian selain terjerat,&#8221; katanya.</p>
<p>Ke depan, BKSDA Sumbar bakal melakukan sapu jerat babi yang dipasang dan melakukan sosialisasi kepada warga untuk tidak memasang jerat berdampak terhadap populasi harimau maupun satwa dilindungi lainnya.<br />
(*/Ant ID 032)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/seekor-harimau-sumatra-mati-terjerat-dengan-kondisi-mengenaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
