<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bantul &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/bantul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Apr 2025 16:24:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Bantul &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perang Sampah Liar di Bantul: OTT Pelaku hingga Mata-mata CCTV</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/perang-sampah-liar-di-bantul-ott-pelaku-dan-mata-mata-cctv/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/perang-sampah-liar-di-bantul-ott-pelaku-dan-mata-mata-cctv/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 16:24:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Bantul]]></category>
		<category><![CDATA[CCVTV]]></category>
		<category><![CDATA[OTT pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[perang sampah liar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=26872</guid>

					<description><![CDATA[Perang sampah di Bantul (Foto: Joglo) Media Analis Indonesia, Bantul – Tiada peluit, tiada sirene. Tapi operasi ini terus berjalan:&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable]">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[70rem]:[--thread-content-margin:--spacing(12)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="72d8e403-7e2f-42dc-bcd7-1f36a43901bf" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p class="" data-start="0" data-end="61"><em>Perang sampah di Bantul (Foto: Joglo)</em></p>
<p class="" data-start="63" data-end="401"><strong data-start="63" data-end="75">Media Analis Indonesia, Bantul –</strong> Tiada peluit, tiada sirene. Tapi operasi ini terus berjalan: operasi tangkap tangan (OTT) pembuang sampah liar. Di sudut-sudut kota Bantul, para petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Lingkungan Hidup mengendap, menunggu tangan-tangan tak bertanggung jawab yang melempar sampah sembarangan—khususnya ke sungai.</p>
<p class="" data-start="403" data-end="633">“Ini soal pembudayaan,” kata Abdul Halim Muslih, Wakil Bupati Bantul, saat dihibungi MAI, Rabu (23/4/2025) lalu. “Membuang sampah di sungai itu tindakan bodoh. Dan kebodohan semacam ini hanya bisa dilawan dengan kebiasaan hidup bersih.”</p>
<p class="" data-start="635" data-end="956">OTT itu bukan gertak sambal. Sejumlah warga sudah terjaring. Mereka ditangkap, dibina, dan diberi peringatan keras. Belum sampai meja hijau, tapi pemerintah daerah memberi sinyal tak akan selamanya lunak. “Begitu kesadaran masyarakat sudah terbentuk, kita akan berlakukan pro yustisia,” ujar Halim. “Siapa pun pelakunya.”</p>
<p class="" data-start="958" data-end="1314">Gerakan anti-sampah liar ini disokong teknologi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul bersiap memasang kamera pengawas atau CCTV di titik-titik rawan buang sampah ilegal. Lokasinya dipetakan secara rahasia. “Kamera akan kami pasang di daerah yang sering dijadikan tempat buang sampah liar,” kata Kepala Dinas Kominfo Bantul, Bobor Arifi Aidin.</p>
<p class="" data-start="1316" data-end="1532">Ring road selatan dan wilayah perbatasan Yogyakarta disebut-sebut sebagai zona rawan. Di tempat itulah, kamera akan mengawasi dalam senyap. Pelaku pembuang sampah liar akan terekam. Lalu petugas datang tanpa aba-aba.</p>
<p class="" data-start="1534" data-end="1774">Meski sarana dan prasarana pengelolaan sampah sudah tersedia, pemerintah mengakui, itu belum cukup. Perang melawan sampah adalah perang membentuk kebiasaan. Dan membentuk kebiasaan, kata Halim, jauh lebih sulit dari membangun infrastruktur.</p>
<p class="" data-start="1776" data-end="2036">Tahun 2025 ditargetkan menjadi batas akhir kekumuhan di Bantul. Pemerintah setempat berambisi menuntaskan persoalan sampah sebelum tahun berganti. “Bantul harus bersih. Sampah bukan lagi masalah,” ujar Halim. Persoalannya: apakah warga siap mengubah kebiasaan? (imh)</p>
<p data-start="1776" data-end="2036">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/perang-sampah-liar-di-bantul-ott-pelaku-dan-mata-mata-cctv/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Jokowi Beli Sapi Kurban di Pleret Bantul, Beratnya Hampir Satu Ton</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/presiden-jokowi-beli-sapi-kurban-di-pleret-bantul-beratnya-hampir-satu-ton/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/presiden-jokowi-beli-sapi-kurban-di-pleret-bantul-beratnya-hampir-satu-ton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 14:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bantul]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Kurban]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=10162</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Bantul &#8211; Presiden RI Joko Widodo membeli sapi untuk disembelih pada perayaan Idul Adha 1445 Hijriah dari&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Bantul &#8211;</strong> Presiden RI Joko Widodo membeli sapi untuk disembelih pada perayaan Idul Adha 1445 Hijriah dari peternak sapi di wilayah Pedukuhan Depok Kelurahan Wonolelo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>&#8220;Dari tiga sapi yang kami ajukan untuk masuk seleksi sebagai hewan kurban presiden, ternyata salah satu sapi kami terpilih dan dikehendaki Pak Jokowi untuk hewan kurban,&#8221; kata peternak sapi Zuli Nuryanto saat ditemui di kandang ternak di Wonolelo, Pleret, Bantul, Minggu (9/6/2024) seperti dikutip dari Antara.</p>
<p>Menurut dia, sapi miliknya yang dipilih orang nomor satu di Indonesia melalui Sekretariat Kepresidenan Kementerian Sekretariat Negara tersebut jenisnya sapi PO (Peranakan Ongole), dengan berat hidup hampir satu ton, atau tepatnya 934 kilogram.</p>
<p>Dia mengatakan sapi miliknya yang dipilih Kepala Negara tersebut merupakan satu dari 10 sapi dari peternak Kabupaten Bantul yang didaftarkan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul untuk diseleksi tim dari Pemda DIY dan pemerintah pusat di Sekretariat Kepresidenan RI.</p>
<p>&#8220;Jadi memang setiap tahun itu dari Bantul menginventarisasi sapi sapi besar, sapi sapi sehat yang ada di Bantul, kemudian kami ajukan tiga sapi sebagai perwakilan Bantul, kalau totalnya di seluruh Bantul ada 10 sapi, dan ternyata sapi saya terpilih,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia juga mengatakan sebelum dipilih Presiden untuk dibeli sebagai hewan kurban, sapi miliknya terlebih dahulu dilakukan pengecekan baik dari kesehatan, berat sapi, dan juga faktor lainnya oleh Balai Besar Veteriner Yogyakarta dan tim dari Sekretariat Kepresidenan.</p>
<p>&#8220;Ada pengecekan segala macam, yang paling utama itu kesehatan sapi dicek terkait darah, air kencing, liur, kotoran segala macam setelah itu lolos baru ke berat badan sapi. Saya sekitar seminggu yang lalu langsung dihubungi dari Sekretariat Kepresidenan, bahwa sapi saya terpilih,&#8221; katanya.</p>
<p>Terkait dengan harga sapi yang dibeli Presiden, Zuli yang sehari hari berprofesi sebagai anggota Polri di lingkungan Kepolisian Resor (Polres) Bantul tersebut tidak menyebutkan secara pasti, hanya saja disepakati harganya hampir mencapai Rp100 juta.</p>
<p>&#8220;Kalau masalah harganya itu dari sana (Setneg) langsung, tidak dari sini. Kalau harganya waktu itu dari awal saya ajukan Rp110 juta, kenanya hampir Rp100 juta. Ya kurang lebih segitu,&#8221; kata dia yang juga telah laku menjual sejumlah sapi untuk hewan kurban pada tahun ini.</p>
<p>Dirinya mengaku bangga dengan sapi miliknya yang dibeli Presiden Jokowi, sebab upaya dan usaha memelihara dan menggemukkan sapi yang dibelinya sejak dua tahun lalu dari peternak sapi di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul, membuahkan hasil.</p>
<p>&#8220;Saya pelihara dari pedet (anak sapi) kecil, saya memelihara hampir dua tahun, saat itu saya beli usia sekitar 10 bulan, jadi umur sapi sekarang tiga tahun kurang, awalnya dulu beli sapi di daerah Banguntapan, jenisnya PO,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/presiden-jokowi-beli-sapi-kurban-di-pleret-bantul-beratnya-hampir-satu-ton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
