<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>antrean &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/antrean/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 12:54:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>antrean &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antrean Mengular di Depok dan Bekasi Demi Imbalan Pindai Bola Mata</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/antrean-mengular-di-depok-dan-bekasi-demi-imbalan-pindai-bola-mata/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/antrean-mengular-di-depok-dan-bekasi-demi-imbalan-pindai-bola-mata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 12:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[antrean]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[imbalan]]></category>
		<category><![CDATA[pindai bola mata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=27365</guid>

					<description><![CDATA[(Worldcoin) Media Analis Indonesia, Depok &#8211; Pagi itu, suasana di trotoar Jalan Margonda Raya, Kota Depok tak seperti biasa. Di depan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable] @[84rem]/thread:pt-(--header-height)">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="51031457-192f-4f80-b195-0ab82b9b464c" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p data-start="266" data-end="340">(<em>Worldcoin</em>)</p>
<p class="" data-start="266" data-end="340"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out"><strong>Media Analis Indonesia, Depok</strong> &#8211; Pagi itu, suasana di trotoar Jalan Margonda Raya, Kota Depok tak seperti biasa. Di depan sebuah ruko kecil bertuliskan &#8216;WorldID_, antrean mengular sejak pukul 08.30. Ibu-ibu berkerudung, bapak-bapak berkaus oblong, dan anak-anak muda dengan ponsel di tangan menunggu giliran. Bukan antre sembako, bukan pula pengambilan bansos. Mereka datang untuk satu hal: memindai iris mata demi imbalan digital yang nilainya masih samar-samar.</span></p>
<p class="" data-start="342" data-end="420"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">“Katanya nanti langsung dapat koin. Saya pikir, ya lumayan kalau bisa diuangkan,” kata Amir (45), seorang buruh harian yang mendapat informasi ini dari tetangga sebelah rumah di Tapos. Sementara Siti Maimunah (41) datang lebih awal dari Citayam karena sudah mendaftar lewat aplikasi. “Jadwal saya jam sembilan pagi. Tapi dari tadi belum ada siapa pun yang buka ruko ini,” keluhnya.</span></p>
<p class="" data-start="422" data-end="500"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Tak ada spanduk resmi, tak ada penjelasan dari petugas. Hanya instruksi dari aplikasi World App yang mengarahkan warga ke titik lokasi. Ketika akhirnya seorang pria berseragam hitam muncul pukul sepuluh lewat, pengumuman singkat mengecewakan para peserta yang menunggu dua jam lebih. “Alat verifikasi rusak, harus diperbaiki. Silakan cek jadwal lagi di aplikasi,” katanya sambil berlalu.</span></p>
<figure id="attachment_27368" aria-describedby="caption-attachment-27368" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-27368" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/world-app-scan-retina-300x200.webp" alt="" width="300" height="200" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/world-app-scan-retina-300x200.webp 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/world-app-scan-retina-1024x683.webp 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/world-app-scan-retina-768x512.webp 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/05/world-app-scan-retina.webp 1200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-27368" class="wp-caption-text">Warga berbondong-bondong melakukan verifikasi retina untuk World App di Bekasi. (Sumber: X/@AKU_dgn3putra)</figcaption></figure>
<p data-start="502" data-end="560"><strong>Iming-Iming Imbalan</strong></p>
<p class="" data-start="562" data-end="640"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Iming-iming imbalan memang membuat banyak warga menanggalkan rasa curiga. Tak perlu KTP, cukup nama dan alamat e-mail. Tak perlu tanda tangan kontrak, cukup satu tatapan ke alat bulat bernama Orb yang menyerupai bola kristal. Dengan sekali lirik, WorldID diklaim bisa menciptakan identitas digital yang membuktikan bahwa pemiliknya adalah manusia asli, bukan bot AI.</span></p>
<p class="" data-start="642" data-end="720"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Namun, semakin panjang antrean, semakin banyak pula pertanyaan. Untuk siapa data iris mata itu? Dan, apakah benar mereka hanya akan digunakan untuk “verifikasi kemanusiaan”?</span></p>
<p class="" data-start="722" data-end="800"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengonfirmasi bahwa banyak warganya telah mengikuti proses pemindaian dan menerima imbalan tunai antara Rp 300.000 hingga Rp 800.000. &#8220;Saya khawatir data biometrik ini bisa disalahgunakan. Dampaknya bisa fatal,&#8221; ujarnya. Ia meminta masyarakat lebih kritis dan tak mudah tergoda imbalan instan.</span></p>
<p data-start="802" data-end="858"><strong>Bayang-Bayang Eksploitasi</strong></p>
<p class="" data-start="860" data-end="938"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Layanan WorldID dan koin digital Worldcoin memang berasal dari ide besar: menciptakan identitas global berbasis teknologi canggih. Didirikan oleh Sam Altman, otak di balik OpenAI, proyek ini membidik dunia digital yang kian diramaikan oleh bot dan manipulasi. WorldID ingin menjadi solusi atas krisis kepercayaan di ruang siber.</span></p>
<p class="" data-start="940" data-end="1018"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Konsepnya terdengar futuristik. Menggunakan teknologi zero-knowledge proof, data iris diklaim tidak disimpan sebagai gambar atau rekaman, melainkan diubah menjadi kode matematis yang tak bisa dilacak kembali. Tapi sebagaimana banyak proyek teknologi, idealisme di awal bisa tergerus kenyataan di lapangan.</span></p>
<p class="" data-start="1020" data-end="1098"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Sebuah investigasi oleh MIT Technology Review pada 2022 mengungkap bagaimana praktik Worldcoin di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dilakukan dengan cara-cara yang tak transparan. Di sejumlah tempat, orang didorong mendaftar hanya karena iming-iming hadiah, dari AirPods hingga uang tunai, tanpa tahu risiko yang menyertai.</span></p>
<p data-start="1100" data-end="1166"><strong>Langkah Preventif</strong></p>
<p class="" data-start="1168" data-end="1246"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Dan kini, pemerintah Indonesia mengambil sikap. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membekukan izin operasi Worldcoin dan WorldID. Alasannya jelas: operator WorldID di Indonesia, PT Terang Bulan Abadi, belum terdaftar secara resmi sebagai penyelenggara sistem elektronik. Bahkan, pendaftaran layanan dilakukan atas nama badan hukum lain, PT Sandina Abadi Nusantara. Sebuah pelanggaran yang tak bisa dianggap sepele.</span></p>
<p class="" data-start="1248" data-end="1326"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">“Ini langkah preventif. Kami ingin lindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan data digital,” tegas Dirjen Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar.</span></p>
<p data-start="1328" data-end="1402"><strong>Masa Depan Digital </strong></p>
<p class="" data-start="1404" data-end="1482"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Sementara itu, puluhan ribu warga sudah telanjur menatap ke dalam Orb. Data mereka, meski diklaim aman, sudah masuk ke sistem yang kini dihentikan sementara. Tak jelas apakah mereka akan menerima imbalan penuh, atau apakah data iris mereka benar-benar terhapus dari sistem global Worldcoin.</span></p>
<p class="" data-start="1484" data-end="1562"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Worldcoin mengklaim sudah mengoperasikan lebih dari 1.500 Orb di 23 negara dan memiliki lebih dari 12 juta pengguna yang terverifikasi. Namun kontroversi terus menyelimuti. Di Kenya, pemerintah menghentikan operasinya. Di Prancis dan Inggris, regulator mengawasi ketat. Di Indonesia, Worldcoin menghadapi gugatan legalitas.</span></p>
<p class="" data-start="1564" data-end="1642"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Teknologi memang menjanjikan banyak hal, tapi di balik cahaya futuristiknya, kerap tersembunyi bayang-bayang eksploitasi. Warga yang mengantre di pinggir Margonda atau Jalan Juanda Bekasi bukan sekadar pencari uang instan. Mereka adalah bagian dari eksperimen global yang belum tentu mereka pahami sepenuhnya.</span></p>
<p class="" data-start="1644" data-end="1722"><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out">Dan ketika bola mata menjadi komoditas baru, pertanyaan yang tersisa bukan lagi sekadar berapa koin yang akan didapat, melainkan: siapa yang akan mengontrol masa depan kita di dunia digital ini? (imh)</span></p>
<p data-start="1644" data-end="1722">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/antrean-mengular-di-depok-dan-bekasi-demi-imbalan-pindai-bola-mata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
